<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kupas Tuntas soal Alergi</title><description>Perubahan gaya hidup masyarakat modern  sekarang ini  tentunya memiliki dampak tersendiri terhadap kesehatan. Polusi dan   konsumsi makanan yang tidak sehat dapat menyebabkan reaksi tertentu yang   menandakan tubuh Anda tidak sehat, salah satunya adalah  alergi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/04/16/486/971291/kupas-tuntas-soal-alergi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/04/16/486/971291/kupas-tuntas-soal-alergi"/><item><title>Kupas Tuntas soal Alergi</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/04/16/486/971291/kupas-tuntas-soal-alergi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/04/16/486/971291/kupas-tuntas-soal-alergi</guid><pubDate>Rabu 16 April 2014 14:54 WIB</pubDate><dc:creator>Evi Elfira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/04/16/486/971291/iK3xwdG5iO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wanita alami alergi (Foto: Google)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/04/16/486/971291/iK3xwdG5iO.jpg</image><title>Wanita alami alergi (Foto: Google)</title></images><description>PERUBAHAN gaya hidup masyarakat modern  sekarang ini tentunya memiliki dampak tersendiri terhadap kesehatan. Polusi dan  konsumsi makanan yang tidak sehat dapat menyebabkan reaksi tertentu yang  menandakan tubuh Anda tidak sehat, salah satunya adalah  alergi.Alergi adalah kondisi di mana  tubuh memiliki reaksi yang berbeda atau menyimpang dari normal terhadap berbagai  rangsangan atau zat dari luar tubuh, misalnya makanan, obat, debu dan  sebagainya. dr. Zakiudin Munasir, SpA(K) selaku ahli imunologi memaparkan  penyebab-penyebab alergi di antaranya faktor genetik, lingkungan, dan polusi.
&amp;nbsp;
&quot;Alergi yang penyebabnya faktor  genetik adalah diturunkan oleh orangtua dan bersifat rasial, misalnya orang yang  berkulit gelap memiliki daya tahan yang lebih kebal terhadap alergi. Sedangkan  untuk faktor lingkungan, misalnya polusi dapat merusak epitel atau saluran  napas, selain itu juga makanan yang menggunakan zat pengawet, pewarna, dan zat  kimia berbahaya lainnya juga dapat menyebabkan alergi,&quot; papar dr. Zaki dalam  acara Nutritalk di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu  (16/4/2014).
&amp;nbsp;
Dia juga menambahkan bahwa  aktivitas fisik yang terlalu berlebihan, maupun yang kurang juga dapat  menyebabkan alergi. Namun, ada bermacam-macam senyawa yang dapat menyebabkan  alergi yang biasa disebut dengan alergen.
&amp;nbsp;
&quot;Alergen adalah senyawa yang  dapat menginduksi imunoglobulin E (IgE), sehingga menyebabkan tubuh bereaksi  terhadap alergen tersebut dengan batuk, bersin, gatal-gatal, dan lain-lain.  Beberapa alergen yang umumnya menyebabkan alergi adalah tungau, telur, susu,  binatang peliharaan dan obat-obatan&quot; ujar dr. Zaki.
&amp;nbsp;
Menurut penelitian, Indonesia  memiliki angka alergi yang paling rendah sedangkan United Kingdom menempati  urutan pertama.
&amp;nbsp;
&quot;Mengapa Indonesia bisa menempati  urutan terendah sedangkan UK pertama, karena penyakit alergi sifatnya berbanding  terbalik dengan infeksi. Di negara UK yang bersih, tingkat infeksinya rendah  sehingga tidak ada yang menekan angka alergi. Sedangkan di Indonesia sebaliknya,  tingkat infeksinya tinggi sehingga angka alerginya rendah. Maka dari itu,  imunisasi sangatlah diperlukan, karena imunisasi mencegah alergi dengan cara  memberi kuman atau vaksin hidup yang bermanfaat untuk tubuh&quot; tutup dr. Zakiudin.
&amp;nbsp;</description><content:encoded>PERUBAHAN gaya hidup masyarakat modern  sekarang ini tentunya memiliki dampak tersendiri terhadap kesehatan. Polusi dan  konsumsi makanan yang tidak sehat dapat menyebabkan reaksi tertentu yang  menandakan tubuh Anda tidak sehat, salah satunya adalah  alergi.Alergi adalah kondisi di mana  tubuh memiliki reaksi yang berbeda atau menyimpang dari normal terhadap berbagai  rangsangan atau zat dari luar tubuh, misalnya makanan, obat, debu dan  sebagainya. dr. Zakiudin Munasir, SpA(K) selaku ahli imunologi memaparkan  penyebab-penyebab alergi di antaranya faktor genetik, lingkungan, dan polusi.
&amp;nbsp;
&quot;Alergi yang penyebabnya faktor  genetik adalah diturunkan oleh orangtua dan bersifat rasial, misalnya orang yang  berkulit gelap memiliki daya tahan yang lebih kebal terhadap alergi. Sedangkan  untuk faktor lingkungan, misalnya polusi dapat merusak epitel atau saluran  napas, selain itu juga makanan yang menggunakan zat pengawet, pewarna, dan zat  kimia berbahaya lainnya juga dapat menyebabkan alergi,&quot; papar dr. Zaki dalam  acara Nutritalk di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu  (16/4/2014).
&amp;nbsp;
Dia juga menambahkan bahwa  aktivitas fisik yang terlalu berlebihan, maupun yang kurang juga dapat  menyebabkan alergi. Namun, ada bermacam-macam senyawa yang dapat menyebabkan  alergi yang biasa disebut dengan alergen.
&amp;nbsp;
&quot;Alergen adalah senyawa yang  dapat menginduksi imunoglobulin E (IgE), sehingga menyebabkan tubuh bereaksi  terhadap alergen tersebut dengan batuk, bersin, gatal-gatal, dan lain-lain.  Beberapa alergen yang umumnya menyebabkan alergi adalah tungau, telur, susu,  binatang peliharaan dan obat-obatan&quot; ujar dr. Zaki.
&amp;nbsp;
Menurut penelitian, Indonesia  memiliki angka alergi yang paling rendah sedangkan United Kingdom menempati  urutan pertama.
&amp;nbsp;
&quot;Mengapa Indonesia bisa menempati  urutan terendah sedangkan UK pertama, karena penyakit alergi sifatnya berbanding  terbalik dengan infeksi. Di negara UK yang bersih, tingkat infeksinya rendah  sehingga tidak ada yang menekan angka alergi. Sedangkan di Indonesia sebaliknya,  tingkat infeksinya tinggi sehingga angka alerginya rendah. Maka dari itu,  imunisasi sangatlah diperlukan, karena imunisasi mencegah alergi dengan cara  memberi kuman atau vaksin hidup yang bermanfaat untuk tubuh&quot; tutup dr. Zakiudin.
&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
