<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bocah Penderita Tumor Ganas Butuh Uluran Tangan</title><description>Penyakit tumor ganas yang mengakibatkan munculnya benjolan sebesar bola  di bawah perut menggerogoti tubuh Angga sehingga tak bisa beraktivitas  layaknya anak-anak lainnya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/04/20/521/972960/bocah-penderita-tumor-ganas-butuh-uluran-tangan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/04/20/521/972960/bocah-penderita-tumor-ganas-butuh-uluran-tangan"/><item><title>Bocah Penderita Tumor Ganas Butuh Uluran Tangan</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/04/20/521/972960/bocah-penderita-tumor-ganas-butuh-uluran-tangan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/04/20/521/972960/bocah-penderita-tumor-ganas-butuh-uluran-tangan</guid><pubDate>Minggu 20 April 2014 18:28 WIB</pubDate><dc:creator>Dedi Mahdi</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>BOJONEGORO - Muhamad Angga Dwi Kurniawan, bocah berusia tujuh tahun asal Bojonegoro, Jawa Timur, kini hanya bisa terbaring lemah di atas tempat tidur. Penyakit tumor ganas yang mengakibatkan munculnya benjolan sebesar bola di bawah perut menggerogoti tubuhnya sehingga tak bisa beraktivitas layaknya anak-anak lainnya.
&amp;nbsp;
Warga Desa Cengkir, Kecamatan Kepohbaru ini tak bisa mendapatkan perawatan medis yang semestinya lantaran berasal dari keluarga kurang mampu. Kini orangtua Angga, Abdul Manan dan Sunarti hanya bisa pasrah dan memberikan perawatan ala kadarnya.
&amp;nbsp;
Menurut Sunarti, penyakit yang menimpa anaknya ini mulai menjalar sejak November 2012. Saat itu Angga masih duduk di bangku kelas satu sekolah dasar. Tiba-tiba benjolan sebesar telur ayam tumbuh di bawah perutnya.
&amp;nbsp;
Setelah diperiksakan ke rumah sakit ternyata benjolan tersebut merupakan tumor ganas. Angga sempat dioperasi di Rumah Sakit Umum Daerah&amp;nbsp; Bojonegoro, namun dua bulan setelah operasi benjolan tersebut tumbuh lagi bahkan semakin membesar.
&amp;nbsp;
Angga ahirnya dirujuk ke Rumah Sakit Dokter Soetomo Surabaya. Namun pihak dokter rumah sakit mengaku tidak berani melakukan operasi lantaran benjolan tersebut berada tepat di pembuluh darah. Jika dipaksakan mengambil tindakan operasi dikhawatirkan nyawa Angga tidak tertolong akibat pendarahan. Akhirnya para dokter hanya melakukan kemoterapi dan radioterapi kepada Angga.
&amp;nbsp;
Setelah hampir setahun tidak ada perkembangan baik, orang tua Angga memilih untuk membawanya pulang ke rumah. Kini orangtua Angga hanya bisa pasrah. Sebab, meski semua biaya rumah sakit gratis namun Sunarti mengaku tidak mempunyai biaya hidup jika harus terus merawat buah hatinya di rumah sakit.</description><content:encoded>BOJONEGORO - Muhamad Angga Dwi Kurniawan, bocah berusia tujuh tahun asal Bojonegoro, Jawa Timur, kini hanya bisa terbaring lemah di atas tempat tidur. Penyakit tumor ganas yang mengakibatkan munculnya benjolan sebesar bola di bawah perut menggerogoti tubuhnya sehingga tak bisa beraktivitas layaknya anak-anak lainnya.
&amp;nbsp;
Warga Desa Cengkir, Kecamatan Kepohbaru ini tak bisa mendapatkan perawatan medis yang semestinya lantaran berasal dari keluarga kurang mampu. Kini orangtua Angga, Abdul Manan dan Sunarti hanya bisa pasrah dan memberikan perawatan ala kadarnya.
&amp;nbsp;
Menurut Sunarti, penyakit yang menimpa anaknya ini mulai menjalar sejak November 2012. Saat itu Angga masih duduk di bangku kelas satu sekolah dasar. Tiba-tiba benjolan sebesar telur ayam tumbuh di bawah perutnya.
&amp;nbsp;
Setelah diperiksakan ke rumah sakit ternyata benjolan tersebut merupakan tumor ganas. Angga sempat dioperasi di Rumah Sakit Umum Daerah&amp;nbsp; Bojonegoro, namun dua bulan setelah operasi benjolan tersebut tumbuh lagi bahkan semakin membesar.
&amp;nbsp;
Angga ahirnya dirujuk ke Rumah Sakit Dokter Soetomo Surabaya. Namun pihak dokter rumah sakit mengaku tidak berani melakukan operasi lantaran benjolan tersebut berada tepat di pembuluh darah. Jika dipaksakan mengambil tindakan operasi dikhawatirkan nyawa Angga tidak tertolong akibat pendarahan. Akhirnya para dokter hanya melakukan kemoterapi dan radioterapi kepada Angga.
&amp;nbsp;
Setelah hampir setahun tidak ada perkembangan baik, orang tua Angga memilih untuk membawanya pulang ke rumah. Kini orangtua Angga hanya bisa pasrah. Sebab, meski semua biaya rumah sakit gratis namun Sunarti mengaku tidak mempunyai biaya hidup jika harus terus merawat buah hatinya di rumah sakit.</content:encoded></item></channel></rss>
