<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani, Sosok Kartini Masa Kini</title><description>Zaman sekarang, anak muda Indonesia enggak perlu bersusah payah  memperjuangkan hak kesetaraan. Raden Ajeng Kartini sudah membukakan  pintu kesetaraan itu untuk kita. </description><link>https://news.okezone.com/read/2014/04/21/560/973546/sri-mulyani-sosok-kartini-masa-kini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/04/21/560/973546/sri-mulyani-sosok-kartini-masa-kini"/><item><title>Sri Mulyani, Sosok Kartini Masa Kini</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/04/21/560/973546/sri-mulyani-sosok-kartini-masa-kini</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/04/21/560/973546/sri-mulyani-sosok-kartini-masa-kini</guid><pubDate>Senin 21 April 2014 20:29 WIB</pubDate><dc:creator>Rachmad Faisal Harahap</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/04/21/560/973546/meopGQdK4N.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani. (Foto: Okezone) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/04/21/560/973546/meopGQdK4N.jpg</image><title>Sri Mulyani. (Foto: Okezone) </title></images><description>JAKARTA - Zaman sekarang, anak muda Indonesia enggak perlu bersusah payah memperjuangkan hak kesetaraan. Raden Ajeng Kartini sudah membukakan pintu kesetaraan itu untuk kita. Sekarang, masih banyak yang bisa dilakukan anak muda dalam mengikuti jejak perjuangan Kartini banyak kok. Misalnya, menuntut ilmu setinggi mungkin dan menyejajarkan diri dengan anak muda dunia.Menurut siswi SMAN 1 Pontianak, Malia Leigenda Anggiane, kita juga bisa terus menghargai perjuangan Kartini dalam berbagai bentuk. Tentu saja, dengan tidak membeda-bedakan gender. &quot;Untuk menghargai perjuangannya, kita bisa membuat sebuah komunitas untuk membantu orang-orang yang membutuhkan. Seperti perempuan-perempuan yang membutuhkan, yakni anak-anak kecil yang di panti asuhan perempuan, janda-janda, tunawisma yang sudah hidup susah dan perlu untuk memberikan bantuan. Jadi, mereka mendapatkan hidup yang layak,&quot; papar Malia, saat dihubungi Okezone, Senin (21/4/2014).Bagi Malia, sosok perempuan yang dapat dicontoh dari Kartini masa kini adalah Mantan Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani. &quot;Dia sosok perempuan yang tangguh dan dapat bekerja keras. Dia patut dicontoh,&quot; ucapnya.Saat ini, kata Malia, banyak perempuan yang sudah berjasa bagi nusa dan bangsa. Meski begitu, masih ada kekurangan mereka. &quot;Belum ada sosok perempuan yang bisa menggantikan sosok Kartini atau menjadi Kartini kedua,&quot; ungkapnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Zaman sekarang, anak muda Indonesia enggak perlu bersusah payah memperjuangkan hak kesetaraan. Raden Ajeng Kartini sudah membukakan pintu kesetaraan itu untuk kita. Sekarang, masih banyak yang bisa dilakukan anak muda dalam mengikuti jejak perjuangan Kartini banyak kok. Misalnya, menuntut ilmu setinggi mungkin dan menyejajarkan diri dengan anak muda dunia.Menurut siswi SMAN 1 Pontianak, Malia Leigenda Anggiane, kita juga bisa terus menghargai perjuangan Kartini dalam berbagai bentuk. Tentu saja, dengan tidak membeda-bedakan gender. &quot;Untuk menghargai perjuangannya, kita bisa membuat sebuah komunitas untuk membantu orang-orang yang membutuhkan. Seperti perempuan-perempuan yang membutuhkan, yakni anak-anak kecil yang di panti asuhan perempuan, janda-janda, tunawisma yang sudah hidup susah dan perlu untuk memberikan bantuan. Jadi, mereka mendapatkan hidup yang layak,&quot; papar Malia, saat dihubungi Okezone, Senin (21/4/2014).Bagi Malia, sosok perempuan yang dapat dicontoh dari Kartini masa kini adalah Mantan Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani. &quot;Dia sosok perempuan yang tangguh dan dapat bekerja keras. Dia patut dicontoh,&quot; ucapnya.Saat ini, kata Malia, banyak perempuan yang sudah berjasa bagi nusa dan bangsa. Meski begitu, masih ada kekurangan mereka. &quot;Belum ada sosok perempuan yang bisa menggantikan sosok Kartini atau menjadi Kartini kedua,&quot; ungkapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
