<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Elektabilitas Aburizal Bakrie Cenderung Stagnan</title><description>Peneliti Senior Founding Fathers House Dian Permata menilai elektabilitas Aburizal Bakrie (ARB) cenderung stagnan</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/04/23/568/974577/elektabilitas-aburizal-bakrie-cenderung-stagnan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/04/23/568/974577/elektabilitas-aburizal-bakrie-cenderung-stagnan"/><item><title>Elektabilitas Aburizal Bakrie Cenderung Stagnan</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/04/23/568/974577/elektabilitas-aburizal-bakrie-cenderung-stagnan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/04/23/568/974577/elektabilitas-aburizal-bakrie-cenderung-stagnan</guid><pubDate>Rabu 23 April 2014 14:44 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/04/23/568/974577/kTojzUHeyI.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/04/23/568/974577/kTojzUHeyI.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA - Peneliti Senior Founding Fathers House Dian Permata menilai elektabilitas Aburizal Bakrie (ARB) cenderung stagnan yaitu hanya naik satu persen dan tidak linear dengan perolehan elektabilitas Partai Golkar.&quot;Perolehan elektabilitas Golkar ternyata tidak linear dengan elektabilitas capres ARB,&quot; ujar Dian Permata dalam diskusi &quot;Menebak Arah Angin Parpol Hadapi Pilpres 2014: Diantara Pesimis dan Realistis&quot;, di Jakarta, Rabu (23/4/2014).Menurut dia, secara &quot;head to head&quot; Joko Widodo dan Prabowo Subianto yang angkanya naik signifikan, sedangkan angka elektabilitas ARB cenderung stagnan yaitu cuman naik 1 persen.&quot;Jokowi yang sebelumnya 31,8 menjadi 37,4 persen, Prabowo Subianto dari 11,3 persen menjadi 19,5 persen dan ARB 8,9 naik menjadi 9,3 persen,&quot; ujar dia.Padahal, lanjutnya, Golkar yang paling banyak mempunyai iklan yaitu di medianya sendiri. Itu hampir 1000 slot yang jadi pertanyaan kenapa tidak angkat capres ARB dan Golkar.&quot;Iklan banyak sampai 1000 an tapi elektabilitas Golkar dan capresnya tidak terdongkrak. Kita tahu pada hitung cepat Golkar tempati urutan kedua dengan sekitar 14 persen,&quot; kata dia.Ia mengutarakan perolehan elektabilitas Golkar yang tidak linear dengan elektabilitas capres ARB karena Ical dililit persoalan internal (partai) dan eksternal (elektabilitas).&quot;Historis Ical, kasus lumpur Lapindo, Zalianty effect dan sebagainya. Perolehan elektabilitas ARB tidak linear dengan Golkar sehingga ARB tidak bisa jadi vote getter,&quot; kata dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Peneliti Senior Founding Fathers House Dian Permata menilai elektabilitas Aburizal Bakrie (ARB) cenderung stagnan yaitu hanya naik satu persen dan tidak linear dengan perolehan elektabilitas Partai Golkar.&quot;Perolehan elektabilitas Golkar ternyata tidak linear dengan elektabilitas capres ARB,&quot; ujar Dian Permata dalam diskusi &quot;Menebak Arah Angin Parpol Hadapi Pilpres 2014: Diantara Pesimis dan Realistis&quot;, di Jakarta, Rabu (23/4/2014).Menurut dia, secara &quot;head to head&quot; Joko Widodo dan Prabowo Subianto yang angkanya naik signifikan, sedangkan angka elektabilitas ARB cenderung stagnan yaitu cuman naik 1 persen.&quot;Jokowi yang sebelumnya 31,8 menjadi 37,4 persen, Prabowo Subianto dari 11,3 persen menjadi 19,5 persen dan ARB 8,9 naik menjadi 9,3 persen,&quot; ujar dia.Padahal, lanjutnya, Golkar yang paling banyak mempunyai iklan yaitu di medianya sendiri. Itu hampir 1000 slot yang jadi pertanyaan kenapa tidak angkat capres ARB dan Golkar.&quot;Iklan banyak sampai 1000 an tapi elektabilitas Golkar dan capresnya tidak terdongkrak. Kita tahu pada hitung cepat Golkar tempati urutan kedua dengan sekitar 14 persen,&quot; kata dia.Ia mengutarakan perolehan elektabilitas Golkar yang tidak linear dengan elektabilitas capres ARB karena Ical dililit persoalan internal (partai) dan eksternal (elektabilitas).&quot;Historis Ical, kasus lumpur Lapindo, Zalianty effect dan sebagainya. Perolehan elektabilitas ARB tidak linear dengan Golkar sehingga ARB tidak bisa jadi vote getter,&quot; kata dia.</content:encoded></item></channel></rss>
