<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Status Waspada, Merapi Masih Mengeluarkan Dentuman</title><description>Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi  (BPPTKG) Yogyakarta, Subandriyo, mengatakan, intensitas dentuman di  Gunung Merapi menurun setelah statusnya di naikkan dari Normal menjadi  Waspada pada 29 April 2014.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/05/05/510/980254/status-waspada-merapi-masih-mengeluarkan-dentuman</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/05/05/510/980254/status-waspada-merapi-masih-mengeluarkan-dentuman"/><item><title>Status Waspada, Merapi Masih Mengeluarkan Dentuman</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/05/05/510/980254/status-waspada-merapi-masih-mengeluarkan-dentuman</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/05/05/510/980254/status-waspada-merapi-masih-mengeluarkan-dentuman</guid><pubDate>Senin 05 Mei 2014 14:31 WIB</pubDate><dc:creator>Prabowo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/05/05/510/980254/ZKU5o5nkWC.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/05/05/510/980254/ZKU5o5nkWC.jpg</image><title></title></images><description>YOGYAKARTA - Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Subandriyo, mengatakan, intensitas dentuman di Gunung Merapi menurun setelah statusnya di naikkan dari Normal menjadi Waspada pada 29 April 2014. &quot;Suara dentuman masih terdengar, hanya skalanya menurun sejak kita tetapkan menjadi waspada dari normal dulu,&quot; katanya dikonfirmasi Okezone, Senin (5/5/2014).Dia menjelaskan, suara dentuman paling banyak terjadi pada 29 dan 30 April 2014. Selanjutnya, frekuensi dentuman mulai menurun.&quot;Mulai Minggu sore hingga pukul 06.37 WIB tadi, terdengar suara dentuman dan gemuruh empat kali dari puncak. Tercatat terjadi guguran tujuh kali, tektonik tiga kali, dan low frekuensi empat kali,&quot; paparnya.Dia menambahkan, visual puncak Merapi melalui CCTV Pasarbubrah cenderung cerah hari ini dan tampak awan menyelimuti puncak. &quot;Visual puncak melalui CCTV Pasarbubar cenderung cerah,&quot; tambahnya.Pihaknya mengimbau warga yang tinggal di lereng Merapi tetap waspada. Jangan sampai menimbulkan kepanikan meski mendengar suara dentuman. &quot;Jangan khawatir dengan Merapi, tetap tenang, waspada, dan lakukan aktifitas biasa,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>YOGYAKARTA - Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Subandriyo, mengatakan, intensitas dentuman di Gunung Merapi menurun setelah statusnya di naikkan dari Normal menjadi Waspada pada 29 April 2014. &quot;Suara dentuman masih terdengar, hanya skalanya menurun sejak kita tetapkan menjadi waspada dari normal dulu,&quot; katanya dikonfirmasi Okezone, Senin (5/5/2014).Dia menjelaskan, suara dentuman paling banyak terjadi pada 29 dan 30 April 2014. Selanjutnya, frekuensi dentuman mulai menurun.&quot;Mulai Minggu sore hingga pukul 06.37 WIB tadi, terdengar suara dentuman dan gemuruh empat kali dari puncak. Tercatat terjadi guguran tujuh kali, tektonik tiga kali, dan low frekuensi empat kali,&quot; paparnya.Dia menambahkan, visual puncak Merapi melalui CCTV Pasarbubrah cenderung cerah hari ini dan tampak awan menyelimuti puncak. &quot;Visual puncak melalui CCTV Pasarbubar cenderung cerah,&quot; tambahnya.Pihaknya mengimbau warga yang tinggal di lereng Merapi tetap waspada. Jangan sampai menimbulkan kepanikan meski mendengar suara dentuman. &quot;Jangan khawatir dengan Merapi, tetap tenang, waspada, dan lakukan aktifitas biasa,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
