<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Balita Dipaksa Mengemis dan Disiksa Berhasil Diselamatkan</title><description>Dinas Sosial Provinsi Riau berhasil menyelamatkan seorang balita berusia empat tahun yang disiksa dan dipaksa mengemis.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/05/06/340/980803/balita-dipaksa-mengemis-dan-disiksa-berhasil-diselamatkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/05/06/340/980803/balita-dipaksa-mengemis-dan-disiksa-berhasil-diselamatkan"/><item><title>Balita Dipaksa Mengemis dan Disiksa Berhasil Diselamatkan</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/05/06/340/980803/balita-dipaksa-mengemis-dan-disiksa-berhasil-diselamatkan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/05/06/340/980803/balita-dipaksa-mengemis-dan-disiksa-berhasil-diselamatkan</guid><pubDate>Selasa 06 Mei 2014 13:42 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>PEKANBARU - Dinas Sosial Provinsi Riau berhasil menyelamatkan seorang balita berusia empat tahun yang disiksa dan dipaksa mengemis.&quot;Balita itu berasal dari Sumatera Barat dan pertama kali ditemukan oleh pihak kepolisian pada Minggu (4/5) saat meminta-minta di depan pasar buah Pekanbaru. Setelah dilakukan pendataan selanjutnya dia pada Senin (5/5) diserahkan ke kami,&quot; kata Kepala Bagian Pelayanan Anak dan Lanjut Usia Dinsos Riau, Yosina kepada pers di Pekanbaru, Selasa (6/5/2014).Saat ini balita malang itu dititipkan di rumah perlindungan trauma senter (RPTS) milik Dinas Sosial untuk pemulihan mental atau psikis.Hasil pemeriksaan fisik, kata dia, balita itu diduga sempat mengalami penyiksaan karena di beberapa bagian tubuhnya ada luka memar dan sayat.Sampai saat ini, kata dia, Dinsos masih berusaha mencarikan keberadaan kedua orang tua korban.Karena saat ditemukan, balita tersebut memang seorang diri dan pelaku kejahatan itu diduga merupakan orang yang dikenalnya.&quot;Hanya saja saat ditanyai dia masih dalam kondisi yang belum labil. Namanya juga anak-anak,&quot; kata dia.Namun setelah dibujuk oleh petugas, balita malang itu sempat mengakui kalau sengaja datang dari Sumatera Barat bersama kedua orang tuanya untuk menjadi pengemis di Pekanbaru.Selain balita itu, kata dia, juga ada seorang bocah diduga sebagai kakak kandungnya juga menjadi korban eksploitasi dengan dipekerjakan menjadi pengemis.Menurut dia, kasus eksploitasi terhadap anak di daerah ini bukan merupakan hal baru, karena pada tahun 2013 sudah ada beberapa kali kasus yang sama.&quot;Biasanya anak-anak itu yang menjadi korban memang disuruh mengemis tempat-tempat keramaian seperti di emperan toko dan lampu merah. Cara ini dinilai efektif menghasilkan uang memanfaatkan kepedulian warga kota yang tersentuh nuraninya melihat para bocah dan orang tua miskin,&quot; kata dia.</description><content:encoded>PEKANBARU - Dinas Sosial Provinsi Riau berhasil menyelamatkan seorang balita berusia empat tahun yang disiksa dan dipaksa mengemis.&quot;Balita itu berasal dari Sumatera Barat dan pertama kali ditemukan oleh pihak kepolisian pada Minggu (4/5) saat meminta-minta di depan pasar buah Pekanbaru. Setelah dilakukan pendataan selanjutnya dia pada Senin (5/5) diserahkan ke kami,&quot; kata Kepala Bagian Pelayanan Anak dan Lanjut Usia Dinsos Riau, Yosina kepada pers di Pekanbaru, Selasa (6/5/2014).Saat ini balita malang itu dititipkan di rumah perlindungan trauma senter (RPTS) milik Dinas Sosial untuk pemulihan mental atau psikis.Hasil pemeriksaan fisik, kata dia, balita itu diduga sempat mengalami penyiksaan karena di beberapa bagian tubuhnya ada luka memar dan sayat.Sampai saat ini, kata dia, Dinsos masih berusaha mencarikan keberadaan kedua orang tua korban.Karena saat ditemukan, balita tersebut memang seorang diri dan pelaku kejahatan itu diduga merupakan orang yang dikenalnya.&quot;Hanya saja saat ditanyai dia masih dalam kondisi yang belum labil. Namanya juga anak-anak,&quot; kata dia.Namun setelah dibujuk oleh petugas, balita malang itu sempat mengakui kalau sengaja datang dari Sumatera Barat bersama kedua orang tuanya untuk menjadi pengemis di Pekanbaru.Selain balita itu, kata dia, juga ada seorang bocah diduga sebagai kakak kandungnya juga menjadi korban eksploitasi dengan dipekerjakan menjadi pengemis.Menurut dia, kasus eksploitasi terhadap anak di daerah ini bukan merupakan hal baru, karena pada tahun 2013 sudah ada beberapa kali kasus yang sama.&quot;Biasanya anak-anak itu yang menjadi korban memang disuruh mengemis tempat-tempat keramaian seperti di emperan toko dan lampu merah. Cara ini dinilai efektif menghasilkan uang memanfaatkan kepedulian warga kota yang tersentuh nuraninya melihat para bocah dan orang tua miskin,&quot; kata dia.</content:encoded></item></channel></rss>
