<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tipe-Tipe Pedofil, dari Memberi Permen hingga Membunuh</title><description>Psikiater dari Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Teddy Hidayat, menyebut ada tiga tipe pengidap pedofilia, dari memberikan iming-iming hingga memaksa dan membunuh.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/05/07/527/981527/tipe-tipe-pedofil-dari-memberi-permen-hingga-membunuh</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/05/07/527/981527/tipe-tipe-pedofil-dari-memberi-permen-hingga-membunuh"/><item><title>Tipe-Tipe Pedofil, dari Memberi Permen hingga Membunuh</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/05/07/527/981527/tipe-tipe-pedofil-dari-memberi-permen-hingga-membunuh</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/05/07/527/981527/tipe-tipe-pedofil-dari-memberi-permen-hingga-membunuh</guid><pubDate>Rabu 07 Mei 2014 22:21 WIB</pubDate><dc:creator>Oris Riswan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/05/07/527/981527/CsH1z2Fdy5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Teddy Hidayat (Foto: Oris/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/05/07/527/981527/CsH1z2Fdy5.jpg</image><title>Teddy Hidayat (Foto: Oris/Okezone)</title></images><description>BANDUNG - Psikiater dari Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Teddy Hidayat, menyebut ada tiga tipe pengidap pedofilia, dari memberikan iming-iming hingga memaksa dan membunuh.&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Pertama adalah immature pedofilia.&amp;nbsp;&amp;ldquo;Tipe immature pedofilia yang ini, dia tidak bergaul dengan orang dewasa,&amp;rdquo; jelas Teddy dalam diskusi di RSHS, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (7/5/2014).
&amp;nbsp;
Ia melanjutkan, ruang lingkup pergaulan pengidap immature pedofilia terbatas. Dalam melancarkan aksinya, pelaku tipe ini membujuk rayu para korban. &amp;ldquo;Misalnya memberi permen atau mengajak main game,&amp;rdquo; ungkapnya.
&amp;nbsp;
Tipe kedua, sambung dia, regresi pedofilia. Pengidap pedofilia tipe ini biasanya memiliki pasangan, seperti istri. Namun di saat bersamaan, yang bersangkutan juga memiliki hasrat seksual terhadap anak kecil.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Tipe seperti ini biasanya enggak pakai iming-iming, langsung sikat, paksa,&amp;rdquo; ucapnya.
&amp;nbsp;
Untuk tipe regresi pedofilia, biasanya istrinya hanya sekadar jadi 'pajangan'. &amp;ldquo;Gairah seks (dengan istrinya) tidak muncul. Ia munculnya dengan anak kecil,&amp;rdquo; jelasnya.
&amp;nbsp;
Tipe terakhir adalah reagresif pedofilia. Ini termasuk karakter pedofilia mengerikan. &amp;ldquo;Selain pedofil, ia juga antisosial. Habis melakukan, korbannya dibunuh,&amp;rdquo; tuturnya.
&amp;nbsp;
Teddy mengaku belum mengetahui pasti penyebab seseorang bisa menjadi pedofilia. Namun berdasarkan literatur yang ada, para ahli cenderung melihat pengidap pedofilia memiliki pengalaman kekerasan seksual saat masih anak-anak.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Menurut para ahli, ini yang pengaruhnya paling besar,&amp;rdquo; tandasnya.</description><content:encoded>BANDUNG - Psikiater dari Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Teddy Hidayat, menyebut ada tiga tipe pengidap pedofilia, dari memberikan iming-iming hingga memaksa dan membunuh.&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Pertama adalah immature pedofilia.&amp;nbsp;&amp;ldquo;Tipe immature pedofilia yang ini, dia tidak bergaul dengan orang dewasa,&amp;rdquo; jelas Teddy dalam diskusi di RSHS, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (7/5/2014).
&amp;nbsp;
Ia melanjutkan, ruang lingkup pergaulan pengidap immature pedofilia terbatas. Dalam melancarkan aksinya, pelaku tipe ini membujuk rayu para korban. &amp;ldquo;Misalnya memberi permen atau mengajak main game,&amp;rdquo; ungkapnya.
&amp;nbsp;
Tipe kedua, sambung dia, regresi pedofilia. Pengidap pedofilia tipe ini biasanya memiliki pasangan, seperti istri. Namun di saat bersamaan, yang bersangkutan juga memiliki hasrat seksual terhadap anak kecil.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Tipe seperti ini biasanya enggak pakai iming-iming, langsung sikat, paksa,&amp;rdquo; ucapnya.
&amp;nbsp;
Untuk tipe regresi pedofilia, biasanya istrinya hanya sekadar jadi 'pajangan'. &amp;ldquo;Gairah seks (dengan istrinya) tidak muncul. Ia munculnya dengan anak kecil,&amp;rdquo; jelasnya.
&amp;nbsp;
Tipe terakhir adalah reagresif pedofilia. Ini termasuk karakter pedofilia mengerikan. &amp;ldquo;Selain pedofil, ia juga antisosial. Habis melakukan, korbannya dibunuh,&amp;rdquo; tuturnya.
&amp;nbsp;
Teddy mengaku belum mengetahui pasti penyebab seseorang bisa menjadi pedofilia. Namun berdasarkan literatur yang ada, para ahli cenderung melihat pengidap pedofilia memiliki pengalaman kekerasan seksual saat masih anak-anak.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Menurut para ahli, ini yang pengaruhnya paling besar,&amp;rdquo; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
