<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kaya Berkat Koleksi Radio Kuno</title><description>Berawal dari merawat radio kuno peninggalan neneknya dia akhirnya  keranjingan mengoleksi perangkat elektronik pemutar musik dan radio  kuno.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/05/10/524/983052/kaya-berkat-koleksi-radio-kuno</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/05/10/524/983052/kaya-berkat-koleksi-radio-kuno"/><item><title>Kaya Berkat Koleksi Radio Kuno</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/05/10/524/983052/kaya-berkat-koleksi-radio-kuno</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/05/10/524/983052/kaya-berkat-koleksi-radio-kuno</guid><pubDate>Sabtu 10 Mei 2014 14:11 WIB</pubDate><dc:creator>Deny Irwansyah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/05/10/524/983052/8YgvWLFIcc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. Pengrajin menata radio kayu digital yang siap dipasarkan di industri radio Yailahi Wooden Digital Radio. (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/05/10/524/983052/8YgvWLFIcc.jpg</image><title>Ilustrasi. Pengrajin menata radio kayu digital yang siap dipasarkan di industri radio Yailahi Wooden Digital Radio. (Foto: Antara)</title></images><description>MALANG - Hobi Muhammad Cholil mengoleksi barang-barang kuno mampu mendatangkan uang. Berawal dari merawat radio kuno peninggalan neneknya dia akhirnya keranjingan mengoleksi perangkat elektronik pemutar musik dan radio kuno.
&amp;nbsp;
Hasilnya, kini pemuda asal Malang, Jawa Timur tersebut menjadi jutawan. Sebanyak 118 unit radio dan pemutar musik kuno miliknya diburu kolektor dunia.
&amp;nbsp;
Hobi Cholil memang tidak murah. Namun berkat keuletannya berburu barang kuno hingga ke pelosok negeri akhirnya dia mampu memiliki koleksi benda-benda tersebut. Barang yang didapatnya memang tak selamanya dalam kondisi bagus, namun dengan sentuhan tangannya semua berubah menjadi barang bernilai jual tinggi.
&amp;nbsp;
Kini koleksi 118 unit radio kuno miliknya disimpan rapi di rumahnya di jalan Ir Rais, Kota Malang yang sudah berubah menjadi galeri barang antik bernama Bangho Antique Collection.
&amp;nbsp;
Radio dan pemutar musik kuno dan antik yang paling diburu milik Cholil adalah keluaran tahun 1800 hingga tahun 1900-an. Di antaranya radio tabung, original FM AM merek Philips Bi Ampli tahun 1942 buatan Belanda. Kemudian Radio Philips BX 569A tahun 1938, dan radio Zenith tahun 1938 buatan Amerika.
&amp;nbsp;
Selain radio antik, Cholil juga mengoleksi phonograph kuno merek Thomas Alfa Edison yang diproduksi di Amerika pada tahun 1827 dan phonograph merek Phate buatan Prancis yang diproduksi tahun 1885.
&amp;nbsp;
Barang-barang antik ini didapatkan Cholil dengan harga murah. Paling mahal dia beli Rp16 juta. Kini barang-barang ini ditaksir kolektor mencapai harga Rp75 juta-an. Pelanggan Cholil tak hanya dari kalangan dalam negeri. Para pembeli dari Eropa juga sudah beberapa kali menyambangi galerinya dan membeli beberapa barang koleksi.</description><content:encoded>MALANG - Hobi Muhammad Cholil mengoleksi barang-barang kuno mampu mendatangkan uang. Berawal dari merawat radio kuno peninggalan neneknya dia akhirnya keranjingan mengoleksi perangkat elektronik pemutar musik dan radio kuno.
&amp;nbsp;
Hasilnya, kini pemuda asal Malang, Jawa Timur tersebut menjadi jutawan. Sebanyak 118 unit radio dan pemutar musik kuno miliknya diburu kolektor dunia.
&amp;nbsp;
Hobi Cholil memang tidak murah. Namun berkat keuletannya berburu barang kuno hingga ke pelosok negeri akhirnya dia mampu memiliki koleksi benda-benda tersebut. Barang yang didapatnya memang tak selamanya dalam kondisi bagus, namun dengan sentuhan tangannya semua berubah menjadi barang bernilai jual tinggi.
&amp;nbsp;
Kini koleksi 118 unit radio kuno miliknya disimpan rapi di rumahnya di jalan Ir Rais, Kota Malang yang sudah berubah menjadi galeri barang antik bernama Bangho Antique Collection.
&amp;nbsp;
Radio dan pemutar musik kuno dan antik yang paling diburu milik Cholil adalah keluaran tahun 1800 hingga tahun 1900-an. Di antaranya radio tabung, original FM AM merek Philips Bi Ampli tahun 1942 buatan Belanda. Kemudian Radio Philips BX 569A tahun 1938, dan radio Zenith tahun 1938 buatan Amerika.
&amp;nbsp;
Selain radio antik, Cholil juga mengoleksi phonograph kuno merek Thomas Alfa Edison yang diproduksi di Amerika pada tahun 1827 dan phonograph merek Phate buatan Prancis yang diproduksi tahun 1885.
&amp;nbsp;
Barang-barang antik ini didapatkan Cholil dengan harga murah. Paling mahal dia beli Rp16 juta. Kini barang-barang ini ditaksir kolektor mencapai harga Rp75 juta-an. Pelanggan Cholil tak hanya dari kalangan dalam negeri. Para pembeli dari Eropa juga sudah beberapa kali menyambangi galerinya dan membeli beberapa barang koleksi.</content:encoded></item></channel></rss>
