<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Debat Bahasa Jawa? Mahasiswa Unnes Jagonya</title><description>Berdebat secara intelektual dengan menggunakan bahasa Inggris sudah  biasa, apalagi jika kita memakai bahasa Indonesia. Namun apa jadinya  bila &quot;perdebatan&quot; itu dilakukan dengan menggunakan bahasa Jawa? Seru  pastinya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/05/11/373/983320/debat-bahasa-jawa-mahasiswa-unnes-jagonya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/05/11/373/983320/debat-bahasa-jawa-mahasiswa-unnes-jagonya"/><item><title>Debat Bahasa Jawa? Mahasiswa Unnes Jagonya</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/05/11/373/983320/debat-bahasa-jawa-mahasiswa-unnes-jagonya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/05/11/373/983320/debat-bahasa-jawa-mahasiswa-unnes-jagonya</guid><pubDate>Minggu 11 Mei 2014 13:12 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/05/11/373/983320/HQHVhwWYj2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mahasiswa Unnes berdebat dalam bahasa Jawa. (Foto: dokumentasi Unnes)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/05/11/373/983320/HQHVhwWYj2.jpg</image><title>Mahasiswa Unnes berdebat dalam bahasa Jawa. (Foto: dokumentasi Unnes)</title></images><description>JAKARTA - Berdebat secara intelektual dengan menggunakan bahasa Inggris sudah biasa, apalagi jika kita memakai bahasa Indonesia. Namun apa jadinya bila &quot;perdebatan&quot; itu dilakukan dengan menggunakan bahasa Jawa? Seru pastinya.Ya, mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang (FBS Unnes) menjadi jawara lomba debat berbahasa Jawa tingkat nasional di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).Melansir laman Unnes, Minggu (11/5/2014), delapan perguruan tinggi beken se-Indonesia tercatat mengikuti lomba ini. Mereka adalah Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Brawijaya Malang, Universitas Negeri Surabaya, dan Unnes.Unnes pun mengirimkan dua tim debat mereka. Uniknya, kedua tim ini bertemu di babak final setelah sebelumnya menyisihkan lawan di babak penyisihan semifinal. Juara I diraih oleh tim Puji Purwanto, Victory Arrofiq, dan Uri Pradnasari. Sedangkan juara II didapat Heri Purnomo, Guruh Tri Utomo, dan Dani Ardiawan.Adapun dalam lomba debat ini, mereka dituntut menyampaikan argumen secara runtut, logis, dan sesuai dengan tema. Serta pastinya, harus menggunakan bahasa Jawa ragam krama alus dengan konsisten.Lucunya, sesekali kata-kata bahasa Indonesia tak luput dari pengucapan mereka. Namun, hal tersebut lumrah, karena semua tim juga mengalami hal yang sama.&quot;Melalui latihan dan pendampingan, persiapan dilakukan intensif sebulan sebelum pelaksanaan,&quot; tutur dosen Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa yang menjadi pendamping tim lomba Unnes, Ucik Fuadhiyah.</description><content:encoded>JAKARTA - Berdebat secara intelektual dengan menggunakan bahasa Inggris sudah biasa, apalagi jika kita memakai bahasa Indonesia. Namun apa jadinya bila &quot;perdebatan&quot; itu dilakukan dengan menggunakan bahasa Jawa? Seru pastinya.Ya, mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang (FBS Unnes) menjadi jawara lomba debat berbahasa Jawa tingkat nasional di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).Melansir laman Unnes, Minggu (11/5/2014), delapan perguruan tinggi beken se-Indonesia tercatat mengikuti lomba ini. Mereka adalah Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Brawijaya Malang, Universitas Negeri Surabaya, dan Unnes.Unnes pun mengirimkan dua tim debat mereka. Uniknya, kedua tim ini bertemu di babak final setelah sebelumnya menyisihkan lawan di babak penyisihan semifinal. Juara I diraih oleh tim Puji Purwanto, Victory Arrofiq, dan Uri Pradnasari. Sedangkan juara II didapat Heri Purnomo, Guruh Tri Utomo, dan Dani Ardiawan.Adapun dalam lomba debat ini, mereka dituntut menyampaikan argumen secara runtut, logis, dan sesuai dengan tema. Serta pastinya, harus menggunakan bahasa Jawa ragam krama alus dengan konsisten.Lucunya, sesekali kata-kata bahasa Indonesia tak luput dari pengucapan mereka. Namun, hal tersebut lumrah, karena semua tim juga mengalami hal yang sama.&quot;Melalui latihan dan pendampingan, persiapan dilakukan intensif sebulan sebelum pelaksanaan,&quot; tutur dosen Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa yang menjadi pendamping tim lomba Unnes, Ucik Fuadhiyah.</content:encoded></item></channel></rss>
