<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Waduh... Bocah di Lereng Lawu Lecehkan 8 Temannya</title><description>Entah apa yang ada di benak D (7) hingga nekat melakukan pelecehan  seksual terhadap delapan bocah seusianya. Parahnya, para korban masih  tergolong kerabatnya sendiri.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/05/13/511/983833/waduh-bocah-di-lereng-lawu-lecehkan-8-temannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/05/13/511/983833/waduh-bocah-di-lereng-lawu-lecehkan-8-temannya"/><item><title>Waduh... Bocah di Lereng Lawu Lecehkan 8 Temannya</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/05/13/511/983833/waduh-bocah-di-lereng-lawu-lecehkan-8-temannya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/05/13/511/983833/waduh-bocah-di-lereng-lawu-lecehkan-8-temannya</guid><pubDate>Selasa 13 Mei 2014 00:09 WIB</pubDate><dc:creator>Bramantyo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/05/12/511/983833/zfCtA6p5Qf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi pencabulan</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/05/12/511/983833/zfCtA6p5Qf.jpg</image><title>Ilustrasi pencabulan</title></images><description>KARANGANYAR - Entah apa yang ada di benak D (7) hingga nekat melakukan pelecehan seksual terhadap delapan bocah seusianya. Parahnya, para korban masih tergolong kerabatnya sendiri.Peristiwa ini terkuak saat salah satu korban ketahuan guru sekolah mempraktikkan gerakan mirip orang dewasa yakni bersanggama pada Sabtu 10 Mei. Melihat hal tersebut, sang guru SD itu menanyakan kepada bocah dari mana gerakan itu.Dengan lugu, siswa yang masih duduk di kelas tiga dan empat sekolah dasar itu menceritakan kejadian tersebut. Tidak hanya itu, dia juga menceritakan siapa saja teman-temannya yang menjadi korban.&amp;ldquo;Dari keterangan tersebut, sedikitnya D telah mencabuli bocah lainnya yakni enam laki-laki dan dua perempuan,&amp;rdquo; kata Kepala Dusun Jabalkanil, Narno, Senin (12/5/2014).&quot;Infonya semuanya masih satu kerabat dengan D, dan semua korban masih duduk di bangku SD. Saya tidak tahu pasti bagaimana kelanjutannya, namun infonya karena masih kerabat, diselesaikan secara kekeluargaan,&quot; tutur Narno.Menurut dia, D tinggal bersama Kar, kakeknya, sejak dua tahun silam. Orangtua D ada di Jakarta dan sengaja dititipkan di Tawangmangu.Sementara itu, D melancarkan aksinya dengan modus mengiming-imingi mainan dan mengancam akan menghajar apabila menolak keinginannya.&amp;ldquo;Tiap korban mengaku disanggama lebih dari sekali di rumah pelaku. Ada yang mengaku sampai lima kali juga delapan kali. Semuanya dilakukan di kamar kakek neneknya,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>KARANGANYAR - Entah apa yang ada di benak D (7) hingga nekat melakukan pelecehan seksual terhadap delapan bocah seusianya. Parahnya, para korban masih tergolong kerabatnya sendiri.Peristiwa ini terkuak saat salah satu korban ketahuan guru sekolah mempraktikkan gerakan mirip orang dewasa yakni bersanggama pada Sabtu 10 Mei. Melihat hal tersebut, sang guru SD itu menanyakan kepada bocah dari mana gerakan itu.Dengan lugu, siswa yang masih duduk di kelas tiga dan empat sekolah dasar itu menceritakan kejadian tersebut. Tidak hanya itu, dia juga menceritakan siapa saja teman-temannya yang menjadi korban.&amp;ldquo;Dari keterangan tersebut, sedikitnya D telah mencabuli bocah lainnya yakni enam laki-laki dan dua perempuan,&amp;rdquo; kata Kepala Dusun Jabalkanil, Narno, Senin (12/5/2014).&quot;Infonya semuanya masih satu kerabat dengan D, dan semua korban masih duduk di bangku SD. Saya tidak tahu pasti bagaimana kelanjutannya, namun infonya karena masih kerabat, diselesaikan secara kekeluargaan,&quot; tutur Narno.Menurut dia, D tinggal bersama Kar, kakeknya, sejak dua tahun silam. Orangtua D ada di Jakarta dan sengaja dititipkan di Tawangmangu.Sementara itu, D melancarkan aksinya dengan modus mengiming-imingi mainan dan mengancam akan menghajar apabila menolak keinginannya.&amp;ldquo;Tiap korban mengaku disanggama lebih dari sekali di rumah pelaku. Ada yang mengaku sampai lima kali juga delapan kali. Semuanya dilakukan di kamar kakek neneknya,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
