<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PM Turki Enggan Disalahkan Terkait Ledakan Tambang</title><description>Para pengunjuk rasa serang mobil Perdana Menteri Turki Recep Tayyip  Erdogan. Dalam keterangannya, Erdogan enggan disalahkan atas ledakan tambang batu bara di Soma.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/05/15/412/985290/pm-turki-enggan-disalahkan-terkait-ledakan-tambang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/05/15/412/985290/pm-turki-enggan-disalahkan-terkait-ledakan-tambang"/><item><title>PM Turki Enggan Disalahkan Terkait Ledakan Tambang</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/05/15/412/985290/pm-turki-enggan-disalahkan-terkait-ledakan-tambang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/05/15/412/985290/pm-turki-enggan-disalahkan-terkait-ledakan-tambang</guid><pubDate>Kamis 15 Mei 2014 11:37 WIB</pubDate><dc:creator>Angga Mahaputra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/05/15/412/985290/VZ4WxLh1oR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mobil PM Turki yang diserang (Foto: Sky News)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/05/15/412/985290/VZ4WxLh1oR.jpg</image><title>Mobil PM Turki yang diserang (Foto: Sky News)</title></images><description>ISTANBUL &amp;ndash; Para pengunjuk rasa serang mobil Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan. Dalam keterangannya, Erdogan enggan disalahkan atas ledakan tambang batu bara di Soma.Serangan tersebut terjadi ketika Erdogan bersama iringannya mengunjungi lokasi tambang di Soma.Erdogan pun dipaksa mencari perlindungan di sebuah supermarket yang dikeliling oleh polisi setempat. Menurut informasi Erdogan dituduh mengabaikan peringatan keselamatan para pekerja di tambang batu bara tersebut.&amp;ldquo;Kecelakaan tambang tidak hanya terjadi di Turki. Hal itu juga terjadi di banyak negara seperti Amerika Serikat, China, Prancis, India, dan Belgia,&amp;rdquo; tutur Erdogan, seperti dikutip Sky News, Kamis (15/5/2014).&quot;Jumlah korban tewas pekerja tambang tersebut jauh lebih baik dari pada negara lain,&quot; lanjutnya. Erdogan dituduh sebagai seorang pembunuh dan pencuri oleh pengunjuk rasa. Mereka juga meminta Erdogan mengundurkan diri dari jabatannya.Pasca insiden tersebut Turki menetapkan hari berkabung nasional selama tiga hari dengan menurunkan bendera setengah tiang. Saat ini para pekerja masih terjebak sekira dua kilometer (km) di bawah permukaan.Korban tewas akibat ledakan yang terjadi di tambang Soma dilaporkan mencapai 274 jiwa. Menurut pihak serikat, privatisasi yang dilakukan terhadap sektor pertambangan, telah membuat kondisi tambang menjadi berbahaya.</description><content:encoded>ISTANBUL &amp;ndash; Para pengunjuk rasa serang mobil Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan. Dalam keterangannya, Erdogan enggan disalahkan atas ledakan tambang batu bara di Soma.Serangan tersebut terjadi ketika Erdogan bersama iringannya mengunjungi lokasi tambang di Soma.Erdogan pun dipaksa mencari perlindungan di sebuah supermarket yang dikeliling oleh polisi setempat. Menurut informasi Erdogan dituduh mengabaikan peringatan keselamatan para pekerja di tambang batu bara tersebut.&amp;ldquo;Kecelakaan tambang tidak hanya terjadi di Turki. Hal itu juga terjadi di banyak negara seperti Amerika Serikat, China, Prancis, India, dan Belgia,&amp;rdquo; tutur Erdogan, seperti dikutip Sky News, Kamis (15/5/2014).&quot;Jumlah korban tewas pekerja tambang tersebut jauh lebih baik dari pada negara lain,&quot; lanjutnya. Erdogan dituduh sebagai seorang pembunuh dan pencuri oleh pengunjuk rasa. Mereka juga meminta Erdogan mengundurkan diri dari jabatannya.Pasca insiden tersebut Turki menetapkan hari berkabung nasional selama tiga hari dengan menurunkan bendera setengah tiang. Saat ini para pekerja masih terjebak sekira dua kilometer (km) di bawah permukaan.Korban tewas akibat ledakan yang terjadi di tambang Soma dilaporkan mencapai 274 jiwa. Menurut pihak serikat, privatisasi yang dilakukan terhadap sektor pertambangan, telah membuat kondisi tambang menjadi berbahaya.</content:encoded></item></channel></rss>
