<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>SBY: Rakyat Sudah Tak Berharap Demokrat Pimpin Indonesia</title><description>Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)  menyadari jika rakyat Indonesia sudah tidak lagi menaruh harapan kepada  partai berlambang bintang mercy itu untuk memimpin pemerintahan periode  2014-2019.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/05/16/567/986002/sby-rakyat-sudah-tak-berharap-demokrat-pimpin-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/05/16/567/986002/sby-rakyat-sudah-tak-berharap-demokrat-pimpin-indonesia"/><item><title>SBY: Rakyat Sudah Tak Berharap Demokrat Pimpin Indonesia</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/05/16/567/986002/sby-rakyat-sudah-tak-berharap-demokrat-pimpin-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/05/16/567/986002/sby-rakyat-sudah-tak-berharap-demokrat-pimpin-indonesia</guid><pubDate>Jum'at 16 Mei 2014 18:14 WIB</pubDate><dc:creator>Arief Setyadi </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/05/16/567/986002/ylpPuS25Tq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/05/16/567/986002/ylpPuS25Tq.jpg</image><title>Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyadari jika rakyat Indonesia sudah tidak lagi menaruh harapan kepada partai berlambang bintang mercy itu untuk memimpin pemerintahan periode 2014&amp;ndash;2019.
&amp;nbsp;
SBY mengatakan, hasil perolehan suara partainya di Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 hanya 10 persen dan tidak mungkin untuk mengusung capres sendiri.
&amp;nbsp;
&quot;Barangkali rakyat untuk kali ini lebih harapkan partai lain untuk maju sebagai capres untuk jadi pemimpin mereka,&quot; katanya saat menyampaikan hasil konvensi capres di Kantor DPP Partai Demokrat, Salemba, Jakarta Pusat, Jumat (16/5/2014).
&amp;nbsp;
Perolehan 10 persen, sambung SBY, tentu sangat berbeda dengan perolehan pada Pemilu 2004 dan 2009. Ketika itu partai ini bisa mengusung capres sendiri.
&amp;nbsp;
SBY mengaku sering mendapat pesan dari masyarakat agar mencarikan capres alternatif untuk menyaingi capres dari PDIP Joko Widodo (Jokowi) dan capres dari Partai Gerindra Prabowo Subianto.
&amp;nbsp;
&quot;Tolong Pak SBY cari capres alternatif,&quot; ungkapnya mengutip pesan rakyat.
&amp;nbsp;
Namun dengan perolehan suara yang tidak signifikan, maka ada keterbatasan untuk mengusung capres sendiri, kendati Partai Demokrat memiliki capres unggulan.
&amp;nbsp;</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyadari jika rakyat Indonesia sudah tidak lagi menaruh harapan kepada partai berlambang bintang mercy itu untuk memimpin pemerintahan periode 2014&amp;ndash;2019.
&amp;nbsp;
SBY mengatakan, hasil perolehan suara partainya di Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 hanya 10 persen dan tidak mungkin untuk mengusung capres sendiri.
&amp;nbsp;
&quot;Barangkali rakyat untuk kali ini lebih harapkan partai lain untuk maju sebagai capres untuk jadi pemimpin mereka,&quot; katanya saat menyampaikan hasil konvensi capres di Kantor DPP Partai Demokrat, Salemba, Jakarta Pusat, Jumat (16/5/2014).
&amp;nbsp;
Perolehan 10 persen, sambung SBY, tentu sangat berbeda dengan perolehan pada Pemilu 2004 dan 2009. Ketika itu partai ini bisa mengusung capres sendiri.
&amp;nbsp;
SBY mengaku sering mendapat pesan dari masyarakat agar mencarikan capres alternatif untuk menyaingi capres dari PDIP Joko Widodo (Jokowi) dan capres dari Partai Gerindra Prabowo Subianto.
&amp;nbsp;
&quot;Tolong Pak SBY cari capres alternatif,&quot; ungkapnya mengutip pesan rakyat.
&amp;nbsp;
Namun dengan perolehan suara yang tidak signifikan, maka ada keterbatasan untuk mengusung capres sendiri, kendati Partai Demokrat memiliki capres unggulan.
&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
