<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bangladesh Hentikan Pencarian Korban Kapal Feri</title><description>Tim penyelamat hentikan pencarian setelah&amp;nbsp; 40 korban tewas kapal feri  Bangladesh ditemukan.&amp;nbsp; Penghentian tersebut disampaikan oleh Kepala  Otoritas Transportasi Air Bangladesh , Shamsuddoha Khandaker.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/05/17/413/986276/bangladesh-hentikan-pencarian-korban-kapal-feri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/05/17/413/986276/bangladesh-hentikan-pencarian-korban-kapal-feri"/><item><title>Bangladesh Hentikan Pencarian Korban Kapal Feri</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/05/17/413/986276/bangladesh-hentikan-pencarian-korban-kapal-feri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/05/17/413/986276/bangladesh-hentikan-pencarian-korban-kapal-feri</guid><pubDate>Sabtu 17 Mei 2014 18:13 WIB</pubDate><dc:creator>Angga Mahaputra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/05/17/413/986276/xKQbpXyWwJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Warga Bangladesh tunggu proses pencarian korban (Foto: AFP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/05/17/413/986276/xKQbpXyWwJ.jpg</image><title>Warga Bangladesh tunggu proses pencarian korban (Foto: AFP)</title></images><description>MUNSHIGANJ &amp;ndash; Tim penyelamat hentikan pencarian setelah&amp;nbsp; 40 korban tewas kapal feri Bangladesh ditemukan.&amp;nbsp; Penghentian tersebut disampaikan oleh Kepala Otoritas Transportasi Air Bangladesh , Shamsuddoha Khandaker.&amp;ldquo;Kami hentikan pencarian setelah kapal ditarik ketepian dan kami tidak menemukan mayat.&amp;nbsp; Secara total, tim penyelamat kami menemukan 40 mayat,&amp;rdquo; tuturnya demikian yang dilansir Washington Post, Jumat (17/5/2014). Penghentian tersebut akhirnya memicu kemarahan para keluarga penumpang. Salah satu keluarga penumpang Mohammad Moniruzzaman pun bertanya-tanya atas tindakan yang di ambil oleh pemerintah.&amp;ldquo;Saya kehilangan saudara saya, dimana dia? Mengapa pemerintah berhenti mencari ?,&amp;rdquo; ungkapnya.Saat ini para keluarga penumpang masih berkumpul di tepi sungai Meghna yang terletak dekat lokasi tenggelamnya kapal feri MV Miraz - 4. Lokman Hossain salah satu orang yang dilaporkan kehilangan adiknya saat insiden tersebut terjadi.&amp;nbsp; Dia pun menangis karena sejak kemarin belum juga mengetahui keberadaan adiknya. Menurut laporan diprediksi para penumpang berkumpul di bawah dek kapal saat berupaya berlindung dari badai.</description><content:encoded>MUNSHIGANJ &amp;ndash; Tim penyelamat hentikan pencarian setelah&amp;nbsp; 40 korban tewas kapal feri Bangladesh ditemukan.&amp;nbsp; Penghentian tersebut disampaikan oleh Kepala Otoritas Transportasi Air Bangladesh , Shamsuddoha Khandaker.&amp;ldquo;Kami hentikan pencarian setelah kapal ditarik ketepian dan kami tidak menemukan mayat.&amp;nbsp; Secara total, tim penyelamat kami menemukan 40 mayat,&amp;rdquo; tuturnya demikian yang dilansir Washington Post, Jumat (17/5/2014). Penghentian tersebut akhirnya memicu kemarahan para keluarga penumpang. Salah satu keluarga penumpang Mohammad Moniruzzaman pun bertanya-tanya atas tindakan yang di ambil oleh pemerintah.&amp;ldquo;Saya kehilangan saudara saya, dimana dia? Mengapa pemerintah berhenti mencari ?,&amp;rdquo; ungkapnya.Saat ini para keluarga penumpang masih berkumpul di tepi sungai Meghna yang terletak dekat lokasi tenggelamnya kapal feri MV Miraz - 4. Lokman Hossain salah satu orang yang dilaporkan kehilangan adiknya saat insiden tersebut terjadi.&amp;nbsp; Dia pun menangis karena sejak kemarin belum juga mengetahui keberadaan adiknya. Menurut laporan diprediksi para penumpang berkumpul di bawah dek kapal saat berupaya berlindung dari badai.</content:encoded></item></channel></rss>
