<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tahun Depan Mau Lulus UN? Nih Simak Tipnya</title><description>Kepala Sekolah SMA Kanisius Jakarta, Romo J. Heru Hendarto, SJ  memberikan tips-tipsnya untuk ujian nasional (UN) tahun depan agar tetap  bertahan di posisi tingkat pertama. Tips yang bisa Romo katakan yakni  bertekun dalam pendampingan anak-anak.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/05/21/560/987739/tahun-depan-mau-lulus-un-nih-simak-tipnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/05/21/560/987739/tahun-depan-mau-lulus-un-nih-simak-tipnya"/><item><title>Tahun Depan Mau Lulus UN? Nih Simak Tipnya</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/05/21/560/987739/tahun-depan-mau-lulus-un-nih-simak-tipnya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/05/21/560/987739/tahun-depan-mau-lulus-un-nih-simak-tipnya</guid><pubDate>Rabu 21 Mei 2014 00:07 WIB</pubDate><dc:creator>Rachmad Faisal Harahap</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/05/20/560/987739/OAlj1vjHdi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi peserta UN. (Foto: Arif Julianto/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/05/20/560/987739/OAlj1vjHdi.jpg</image><title>Ilustrasi peserta UN. (Foto: Arif Julianto/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kepala Sekolah SMA Kanisius Jakarta, Romo J. Heru Hendarto, SJ memberikan tips-tipsnya untuk ujian nasional (UN) tahun depan agar tetap bertahan di posisi tingkat pertama. Tips yang bisa Romo katakan yakni bertekun dalam pendampingan anak-anak.&quot;Intinya adalah ketekunan, ketika para pendidik tidak bertekun lalu mengikuti anak yang mungkin menuruti kemanjaan murid, hasilnya tidak maksimal,&quot; ujarnya saat berbincang dengan Okezone, Selasa, 20 Mei 2014.Dijelaskan dia, tekun itu mengandalkan kedisiplinan. Selain itu, ketekunan juga menandakan bahwa kita mempunyai arah yang jelas bagaimana mendampingi anak-anak yang punya talenta-talenta yang hebat dari Tuhan untuk diasah. Para murid ini pun harus tumbuh dan berkembang secara holistik.&quot;Maka dalam ketekunan itu juga, saya lebih cenderung dinamika pendidikan di sekolah itu tidak hanya unsur kognitif, tetapi juga psikomotorik dari berbagai macam kegiatan, mereka juga perlu didampingi juga,&quot; ucapnya.Dari sisi afektif, kata Romo, bagaimana anak-anak lebih ditumbuhkan kesadaran bahwa mereka harus diajak untuk menentukan pilihan-pilihan hidup yang benar dan baik. Di sini, tambah dia, kejujuran adalah penting.&quot;Sekali anak itu menyontek di SMA Kanisius, dia akan dikeluarkan. Anak-anak semua sudah paham, bagi mereka menyontek itu alergi, tidak ada yang berani, mereka sangat-sangat berusaha keras bisa atau tidak bisa adalah melewati kejujuran, ini soal afektif,&quot; ungkapnya.Romo menambahkan, tekun merupakan satu kunci yang membuat dirinya boleh mengantar anak-anak menjadi seorang leader atau calon-calon pemimpin ke depan, di mana menjadi seorang pemimpin harus kompeten.&quot;Tetapi juga harus memiliki kejernihan hati nurani, di mana korupsi sekarang ini menjadi sungguh-sungguh musuh bersama yang memang harus kita perangi betul,&quot; pungkas dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Kepala Sekolah SMA Kanisius Jakarta, Romo J. Heru Hendarto, SJ memberikan tips-tipsnya untuk ujian nasional (UN) tahun depan agar tetap bertahan di posisi tingkat pertama. Tips yang bisa Romo katakan yakni bertekun dalam pendampingan anak-anak.&quot;Intinya adalah ketekunan, ketika para pendidik tidak bertekun lalu mengikuti anak yang mungkin menuruti kemanjaan murid, hasilnya tidak maksimal,&quot; ujarnya saat berbincang dengan Okezone, Selasa, 20 Mei 2014.Dijelaskan dia, tekun itu mengandalkan kedisiplinan. Selain itu, ketekunan juga menandakan bahwa kita mempunyai arah yang jelas bagaimana mendampingi anak-anak yang punya talenta-talenta yang hebat dari Tuhan untuk diasah. Para murid ini pun harus tumbuh dan berkembang secara holistik.&quot;Maka dalam ketekunan itu juga, saya lebih cenderung dinamika pendidikan di sekolah itu tidak hanya unsur kognitif, tetapi juga psikomotorik dari berbagai macam kegiatan, mereka juga perlu didampingi juga,&quot; ucapnya.Dari sisi afektif, kata Romo, bagaimana anak-anak lebih ditumbuhkan kesadaran bahwa mereka harus diajak untuk menentukan pilihan-pilihan hidup yang benar dan baik. Di sini, tambah dia, kejujuran adalah penting.&quot;Sekali anak itu menyontek di SMA Kanisius, dia akan dikeluarkan. Anak-anak semua sudah paham, bagi mereka menyontek itu alergi, tidak ada yang berani, mereka sangat-sangat berusaha keras bisa atau tidak bisa adalah melewati kejujuran, ini soal afektif,&quot; ungkapnya.Romo menambahkan, tekun merupakan satu kunci yang membuat dirinya boleh mengantar anak-anak menjadi seorang leader atau calon-calon pemimpin ke depan, di mana menjadi seorang pemimpin harus kompeten.&quot;Tetapi juga harus memiliki kejernihan hati nurani, di mana korupsi sekarang ini menjadi sungguh-sungguh musuh bersama yang memang harus kita perangi betul,&quot; pungkas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
