<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pilpres 2014 Juga Jadi Ajang Pertarungan Tokoh NU</title><description>Pemilihan Presiden 2014 juga jadi ajang pertarungan tokoh Nahdlatul  Ulama (NU), Khofifah Indar Parawansa dengan Mahfud MD. Kerja keras  mereka akan menentukan arah suara warga NU.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/05/21/567/987825/pilpres-2014-juga-jadi-ajang-pertarungan-tokoh-nu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/05/21/567/987825/pilpres-2014-juga-jadi-ajang-pertarungan-tokoh-nu"/><item><title>Pilpres 2014 Juga Jadi Ajang Pertarungan Tokoh NU</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/05/21/567/987825/pilpres-2014-juga-jadi-ajang-pertarungan-tokoh-nu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/05/21/567/987825/pilpres-2014-juga-jadi-ajang-pertarungan-tokoh-nu</guid><pubDate>Rabu 21 Mei 2014 07:12 WIB</pubDate><dc:creator>Angkasa Yudhistira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/05/21/567/987825/oWHiWmZoKX.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/05/21/567/987825/oWHiWmZoKX.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pemilihan Presiden 2014 juga jadi ajang pertarungan tokoh Nahdlatul Ulama (NU), Khofifah Indar Parawansa dengan Mahfud MD. Kerja keras mereka akan menentukan arah suara warga NU.Untuk diketahui, Khofifah ditunjuk sebagai juru bicara calon Presiden Joko Widodo, sementara Mahfud dipercaya sebagai Ketua Tim Sukses calon Presiden Prabowo Subianto.Pengamat politik Charta Politica, Yunarto Wijaya mengatakan, suara warga NU jelas akan terpecah pada Pilpres 2014. Namun, dia belum bisa memetakan arah dukungan secara formal.&quot;Yang&amp;nbsp; jelas, apakah Mahfud dan Khofifah dapat benar-benar menjalankan tugasnya masing-masing untuk meraup dukungan dari kalangan NU atau tidak. Karena mereka tidak bisa mengklaim dukungan NU itu untuk pasangan Jokowi-JK atau Prabowo &amp;ndash;Hatta,&amp;rdquo; kata Yunarto kepada Okezone, Selasa (20/5/2014) malam.Menurut Yunarto, kunci utama suara NU ada di tangan Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin yang mengusung Jokowi. &amp;ldquo;Sebab, Cak Imin secara struktural memiliki kewenangan untuk mengurusi itu semua,&quot; ujarnya. Sekarang, lanjut Yunarto, apakah Cak Imin bisa menjaga suara para kiai dan ulama NU atau tidak? Ketua Umum PBNU, Said Aqil yang mengaku mendukung Prabowo, menurut dia, tidak bisa melakukan itu karena kekuatannya tak menjangkau kalangan bawah.Mahfud MD dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang ada di poros Prabowo-Hatta memiliki daya tarik yang kuat untuk membawa suara Nahdliyin. &amp;ldquo;Tak bisa dipungkiri Mahfud bisa membawa gerbong pendukungnya ke Prabowo-Hatta,&amp;rdquo; ungkapnya.Melihat kekuatan masing-masing pasangan, lanjutnya,&amp;nbsp; suara NU cenderung ke Jokowi-JK. Pasalnya, partai Islam pendukung Prabowo, banyak yang tidak memiliki latar belakang NU yang kuat seperti PAN PKS, dan PBB. &amp;ldquo;Tapi di situ (Prabowo-Hatta) ada juga PPP dan menarik Mahfud menjadi Ketua Timses. Maka di sini terlihat bahwa suara Islam yang ada di Prabowo lebih samar,&quot; jelasnya.Dia menilai, Prabowo sadar punya kelemahan untuk menggaet suara NU, maka ditunjuklah Mahfud untuk membantu menyelesaikan persoalan itu. &quot;Saya tegaskan ini (suara NU) sangat sulit untuk ditebak,&amp;rdquo; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pemilihan Presiden 2014 juga jadi ajang pertarungan tokoh Nahdlatul Ulama (NU), Khofifah Indar Parawansa dengan Mahfud MD. Kerja keras mereka akan menentukan arah suara warga NU.Untuk diketahui, Khofifah ditunjuk sebagai juru bicara calon Presiden Joko Widodo, sementara Mahfud dipercaya sebagai Ketua Tim Sukses calon Presiden Prabowo Subianto.Pengamat politik Charta Politica, Yunarto Wijaya mengatakan, suara warga NU jelas akan terpecah pada Pilpres 2014. Namun, dia belum bisa memetakan arah dukungan secara formal.&quot;Yang&amp;nbsp; jelas, apakah Mahfud dan Khofifah dapat benar-benar menjalankan tugasnya masing-masing untuk meraup dukungan dari kalangan NU atau tidak. Karena mereka tidak bisa mengklaim dukungan NU itu untuk pasangan Jokowi-JK atau Prabowo &amp;ndash;Hatta,&amp;rdquo; kata Yunarto kepada Okezone, Selasa (20/5/2014) malam.Menurut Yunarto, kunci utama suara NU ada di tangan Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin yang mengusung Jokowi. &amp;ldquo;Sebab, Cak Imin secara struktural memiliki kewenangan untuk mengurusi itu semua,&quot; ujarnya. Sekarang, lanjut Yunarto, apakah Cak Imin bisa menjaga suara para kiai dan ulama NU atau tidak? Ketua Umum PBNU, Said Aqil yang mengaku mendukung Prabowo, menurut dia, tidak bisa melakukan itu karena kekuatannya tak menjangkau kalangan bawah.Mahfud MD dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang ada di poros Prabowo-Hatta memiliki daya tarik yang kuat untuk membawa suara Nahdliyin. &amp;ldquo;Tak bisa dipungkiri Mahfud bisa membawa gerbong pendukungnya ke Prabowo-Hatta,&amp;rdquo; ungkapnya.Melihat kekuatan masing-masing pasangan, lanjutnya,&amp;nbsp; suara NU cenderung ke Jokowi-JK. Pasalnya, partai Islam pendukung Prabowo, banyak yang tidak memiliki latar belakang NU yang kuat seperti PAN PKS, dan PBB. &amp;ldquo;Tapi di situ (Prabowo-Hatta) ada juga PPP dan menarik Mahfud menjadi Ketua Timses. Maka di sini terlihat bahwa suara Islam yang ada di Prabowo lebih samar,&quot; jelasnya.Dia menilai, Prabowo sadar punya kelemahan untuk menggaet suara NU, maka ditunjuklah Mahfud untuk membantu menyelesaikan persoalan itu. &quot;Saya tegaskan ini (suara NU) sangat sulit untuk ditebak,&amp;rdquo; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
