<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BNN: Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Pelajar Meningkat</title><description>Badan Narkotika Nasional (BNN) menilai perlu adanya upaya pencegahan  bahaya penyalahgunaan narkotika di lingkungan sekolah. Pasalnya, angka  pelajar yang menjadi tersangka narkotika di Indonesia mencapai 695 orang  pelajar.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/05/22/337/988742/bnn-penyalahgunaan-narkoba-di-kalangan-pelajar-meningkat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/05/22/337/988742/bnn-penyalahgunaan-narkoba-di-kalangan-pelajar-meningkat"/><item><title>BNN: Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Pelajar Meningkat</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/05/22/337/988742/bnn-penyalahgunaan-narkoba-di-kalangan-pelajar-meningkat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/05/22/337/988742/bnn-penyalahgunaan-narkoba-di-kalangan-pelajar-meningkat</guid><pubDate>Kamis 22 Mei 2014 20:02 WIB</pubDate><dc:creator>Fiddy Anggriawan </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/05/22/337/988742/QVyEstzGg8.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/05/22/337/988742/QVyEstzGg8.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA - Badan Narkotika Nasional (BNN) menilai perlu adanya upaya pencegahan bahaya penyalahgunaan narkotika di lingkungan sekolah. Pasalnya, angka pelajar yang menjadi tersangka narkotika di Indonesia mencapai 695 orang pelajar.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
&quot;Angka tersebut hanyalah data dimana sebenarnya masih banyak pelajar yang menyalahgunakan narkotika namun tidak terdata,&quot;kata Kasubdit Media Elektronik Deputi Bidang Pencegahan BNN, Chotidjah dalam Focus Group Discussion dengan guru KB,TK, SD, SMP Al-Fath di Serpong, Tangsel, Kamis (22/5/2014).
&amp;nbsp;
Dia menambahkan, pencegahan sangat perlu dilakukan agar tak bertambah pelajar yang menggunakan narkoba, salah satunya yakni selektif dalam memilih teman bergaul di sekolah.
&amp;nbsp;
&quot;Penerapan aturan tegas yang berhubungan dengan narkotika, serta pola didik yang bisa diteladani dari seorang guru bisa menjadi upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di lingkungan sekolah,&quot; paparnya.
&amp;nbsp;
Chotidjah pun meminta, informasi soal bahaya narkoba disampaikan guru kepada muridnya sedini mungkin. Bapak dan Ibu guru diminta menyampaikan bahaya penyalahgunaan narkotika meski kepada murid TK sekalipun.
&amp;nbsp;
&quot;Dan yang terpenting dalam memberikan informasi bahaya narkotika jangan terkesan menggurui,&quot; tegasnya.
&amp;nbsp;
Sementara, Kasi Fasilitasi Rehabilitasi Instansi Pemerintah Deputi Bidang Rehabilitasi BNN,  Erniawati Lestari mengatakan, kasus penyalahgunaan narkotika di Indonesia ini memang sudah mengkhawatirkan karena sudah menjangkit di berbagai usia dan kalangan.
&amp;nbsp;
&quot;Saya bahkan pernah mendapati anak usia 5 tahun yang sudah menggunakan ganja,&quot; kata Erniawati.
&amp;nbsp;
Upaya pencegahan menurutnya penting dilakukan agar jumlah pengguna narkotika tidak semakin bertambah. Namun untuk mengurangi angka penyalahguna perlu dilakukan rehabilitasi.
&amp;nbsp;
&quot;Rehabilitasi perlu dilakukan untuk mengobati para pengguna narkoba karena sesungguhnya kecanduan narkotika adalah suatu penyakit,&quot; pungkas Ernawati.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Narkotika Nasional (BNN) menilai perlu adanya upaya pencegahan bahaya penyalahgunaan narkotika di lingkungan sekolah. Pasalnya, angka pelajar yang menjadi tersangka narkotika di Indonesia mencapai 695 orang pelajar.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
&quot;Angka tersebut hanyalah data dimana sebenarnya masih banyak pelajar yang menyalahgunakan narkotika namun tidak terdata,&quot;kata Kasubdit Media Elektronik Deputi Bidang Pencegahan BNN, Chotidjah dalam Focus Group Discussion dengan guru KB,TK, SD, SMP Al-Fath di Serpong, Tangsel, Kamis (22/5/2014).
&amp;nbsp;
Dia menambahkan, pencegahan sangat perlu dilakukan agar tak bertambah pelajar yang menggunakan narkoba, salah satunya yakni selektif dalam memilih teman bergaul di sekolah.
&amp;nbsp;
&quot;Penerapan aturan tegas yang berhubungan dengan narkotika, serta pola didik yang bisa diteladani dari seorang guru bisa menjadi upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di lingkungan sekolah,&quot; paparnya.
&amp;nbsp;
Chotidjah pun meminta, informasi soal bahaya narkoba disampaikan guru kepada muridnya sedini mungkin. Bapak dan Ibu guru diminta menyampaikan bahaya penyalahgunaan narkotika meski kepada murid TK sekalipun.
&amp;nbsp;
&quot;Dan yang terpenting dalam memberikan informasi bahaya narkotika jangan terkesan menggurui,&quot; tegasnya.
&amp;nbsp;
Sementara, Kasi Fasilitasi Rehabilitasi Instansi Pemerintah Deputi Bidang Rehabilitasi BNN,  Erniawati Lestari mengatakan, kasus penyalahgunaan narkotika di Indonesia ini memang sudah mengkhawatirkan karena sudah menjangkit di berbagai usia dan kalangan.
&amp;nbsp;
&quot;Saya bahkan pernah mendapati anak usia 5 tahun yang sudah menggunakan ganja,&quot; kata Erniawati.
&amp;nbsp;
Upaya pencegahan menurutnya penting dilakukan agar jumlah pengguna narkotika tidak semakin bertambah. Namun untuk mengurangi angka penyalahguna perlu dilakukan rehabilitasi.
&amp;nbsp;
&quot;Rehabilitasi perlu dilakukan untuk mengobati para pengguna narkoba karena sesungguhnya kecanduan narkotika adalah suatu penyakit,&quot; pungkas Ernawati.</content:encoded></item></channel></rss>
