<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hasyim Muzadi: JK Negarawan Kelas Satu dari NU</title><description>Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Hasyim  Muzadi menerima dengan hangat kunjungan Wakil presiden Yusuf Kalla (JK)  di pondok pesantren Al-Hikam Depok, Jumat (23/5/2014).</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/05/24/567/989443/hasyim-muzadi-jk-negarawan-kelas-satu-dari-nu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/05/24/567/989443/hasyim-muzadi-jk-negarawan-kelas-satu-dari-nu"/><item><title>Hasyim Muzadi: JK Negarawan Kelas Satu dari NU</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/05/24/567/989443/hasyim-muzadi-jk-negarawan-kelas-satu-dari-nu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/05/24/567/989443/hasyim-muzadi-jk-negarawan-kelas-satu-dari-nu</guid><pubDate>Sabtu 24 Mei 2014 00:42 WIB</pubDate><dc:creator>Mohammad Saifulloh</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/05/24/567/989443/HqV0f1d80N.jpg" expression="full" type="image/jpeg">JK dan Hasyim di Lapas Sukamiskin (Foto: Oris/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/05/24/567/989443/HqV0f1d80N.jpg</image><title>JK dan Hasyim di Lapas Sukamiskin (Foto: Oris/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Hasyim Muzadi menerima dengan hangat kunjungan Wakil presiden Yusuf Kalla (JK) di pondok pesantren Al-Hikam Depok, Jumat (23/5/2014). JK bahkan sempat shalat jumat berjamaah bersama santri Al-Hikam dan masyarakat setempat.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Joko Widodo (Jokowi) sempat dijadwalkan ikut datang ke Al-Hikam. Namun, karena agenda yang padat sebagai Gubernur DKI, ia akhirnya memilih melanjutkan agendanya menyelesaikan masalah Jakarta.
&amp;nbsp;
Kepada wartawan, JK mengatakan, dirinya memang sengaja menjadwalkan kunjungan kepada Hasyim. Selain menjalankan shalat Jumat, ia juga ingin melaporkan perkembangan terkini soal pencalonanya sebagai calon wakil presiden mendampingi Jokowi.
&amp;nbsp;
&quot;Saya ke sini untuk melapor. Saya silaturrahmi dan shalat Jumat. Tentu saya juga minta doa,&quot; kata putra sesepuh NU Makassar yang kini menjabat sebagai Mustasyar PBNU itu.
&amp;nbsp;
Soal isi pertemuannya dengan Hasyim, JK mengakui bahwa dirinya dengan Hasyim punya ikatan kuat sebagai sama-sama kader NU. &quot;Saya shohib dengan beliau sejak lama. Sebagai orang NU, saya ketemu dengan mantan ketua umum PBNU. Saya juga silaturrahmi dengan siapa saja,&quot; katanya.
&amp;nbsp;
Sementara itu, Hasyim menyatakan, dukungannya kepada pasangan Jokowi-JK telah melalui pertimbangan matang. Ia bahkan telah lama menunggu ada orang NU yang maju sebagai capres atau cawapres. &quot;Jadi saya mendukung pasangan yang ada NU-nya,&quot; katanya.
&amp;nbsp;
Selain itu, kata Hasyim, ada pertimbangan rasional bahwa Jokowi dan JK, adalah dua sosok tokoh yang suka kedamaian. &quot;Pak Jokowi dan Pak JK ini suka perdamaian dan memang sering mendamaikan konflik,&quot; jelas Sekjen Internasional Conference of Islamic Scholars (ICIS) ini.
&amp;nbsp;
Lebih lanjut, kiai kelahiran Bangilan Tuban ini mengatakan, bahwa pada pasangan yang didukungnya itu ada sosok JK yang menurutnya merupakan sosok negarawan kader NU yang jempolan. &quot;Pak JK adalah negarawan kelas satu dari NU untuk saar ini,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Hasyim Muzadi menerima dengan hangat kunjungan Wakil presiden Yusuf Kalla (JK) di pondok pesantren Al-Hikam Depok, Jumat (23/5/2014). JK bahkan sempat shalat jumat berjamaah bersama santri Al-Hikam dan masyarakat setempat.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Joko Widodo (Jokowi) sempat dijadwalkan ikut datang ke Al-Hikam. Namun, karena agenda yang padat sebagai Gubernur DKI, ia akhirnya memilih melanjutkan agendanya menyelesaikan masalah Jakarta.
&amp;nbsp;
Kepada wartawan, JK mengatakan, dirinya memang sengaja menjadwalkan kunjungan kepada Hasyim. Selain menjalankan shalat Jumat, ia juga ingin melaporkan perkembangan terkini soal pencalonanya sebagai calon wakil presiden mendampingi Jokowi.
&amp;nbsp;
&quot;Saya ke sini untuk melapor. Saya silaturrahmi dan shalat Jumat. Tentu saya juga minta doa,&quot; kata putra sesepuh NU Makassar yang kini menjabat sebagai Mustasyar PBNU itu.
&amp;nbsp;
Soal isi pertemuannya dengan Hasyim, JK mengakui bahwa dirinya dengan Hasyim punya ikatan kuat sebagai sama-sama kader NU. &quot;Saya shohib dengan beliau sejak lama. Sebagai orang NU, saya ketemu dengan mantan ketua umum PBNU. Saya juga silaturrahmi dengan siapa saja,&quot; katanya.
&amp;nbsp;
Sementara itu, Hasyim menyatakan, dukungannya kepada pasangan Jokowi-JK telah melalui pertimbangan matang. Ia bahkan telah lama menunggu ada orang NU yang maju sebagai capres atau cawapres. &quot;Jadi saya mendukung pasangan yang ada NU-nya,&quot; katanya.
&amp;nbsp;
Selain itu, kata Hasyim, ada pertimbangan rasional bahwa Jokowi dan JK, adalah dua sosok tokoh yang suka kedamaian. &quot;Pak Jokowi dan Pak JK ini suka perdamaian dan memang sering mendamaikan konflik,&quot; jelas Sekjen Internasional Conference of Islamic Scholars (ICIS) ini.
&amp;nbsp;
Lebih lanjut, kiai kelahiran Bangilan Tuban ini mengatakan, bahwa pada pasangan yang didukungnya itu ada sosok JK yang menurutnya merupakan sosok negarawan kader NU yang jempolan. &quot;Pak JK adalah negarawan kelas satu dari NU untuk saar ini,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
