<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Koalisi Parpol di Indonesia Disinyalir Penuh Kompromi</title><description>Koalisi partai politik di Indonesia disinyalir penuh dengan kompromi.  Seperti koalisi, Indonesia Raya yang digawangi Gerindra dituding hanya  terbentuk dari sebuah pertukaran kompromi ide dan sebatas pembagian  kekuasaan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/05/29/568/991481/koalisi-parpol-di-indonesia-disinyalir-penuh-kompromi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/05/29/568/991481/koalisi-parpol-di-indonesia-disinyalir-penuh-kompromi"/><item><title>Koalisi Parpol di Indonesia Disinyalir Penuh Kompromi</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/05/29/568/991481/koalisi-parpol-di-indonesia-disinyalir-penuh-kompromi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/05/29/568/991481/koalisi-parpol-di-indonesia-disinyalir-penuh-kompromi</guid><pubDate>Kamis 29 Mei 2014 16:00 WIB</pubDate><dc:creator>Mohammad Saifulloh</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/05/29/568/991481/xomDlG2RVo.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/05/29/568/991481/xomDlG2RVo.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA- Koalisi partai politik di Indonesia disinyalir penuh dengan kompromi. Seperti koalisi, Indonesia Raya yang digawangi Gerindra dituding hanya terbentuk dari sebuah pertukaran kompromi ide dan sebatas pembagian kekuasaan. &amp;ldquo;Jalan yang membuat mereka bertemu tentu saja karena ada kompromi ide dan pembagian kekuasaan. Di sinilah salah satunya indikasi mengapa kepemimpinan salah satu calon presiden disebut berwatak kompromistik,&quot; terang pengamat politik dari Lingkar Madani (Lima) Indonesia Ray Rangkuti, Kamis (29/5/2014). Lazimnya dalam koalisi besar, lanjut Ray, yang terjadi adalah kompromi. Lebih-lebih jika di dalam koalisi itu banyak partai dengan sikap yang awalnya berbeda-beda. PKS dan Golkar misalnya, lebih dikenal sebagai partai yang lebih ramah pada pasar bebas.Sementara, Gerindra selalu menyatakan pembatasan impor. Sedangkan PAN adalah motor amandemen Undang-Undang Dasar, sementara Gerindra justru terkesan tak seliberal PAN dalam amandemen.&amp;ldquo;Pilihan mengajak koalisi besar parpol menjanjikan banyak jabatan kepada elit-elit parpol yang terkadang tak memiliki dasar pijakan, belum lagi sikapnya yang berubah-ubah jika menghadapi pertanyaan kritis, misalnya soal nasionalisasi aset-aset,&quot; papar Ray.Ray menjelaskan, sikap kompromistik berbeda dengan sikap tegas. Contohnya, sikap tak kenal kompromi jika menyangkut hal-hal yang sangat prinsipil bagi dirinya dan dalam kasus yang lebih besar adalah&amp;nbsp; bagi bangsanya. Lalu, ada kesan tak pernah ragu dalam mengambil keputusan dan siap menanggung resiko dari pilihan-pilihan politik.</description><content:encoded>JAKARTA- Koalisi partai politik di Indonesia disinyalir penuh dengan kompromi. Seperti koalisi, Indonesia Raya yang digawangi Gerindra dituding hanya terbentuk dari sebuah pertukaran kompromi ide dan sebatas pembagian kekuasaan. &amp;ldquo;Jalan yang membuat mereka bertemu tentu saja karena ada kompromi ide dan pembagian kekuasaan. Di sinilah salah satunya indikasi mengapa kepemimpinan salah satu calon presiden disebut berwatak kompromistik,&quot; terang pengamat politik dari Lingkar Madani (Lima) Indonesia Ray Rangkuti, Kamis (29/5/2014). Lazimnya dalam koalisi besar, lanjut Ray, yang terjadi adalah kompromi. Lebih-lebih jika di dalam koalisi itu banyak partai dengan sikap yang awalnya berbeda-beda. PKS dan Golkar misalnya, lebih dikenal sebagai partai yang lebih ramah pada pasar bebas.Sementara, Gerindra selalu menyatakan pembatasan impor. Sedangkan PAN adalah motor amandemen Undang-Undang Dasar, sementara Gerindra justru terkesan tak seliberal PAN dalam amandemen.&amp;ldquo;Pilihan mengajak koalisi besar parpol menjanjikan banyak jabatan kepada elit-elit parpol yang terkadang tak memiliki dasar pijakan, belum lagi sikapnya yang berubah-ubah jika menghadapi pertanyaan kritis, misalnya soal nasionalisasi aset-aset,&quot; papar Ray.Ray menjelaskan, sikap kompromistik berbeda dengan sikap tegas. Contohnya, sikap tak kenal kompromi jika menyangkut hal-hal yang sangat prinsipil bagi dirinya dan dalam kasus yang lebih besar adalah&amp;nbsp; bagi bangsanya. Lalu, ada kesan tak pernah ragu dalam mengambil keputusan dan siap menanggung resiko dari pilihan-pilihan politik.</content:encoded></item></channel></rss>
