<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wartawan Selamatkan ABG dari Sekapan Germo </title><description>Korban kabur pada 5 Juni 2014 dibantu wartawan dan LSM  dari sebuah bar bernama Grand LA di kawasan Pangeran Jayakarta.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/06/13/501/998295/wartawan-selamatkan-abg-dari-sekapan-germo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/06/13/501/998295/wartawan-selamatkan-abg-dari-sekapan-germo"/><item><title>Wartawan Selamatkan ABG dari Sekapan Germo </title><link>https://news.okezone.com/read/2014/06/13/501/998295/wartawan-selamatkan-abg-dari-sekapan-germo</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/06/13/501/998295/wartawan-selamatkan-abg-dari-sekapan-germo</guid><pubDate>Jum'at 13 Juni 2014 12:52 WIB</pubDate><dc:creator>Marieska Harya Virdhani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/06/13/501/998295/t7rX8UOBML.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Korban penyekapan germo saat konpers di kantor Komnas PA (Foto: Marieska/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/06/13/501/998295/t7rX8UOBML.jpg</image><title>Korban penyekapan germo saat konpers di kantor Komnas PA (Foto: Marieska/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Malang benar nasib S, gadis remaja asal Indramayu ini. Dia menjadi korban perdagangan manusia. S yang masih berusia 15 tahun ini ditipu oleh seorang perempuan yang diduga sindikat perdagangan manusia bernama Pepi yang datang ke kampungnya di Indramayu, Jawa Barat.
&amp;nbsp;
Pepi datang ke kampung S di Kampung Randu, Kecamatan Ajatan, Indramayu bulan April. Saat itu S sedang main ke rumah kakaknya. Di sana S bertemu dengan Pepi yang mengajaknya untuk bekerja di Jakarta dengan upah besar.
&amp;nbsp;
Pekerjaan yang dijanjikan juga sebagai pelayan di toko, restoran, atau mencuci pakaian. Tanpa pamit kepada ibunya dan membawa pakaian dari rumah, S diajak Pepi dengan cara sedikit memaksa ikut ke Jakarta.
&amp;nbsp;
Sesampainya di Jakarta, S ditempatkan di Hotel Travel, Mangga Besar. Di sana rupanya, S diserahkan kepada seorang germo bernama Abun. S bekerja selama dua bulan di hotel tersebut.
&amp;nbsp;
&quot;Jadi korban penyekapan perbudakan dari tempat ke tempat yang lain, satu bulan pindah dari satu tempat ke tempat lain, pindah-pindah. Dengan tidak dibayar, dapat fee saja kalau melayani sehari 3-4 orang tamu,&quot; kata Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait dalam Konferensi Pers di Komnas PA, Pasar Rebo, Jumat (14/06/2014).
&amp;nbsp;
Kemudian, setelah dua bulan bersama Abun dipaksa untuk menemani tamu pria hidung belang dari mulai sekedar minum sampai ke kamar, S diserahkan lagi ke germo lainnya. S jatuh ke tangan Toto di sebuah bar bernama Grand LA di Pangeran Jayakata, Jakarta.
&amp;nbsp;
&quot;Hingga akhirnya, korban ditolong seorang wartawan dan bisa melarikan diri dari penjagaan ketat pengawas, lalu diselamatkan oleh LSM LI Tipikor, dan diserahkan kepada kami Komnas PA,&quot; tegas Arist.
&amp;nbsp;
Arist menyebut kasus tersebut masuk kategori penyekapan dan perbudakan. Pasalnya korban ditipu, dipaksa, dan tak boleh pulang. Korban kabur pada 5 Juni 2014 dan diselamatkan oleh wartawan dan LSM dari sebuah bar bernama Grand LA di kawasan Pangeran Jayakarta.</description><content:encoded>JAKARTA - Malang benar nasib S, gadis remaja asal Indramayu ini. Dia menjadi korban perdagangan manusia. S yang masih berusia 15 tahun ini ditipu oleh seorang perempuan yang diduga sindikat perdagangan manusia bernama Pepi yang datang ke kampungnya di Indramayu, Jawa Barat.
&amp;nbsp;
Pepi datang ke kampung S di Kampung Randu, Kecamatan Ajatan, Indramayu bulan April. Saat itu S sedang main ke rumah kakaknya. Di sana S bertemu dengan Pepi yang mengajaknya untuk bekerja di Jakarta dengan upah besar.
&amp;nbsp;
Pekerjaan yang dijanjikan juga sebagai pelayan di toko, restoran, atau mencuci pakaian. Tanpa pamit kepada ibunya dan membawa pakaian dari rumah, S diajak Pepi dengan cara sedikit memaksa ikut ke Jakarta.
&amp;nbsp;
Sesampainya di Jakarta, S ditempatkan di Hotel Travel, Mangga Besar. Di sana rupanya, S diserahkan kepada seorang germo bernama Abun. S bekerja selama dua bulan di hotel tersebut.
&amp;nbsp;
&quot;Jadi korban penyekapan perbudakan dari tempat ke tempat yang lain, satu bulan pindah dari satu tempat ke tempat lain, pindah-pindah. Dengan tidak dibayar, dapat fee saja kalau melayani sehari 3-4 orang tamu,&quot; kata Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait dalam Konferensi Pers di Komnas PA, Pasar Rebo, Jumat (14/06/2014).
&amp;nbsp;
Kemudian, setelah dua bulan bersama Abun dipaksa untuk menemani tamu pria hidung belang dari mulai sekedar minum sampai ke kamar, S diserahkan lagi ke germo lainnya. S jatuh ke tangan Toto di sebuah bar bernama Grand LA di Pangeran Jayakata, Jakarta.
&amp;nbsp;
&quot;Hingga akhirnya, korban ditolong seorang wartawan dan bisa melarikan diri dari penjagaan ketat pengawas, lalu diselamatkan oleh LSM LI Tipikor, dan diserahkan kepada kami Komnas PA,&quot; tegas Arist.
&amp;nbsp;
Arist menyebut kasus tersebut masuk kategori penyekapan dan perbudakan. Pasalnya korban ditipu, dipaksa, dan tak boleh pulang. Korban kabur pada 5 Juni 2014 dan diselamatkan oleh wartawan dan LSM dari sebuah bar bernama Grand LA di kawasan Pangeran Jayakarta.</content:encoded></item></channel></rss>
