<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jelang Ramadan, Warga Bojonegoro Gelar Tradisi Ketupatan</title><description>Jika ketupat umumnya dibuat menjelang idul fitri, namun warga di Bojonegoro, Jawa Timur juga membuat ketupat saat menyambut Ramadan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/06/13/521/998253/jelang-ramadan-warga-bojonegoro-gelar-tradisi-ketupatan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/06/13/521/998253/jelang-ramadan-warga-bojonegoro-gelar-tradisi-ketupatan"/><item><title>Jelang Ramadan, Warga Bojonegoro Gelar Tradisi Ketupatan</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/06/13/521/998253/jelang-ramadan-warga-bojonegoro-gelar-tradisi-ketupatan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/06/13/521/998253/jelang-ramadan-warga-bojonegoro-gelar-tradisi-ketupatan</guid><pubDate>Jum'at 13 Juni 2014 11:24 WIB</pubDate><dc:creator>Dedi Mahdi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/06/13/521/998253/9ly3xQG9zB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi, pedagang janur saat membuat ketupat (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/06/13/521/998253/9ly3xQG9zB.jpg</image><title>Ilustrasi, pedagang janur saat membuat ketupat (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>BOJONEGORO - Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, sejumlah warga di Bojonegoro, Jawa Timur, mempunyai tradisi unik yakni ketupatan. Jika ketupat umumnya dibuat menjelang idul fitri, namun warga juga membuat ketupat saat menyambut Ramadan.Banyaknya warga yang akan membuat ketupat, membawa berkah tersendiri pagi para penjual janur atau daun kelapa muda. Alhasil, pedagang janur dadakan muncul, seperti yang terlihat di Pasar Desa Sidobandung, Kecamatan Balen, Bojonegoro.Kondisi ini sudah berlangsung sejak dua hari terakhir. Sekadar diketahui, janur merupakan bahan baku pembuat ketupat.Ramsadi, salah satu pedagang janur, mengaku, dagangannya laris manis diserbu warga. Ia mengaku menjual janur hanya pada saat menjelang puasa seperti sekarang.Tradisi &amp;rdquo;ketupatan&amp;rdquo; ini sudah berlangsung turun temurun. Ketupatan juga menandai dimulainya penyambutan bulan Ramadan yang dikenal dengan istilah &amp;ldquo;megengan&amp;rdquo;.Mahmud, warga sekitar mengatakan, setiap keluarga rata-rata membuat 20-25 ketupat untuk ditukarkan dengan warga lain. Tradisi ini digelar setelah ketupat tersebut didoakan bersama.Dia menjelaskan, tradisi kupatan ini merupakan bagian dari ungkapan rasa syukur dan diharapkan dapat menambah ketakwaan dalam menjalani ibadah puasa selama bulan suci Ramadan.</description><content:encoded>BOJONEGORO - Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, sejumlah warga di Bojonegoro, Jawa Timur, mempunyai tradisi unik yakni ketupatan. Jika ketupat umumnya dibuat menjelang idul fitri, namun warga juga membuat ketupat saat menyambut Ramadan.Banyaknya warga yang akan membuat ketupat, membawa berkah tersendiri pagi para penjual janur atau daun kelapa muda. Alhasil, pedagang janur dadakan muncul, seperti yang terlihat di Pasar Desa Sidobandung, Kecamatan Balen, Bojonegoro.Kondisi ini sudah berlangsung sejak dua hari terakhir. Sekadar diketahui, janur merupakan bahan baku pembuat ketupat.Ramsadi, salah satu pedagang janur, mengaku, dagangannya laris manis diserbu warga. Ia mengaku menjual janur hanya pada saat menjelang puasa seperti sekarang.Tradisi &amp;rdquo;ketupatan&amp;rdquo; ini sudah berlangsung turun temurun. Ketupatan juga menandai dimulainya penyambutan bulan Ramadan yang dikenal dengan istilah &amp;ldquo;megengan&amp;rdquo;.Mahmud, warga sekitar mengatakan, setiap keluarga rata-rata membuat 20-25 ketupat untuk ditukarkan dengan warga lain. Tradisi ini digelar setelah ketupat tersebut didoakan bersama.Dia menjelaskan, tradisi kupatan ini merupakan bagian dari ungkapan rasa syukur dan diharapkan dapat menambah ketakwaan dalam menjalani ibadah puasa selama bulan suci Ramadan.</content:encoded></item></channel></rss>
