<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mirip Dolly, FPI Desak Nur Mahmudi Tutup Pondok Rangon</title><description>Menjelang bulan suci Ramadhan, Front Pembela Islam (FPI) gencar mendesak  agar tempat - tempat hiburan ditutup total. FPI pun mengancam akan  merazia tempat hiburan yang disinyalir menjadi tempat prostitusi jika  tak ada ketegasan dari Pemerintah Kota Depok.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/06/23/501/1002624/mirip-dolly-fpi-desak-nur-mahmudi-tutup-pondok-rangon</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/06/23/501/1002624/mirip-dolly-fpi-desak-nur-mahmudi-tutup-pondok-rangon"/><item><title>Mirip Dolly, FPI Desak Nur Mahmudi Tutup Pondok Rangon</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/06/23/501/1002624/mirip-dolly-fpi-desak-nur-mahmudi-tutup-pondok-rangon</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/06/23/501/1002624/mirip-dolly-fpi-desak-nur-mahmudi-tutup-pondok-rangon</guid><pubDate>Senin 23 Juni 2014 02:12 WIB</pubDate><dc:creator>Marieska Harya Virdhani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/06/23/501/1002624/Zt5t2sbXkI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/06/23/501/1002624/Zt5t2sbXkI.jpg</image><title>ilustrasi</title></images><description>DEPOK - Menjelang bulan suci Ramadhan, Front Pembela Islam (FPI) gencar mendesak agar tempat - tempat hiburan ditutup total. FPI pun mengancam akan merazia tempat hiburan yang disinyalir menjadi tempat prostitusi jika tak ada ketegasan dari Pemerintah Kota Depok.Ketua FPI Depok Habib Idrus Al Gadri, mencontohkan keberanian Wali Kota Surabaya yang berani menutup tempat lokalisasi sekelas Dolly. Menurut dia, di Depok ada tempat yang mirip Dolly, meski tak sama besar. &quot;Dolly itu bukan gang, tetapi kampung, perempuan dipamerin, saya kan pernah mondok 6 tahun di Surabaya, Dolly saja bisa, masa Pondok Rangon enggak bisa, aneh bin ajaib,&quot; tegasnya kepada Okezone, Minggu (22/6/2014).Meski sudah tiga kali disegel dan ditutup Satpol PP, Idrus mengungkapkan bahwa sebagian kawasan Pondok Rangon masih beroperasi sebagai tempat mesum.Ia mengaku heran dengan ketidakberanian Pemkot Depok, salah satunya alasan anggaran dan alat buldoser untuk menggeser.&quot;Masih buka sebagian. Nur Mahmudi bilang status tanahnya setahun yang lalu dua sampai tiga hari dibongkar janji tiga minggu, katanya mau pelajari status tanah, kami datangi lagi katanya ke Dinas Tarkim, maka dipingpong. Ujung - ujungnya tak ada belco, enggak ada anggaran Rp 150.000.000. Kami minta Pondok Rangon ditutup seperti Dolly,&quot; pungkasnya.(fid)</description><content:encoded>DEPOK - Menjelang bulan suci Ramadhan, Front Pembela Islam (FPI) gencar mendesak agar tempat - tempat hiburan ditutup total. FPI pun mengancam akan merazia tempat hiburan yang disinyalir menjadi tempat prostitusi jika tak ada ketegasan dari Pemerintah Kota Depok.Ketua FPI Depok Habib Idrus Al Gadri, mencontohkan keberanian Wali Kota Surabaya yang berani menutup tempat lokalisasi sekelas Dolly. Menurut dia, di Depok ada tempat yang mirip Dolly, meski tak sama besar. &quot;Dolly itu bukan gang, tetapi kampung, perempuan dipamerin, saya kan pernah mondok 6 tahun di Surabaya, Dolly saja bisa, masa Pondok Rangon enggak bisa, aneh bin ajaib,&quot; tegasnya kepada Okezone, Minggu (22/6/2014).Meski sudah tiga kali disegel dan ditutup Satpol PP, Idrus mengungkapkan bahwa sebagian kawasan Pondok Rangon masih beroperasi sebagai tempat mesum.Ia mengaku heran dengan ketidakberanian Pemkot Depok, salah satunya alasan anggaran dan alat buldoser untuk menggeser.&quot;Masih buka sebagian. Nur Mahmudi bilang status tanahnya setahun yang lalu dua sampai tiga hari dibongkar janji tiga minggu, katanya mau pelajari status tanah, kami datangi lagi katanya ke Dinas Tarkim, maka dipingpong. Ujung - ujungnya tak ada belco, enggak ada anggaran Rp 150.000.000. Kami minta Pondok Rangon ditutup seperti Dolly,&quot; pungkasnya.(fid)</content:encoded></item></channel></rss>
