<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menag Harap Muhammadiyah Kompak Tentukan 1 Syawal</title><description>Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin menerangkan, pihaknya terus  mencari solusi untuk menyamakan persepsi dengan ormas Islam seperti  Muhammadiyah yang kerap berbeda dalam menetapkan awal Ramadan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/06/27/337/1005191/menag-harap-muhammadiyah-kompak-tentukan-1-syawal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/06/27/337/1005191/menag-harap-muhammadiyah-kompak-tentukan-1-syawal"/><item><title>Menag Harap Muhammadiyah Kompak Tentukan 1 Syawal</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/06/27/337/1005191/menag-harap-muhammadiyah-kompak-tentukan-1-syawal</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/06/27/337/1005191/menag-harap-muhammadiyah-kompak-tentukan-1-syawal</guid><pubDate>Jum'at 27 Juni 2014 20:26 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/06/27/337/1005191/9PatT8dzGZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menag Lukman Hakim Syaifuddin (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/06/27/337/1005191/9PatT8dzGZ.jpg</image><title>Menag Lukman Hakim Syaifuddin (Foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin menerangkan, pihaknya terus mencari solusi untuk menyamakan persepsi dengan ormas Islam seperti Muhammadiyah yang kerap berbeda dalam menetapkan awal Ramadan.&quot;Kami terus mencari cara agar ke depan kita bisa bersama-sama menetapkan hari raya, khususnya yang terkait awal puasa, Idul Fitri dan Idul Adha,&quot; kata Lukman, di Gedung Kemenag, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (27/6/2014).Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu berharap seluruh ormas Islam di Indonesia dapat merayakan hari raya Idul Fitri 1435 H secara bersama-sama. Meskipun saat ini ada perbedaan dengan ormas Islam yang lainnya seperti Muhammadiyah.&quot;Hal tersebut jangan menjadi perbedaan. Perbedaan penetapan hari raya itu adalah hak seluruh umat yang dilindungi Undang-undang dan tak bisa diatur pemerintah,&quot;terangnya.Lukman juga mengakui pemerintah telah menemukan penyebab&amp;nbsp; penetapan awal 1 Ramadan 1435 H yang berbeda dengan ormas Islam yang lain. Menurutnya itu disebabkan oleh perbedaan kriteria yang dipegang ormas Islam tersebut.&quot;Kalau kriteria itu bisa dibahas dengan semangat mencari titik temu, Insyaallah ke depan kita bisa kompak,&quot; pungkasnya.Dalam menentukan awal puasa, Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki. Sementara, Nahdlatul Ulama (NU) selain menggunakan metode hisab juga menggunakan metode rukyat. Muhammadiyah memutuskan 1 Ramadan 1435 H jatuh pada 28 Juni, sedangkan pemerintah jatuh pada 29 Juni 2014.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin menerangkan, pihaknya terus mencari solusi untuk menyamakan persepsi dengan ormas Islam seperti Muhammadiyah yang kerap berbeda dalam menetapkan awal Ramadan.&quot;Kami terus mencari cara agar ke depan kita bisa bersama-sama menetapkan hari raya, khususnya yang terkait awal puasa, Idul Fitri dan Idul Adha,&quot; kata Lukman, di Gedung Kemenag, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (27/6/2014).Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu berharap seluruh ormas Islam di Indonesia dapat merayakan hari raya Idul Fitri 1435 H secara bersama-sama. Meskipun saat ini ada perbedaan dengan ormas Islam yang lainnya seperti Muhammadiyah.&quot;Hal tersebut jangan menjadi perbedaan. Perbedaan penetapan hari raya itu adalah hak seluruh umat yang dilindungi Undang-undang dan tak bisa diatur pemerintah,&quot;terangnya.Lukman juga mengakui pemerintah telah menemukan penyebab&amp;nbsp; penetapan awal 1 Ramadan 1435 H yang berbeda dengan ormas Islam yang lain. Menurutnya itu disebabkan oleh perbedaan kriteria yang dipegang ormas Islam tersebut.&quot;Kalau kriteria itu bisa dibahas dengan semangat mencari titik temu, Insyaallah ke depan kita bisa kompak,&quot; pungkasnya.Dalam menentukan awal puasa, Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki. Sementara, Nahdlatul Ulama (NU) selain menggunakan metode hisab juga menggunakan metode rukyat. Muhammadiyah memutuskan 1 Ramadan 1435 H jatuh pada 28 Juni, sedangkan pemerintah jatuh pada 29 Juni 2014.</content:encoded></item></channel></rss>
