<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Psikolog: Prabowo Tegas, Jokowi Pekerja</title><description>Laboratorium Politik Universitas Indonesia (UI) menggelar kajian  psikologi politik  terhadap pasangan calon presiden (capres) dan calon  wakil presiden (cawapres) 2014.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/07/03/567/1007842/psikolog-prabowo-tegas-jokowi-pekerja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/07/03/567/1007842/psikolog-prabowo-tegas-jokowi-pekerja"/><item><title>Psikolog: Prabowo Tegas, Jokowi Pekerja</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/07/03/567/1007842/psikolog-prabowo-tegas-jokowi-pekerja</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/07/03/567/1007842/psikolog-prabowo-tegas-jokowi-pekerja</guid><pubDate>Kamis 03 Juli 2014 19:23 WIB</pubDate><dc:creator>Angkasa Yudhistira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/07/03/567/1007842/IGmBYtZBEN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi-JK dan Prabowo-Hatta (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/07/03/567/1007842/IGmBYtZBEN.jpg</image><title>Jokowi-JK dan Prabowo-Hatta (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Laboratorium Politik Universitas Indonesia (UI) menggelar kajian psikologi politik  terhadap pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) 2014.
&amp;nbsp;
Pertanyaan yang diajukan, di antaranya mengenai sifat utama  masing-masih tokoh yang diajukan kepada 204 psikolog sebagai responden yang memiliki pengetahuan dan pengalaman melakukan penilaian kepribadian.
&amp;nbsp;
Hasilnya, Prabowo Subianto dinilai sosok yang tegas, berani, kendati cenderung emosional. Sementara Joko Widodo didapatkan memiliki sifat pekerja keras, sederhana, jujur, rendah hati, tenang, pengabdi, tegas.
&amp;nbsp;
Untuk cawapres, Hatta Rajasa dinilai sosok yang tenang, cerdas, hati-hati, pekerja keras, dan kompromis. Dan Jusuf Kalla (JK) dinilai sebagai sosok tokoh yang berani, tegas, cepat, cerdas, bijaksana, kreatif, pekerja keras.
&amp;nbsp;
&quot;Hasil secara umum menunjukkan bahwa masing-masing tokoh memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing,&quot; kata peneliti Psikologi Politik UI, Hamdi Muluk dalam pemaparannya di Jakarta Pusat, Kamis (3/7/2014).
&amp;nbsp;
Mengomentari hasil tersebut, Psikolog Klinis Suprapti Sumarmomarkam mengatakan istilah negatif dari kajian itu  tak sepenuhnya berarti negatif terhadap capres maupun cawapres.
&amp;nbsp;
&quot;Seperti pengabdi, bisa positif bisa negatif, kalau bawahan pengabdi bagus, kalau atasan dia mau mengabdi dengan siapa, Semua tergantung pada konteksnya,&quot; kata dia di tempat yang sama.
&amp;nbsp;
Dalam melakukan survei dilakukan dengan terlebih dahulu meminta responden membaca bagian biografi para calon, kemudian mereka menilai aspek kepribadian dan memberikan prediksi ke depan.</description><content:encoded>JAKARTA - Laboratorium Politik Universitas Indonesia (UI) menggelar kajian psikologi politik  terhadap pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) 2014.
&amp;nbsp;
Pertanyaan yang diajukan, di antaranya mengenai sifat utama  masing-masih tokoh yang diajukan kepada 204 psikolog sebagai responden yang memiliki pengetahuan dan pengalaman melakukan penilaian kepribadian.
&amp;nbsp;
Hasilnya, Prabowo Subianto dinilai sosok yang tegas, berani, kendati cenderung emosional. Sementara Joko Widodo didapatkan memiliki sifat pekerja keras, sederhana, jujur, rendah hati, tenang, pengabdi, tegas.
&amp;nbsp;
Untuk cawapres, Hatta Rajasa dinilai sosok yang tenang, cerdas, hati-hati, pekerja keras, dan kompromis. Dan Jusuf Kalla (JK) dinilai sebagai sosok tokoh yang berani, tegas, cepat, cerdas, bijaksana, kreatif, pekerja keras.
&amp;nbsp;
&quot;Hasil secara umum menunjukkan bahwa masing-masing tokoh memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing,&quot; kata peneliti Psikologi Politik UI, Hamdi Muluk dalam pemaparannya di Jakarta Pusat, Kamis (3/7/2014).
&amp;nbsp;
Mengomentari hasil tersebut, Psikolog Klinis Suprapti Sumarmomarkam mengatakan istilah negatif dari kajian itu  tak sepenuhnya berarti negatif terhadap capres maupun cawapres.
&amp;nbsp;
&quot;Seperti pengabdi, bisa positif bisa negatif, kalau bawahan pengabdi bagus, kalau atasan dia mau mengabdi dengan siapa, Semua tergantung pada konteksnya,&quot; kata dia di tempat yang sama.
&amp;nbsp;
Dalam melakukan survei dilakukan dengan terlebih dahulu meminta responden membaca bagian biografi para calon, kemudian mereka menilai aspek kepribadian dan memberikan prediksi ke depan.</content:encoded></item></channel></rss>
