<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Alasan Potensi Adanya Serangan Fajar Sangat Besar </title><description>Memasuki H-1 pencoblosan pada Pemilihan Presiden 2014, Badan Pengawas  Pemilu (Bawaslu) harus mengantisipasi adanya &amp;ldquo;serangan fajar&amp;rdquo;.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/07/08/568/1009745/ini-alasan-potensi-adanya-serangan-fajar-sangat-besar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/07/08/568/1009745/ini-alasan-potensi-adanya-serangan-fajar-sangat-besar"/><item><title>Ini Alasan Potensi Adanya Serangan Fajar Sangat Besar </title><link>https://news.okezone.com/read/2014/07/08/568/1009745/ini-alasan-potensi-adanya-serangan-fajar-sangat-besar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/07/08/568/1009745/ini-alasan-potensi-adanya-serangan-fajar-sangat-besar</guid><pubDate>Selasa 08 Juli 2014 11:17 WIB</pubDate><dc:creator>Tri Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/07/08/568/1009745/63reWDquOv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Komisioner KPU Arief Budiman menunjukkan contoh desain surat suara Pilpres 2014, Kamis (6/5/2014) (foto: Runi Sari)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/07/08/568/1009745/63reWDquOv.jpg</image><title>Komisioner KPU Arief Budiman menunjukkan contoh desain surat suara Pilpres 2014, Kamis (6/5/2014) (foto: Runi Sari)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Memasuki H-1 pencoblosan pada Pemilihan Presiden 2014, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) harus mengantisipasi adanya &amp;ldquo;serangan fajar&amp;rdquo;. Pengamat anggaran negara, Uchok Sky Khadafi, menilai potensi serangan fajar sangat besar.
&amp;nbsp;
Ada beberapa alasan serangan fajar marak sebelum pencoblosan. &quot;Pertama, dana kampanye pilpres yang dilaporkan masing-masing pasangan capres kepada KPU sangat minim sekali,&quot; kata Uchok kepada Okezone, Selasa (8/7/2014). &amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Capres Prabowo, lanjut dia, melaporkan dana kampanyenya sebesar Rp10 miliar dan capres Jokowi hanya sebesar Rp44,9 miliar.
&amp;nbsp;
&quot;Minimnya nilai laporan dana kampanye ini menandakan bahwa ada amunisi yang berbentuk duit disimpan untuk serangan fajar, atau serangan sembako sebelum melakukan serangan fajar,&quot; terangnya.
&amp;nbsp;
Kedua, menurut dia, serangan sembako sudah dilakukan saat memasuki H-7 dengan model berbeda-beda. Ada tim sukses capres tertentu memberikan atau menjual sembako dengan harga murah atau diskon harga sampai 90 persen agar dapat memengaruhi rakyat.
&amp;nbsp;
&quot;Ada juga tim sukses capres secara terang-terangan memberikan sembako kepada rakyat agar rakyat memilih capres tertentu,&quot; ucapnya. (Klik: Masyarakat Modern Takkan Terpancing Konflik Pemilu)
&amp;nbsp;
Kasus-kasus pemberian sembako atau money politics diyakini Uchok masih akan terus terjadi. Sebab, menurut dia, ada kesan penyelenggara pemilu dan penegak hukum hanya menunggu laporan dari publik. &amp;nbsp;
&amp;nbsp;
&quot;Kalau hal ini terjadi, sangat mengecewakan public, karena anggaran untuk pengawasan pemilu atau pelanggaran pemilu di Bawaslu provinsi dan lembaga pengawas pemilu ad-hoc lumayan besar, sekira Rp2,7 triliun,&quot; tegasnya. &amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Dana kehormatan bagi anggota Bawaslu sangat besar. Ketua Bawaslu mendapat dana kehormatan sebesar Rp14.375.000 per bulan, dan untuk anggota Bawaslu sebesar Rp12.500.000 per bulan. &amp;nbsp;
&amp;nbsp;
&quot;Kok kerjanya hanya menunggu laporan dari publik?&quot; pungkasnya.(Klik: Saksi Harus Berani Laporkan Kecurangan Pemilu)</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Memasuki H-1 pencoblosan pada Pemilihan Presiden 2014, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) harus mengantisipasi adanya &amp;ldquo;serangan fajar&amp;rdquo;. Pengamat anggaran negara, Uchok Sky Khadafi, menilai potensi serangan fajar sangat besar.
&amp;nbsp;
Ada beberapa alasan serangan fajar marak sebelum pencoblosan. &quot;Pertama, dana kampanye pilpres yang dilaporkan masing-masing pasangan capres kepada KPU sangat minim sekali,&quot; kata Uchok kepada Okezone, Selasa (8/7/2014). &amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Capres Prabowo, lanjut dia, melaporkan dana kampanyenya sebesar Rp10 miliar dan capres Jokowi hanya sebesar Rp44,9 miliar.
&amp;nbsp;
&quot;Minimnya nilai laporan dana kampanye ini menandakan bahwa ada amunisi yang berbentuk duit disimpan untuk serangan fajar, atau serangan sembako sebelum melakukan serangan fajar,&quot; terangnya.
&amp;nbsp;
Kedua, menurut dia, serangan sembako sudah dilakukan saat memasuki H-7 dengan model berbeda-beda. Ada tim sukses capres tertentu memberikan atau menjual sembako dengan harga murah atau diskon harga sampai 90 persen agar dapat memengaruhi rakyat.
&amp;nbsp;
&quot;Ada juga tim sukses capres secara terang-terangan memberikan sembako kepada rakyat agar rakyat memilih capres tertentu,&quot; ucapnya. (Klik: Masyarakat Modern Takkan Terpancing Konflik Pemilu)
&amp;nbsp;
Kasus-kasus pemberian sembako atau money politics diyakini Uchok masih akan terus terjadi. Sebab, menurut dia, ada kesan penyelenggara pemilu dan penegak hukum hanya menunggu laporan dari publik. &amp;nbsp;
&amp;nbsp;
&quot;Kalau hal ini terjadi, sangat mengecewakan public, karena anggaran untuk pengawasan pemilu atau pelanggaran pemilu di Bawaslu provinsi dan lembaga pengawas pemilu ad-hoc lumayan besar, sekira Rp2,7 triliun,&quot; tegasnya. &amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Dana kehormatan bagi anggota Bawaslu sangat besar. Ketua Bawaslu mendapat dana kehormatan sebesar Rp14.375.000 per bulan, dan untuk anggota Bawaslu sebesar Rp12.500.000 per bulan. &amp;nbsp;
&amp;nbsp;
&quot;Kok kerjanya hanya menunggu laporan dari publik?&quot; pungkasnya.(Klik: Saksi Harus Berani Laporkan Kecurangan Pemilu)</content:encoded></item></channel></rss>
