<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hak Politik PSK &amp; Penyandang Cacat Terakomodasi</title><description>Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) tidak menemukan adanya  kesulitan para pekerja seksual (PSK) dan penyandang disabilitas dalam  memenuhi hak politiknya pada pemilu presiden lalu.
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/07/15/567/1013115/hak-politik-psk-penyandang-cacat-terakomodasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/07/15/567/1013115/hak-politik-psk-penyandang-cacat-terakomodasi"/><item><title>Hak Politik PSK &amp; Penyandang Cacat Terakomodasi</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/07/15/567/1013115/hak-politik-psk-penyandang-cacat-terakomodasi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/07/15/567/1013115/hak-politik-psk-penyandang-cacat-terakomodasi</guid><pubDate>Selasa 15 Juli 2014 15:51 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/07/15/567/1013115/UkVZevLULs.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pemungutan suara (Ilustasi) (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/07/15/567/1013115/UkVZevLULs.jpg</image><title>Pemungutan suara (Ilustasi) (Foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) tidak menemukan adanya kesulitan para pekerja seksual (PSK) dan penyandang disabilitas dalam memenuhi hak politiknya pada pemilu presiden lalu.
&amp;nbsp;
&quot;Komnas HAM menyimpulkan terhadap kelompok rentan, terutama tahanan,  penyandang disabilitas dan PSK di seluruh lokalisasi sudah ada peningkatan,&quot; kata Ketua Komnas HAM Hafid Abbas, di kantornya, Jalan Latuharhary, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (15/7/2014).
&amp;nbsp;
Namun, Hafid menyesalkan banyaknya rumah sakit di Indonesia yang belum memenuhi hak konstitusi pasien yang dirawat saat pencoblosan pilpres dihelat. &quot;Hampir semua rumah sakit tidak ada TPS khusus, padahal itu pemilih dapat diukur dari pasien yang ada,&quot;ujarnya.
&amp;nbsp;
Kendati demikian, Hafid mengatakan, keseluruhan penyelenggara pemilu presiden dapat berjalan aman dan kondusif. &quot;Komnas HAM secara kelembagaan mendukung dan mendorong KPU sebagai penyelenggara pemilu menjalankan tugasnya secara profesional,&quot;pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) tidak menemukan adanya kesulitan para pekerja seksual (PSK) dan penyandang disabilitas dalam memenuhi hak politiknya pada pemilu presiden lalu.
&amp;nbsp;
&quot;Komnas HAM menyimpulkan terhadap kelompok rentan, terutama tahanan,  penyandang disabilitas dan PSK di seluruh lokalisasi sudah ada peningkatan,&quot; kata Ketua Komnas HAM Hafid Abbas, di kantornya, Jalan Latuharhary, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (15/7/2014).
&amp;nbsp;
Namun, Hafid menyesalkan banyaknya rumah sakit di Indonesia yang belum memenuhi hak konstitusi pasien yang dirawat saat pencoblosan pilpres dihelat. &quot;Hampir semua rumah sakit tidak ada TPS khusus, padahal itu pemilih dapat diukur dari pasien yang ada,&quot;ujarnya.
&amp;nbsp;
Kendati demikian, Hafid mengatakan, keseluruhan penyelenggara pemilu presiden dapat berjalan aman dan kondusif. &quot;Komnas HAM secara kelembagaan mendukung dan mendorong KPU sebagai penyelenggara pemilu menjalankan tugasnya secara profesional,&quot;pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
