<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mahasiswa Demo Tolak Kedatangan Bill Clinton</title><description>Sekelompok orang yang mengatasnamakan Gerakan Nasional Anti Intervensi  Asing (GANAS), berunjuk rasa di depan Gedung Komisi Pemilihan Umum  (KPU), Jakarta, Rabu (16/7/2014) sore.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/07/16/567/1013711/mahasiswa-demo-tolak-kedatangan-bill-clinton</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/07/16/567/1013711/mahasiswa-demo-tolak-kedatangan-bill-clinton"/><item><title>Mahasiswa Demo Tolak Kedatangan Bill Clinton</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/07/16/567/1013711/mahasiswa-demo-tolak-kedatangan-bill-clinton</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/07/16/567/1013711/mahasiswa-demo-tolak-kedatangan-bill-clinton</guid><pubDate>Rabu 16 Juli 2014 17:44 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/07/16/567/1013711/KqHrdYcyjj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi demo (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/07/16/567/1013711/KqHrdYcyjj.jpg</image><title>Ilustrasi demo (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Sekelompok orang yang mengatasnamakan Gerakan Nasional Anti Intervensi Asing (GANAS), berunjuk rasa di depan Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Rabu (16/7/2014) sore.
&amp;nbsp;
Mereka menolak kedatangan mantan presiden Amerika Serikat, Bill Clinton ke Indonesia yang diduga ada misi khusus untuk mengintervensi politik dalam negeri, Indonesia.
&amp;nbsp;
Koordinator Aksi Saiful Muhammad mengatakan, kedatangan mantan orang nomor satu di negeri Paman Sam  pada 16-23 Juli 2014, bertepatan dengan jadwal pengumuman pemenang Pemilu oleh KPU, diduga sarat intervensi.
&amp;nbsp;
&quot;Kalaupun misinya untuk lingkungan hidup, Clinton bisa datang ke Jakarta setelah KPU mengumumkan pemenang Pemilu. Waktunya sangat tidak tepat dan sangat mencurigakan,&quot; ujar Saeful di lokasi.
&amp;nbsp;
Kecurigaan Saeful ini sangat beralasan, karena posisi Indonesia sangat penting, terutama untuk Amerika. &quot;Dengan situasi politik Indonesia yang sedang diuji seperti ini, Amerika tampaknya berupaya untuk menjaga kepentingan ekonominya di Indonesia,&quot;ujarnya.
&amp;nbsp;
Oleh sebab itu dia meminta kepada Amerika untuk menghormati Indonesia sebagai negara yang berdaulat. &quot;Sebagai mahasiswa, kita tergerak untuk bergerak manakala asing dengan berbagai cara, sudah mulai menunjukkan gelagat mendikte politik dalam negeri Indonesia,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Sekelompok orang yang mengatasnamakan Gerakan Nasional Anti Intervensi Asing (GANAS), berunjuk rasa di depan Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Rabu (16/7/2014) sore.
&amp;nbsp;
Mereka menolak kedatangan mantan presiden Amerika Serikat, Bill Clinton ke Indonesia yang diduga ada misi khusus untuk mengintervensi politik dalam negeri, Indonesia.
&amp;nbsp;
Koordinator Aksi Saiful Muhammad mengatakan, kedatangan mantan orang nomor satu di negeri Paman Sam  pada 16-23 Juli 2014, bertepatan dengan jadwal pengumuman pemenang Pemilu oleh KPU, diduga sarat intervensi.
&amp;nbsp;
&quot;Kalaupun misinya untuk lingkungan hidup, Clinton bisa datang ke Jakarta setelah KPU mengumumkan pemenang Pemilu. Waktunya sangat tidak tepat dan sangat mencurigakan,&quot; ujar Saeful di lokasi.
&amp;nbsp;
Kecurigaan Saeful ini sangat beralasan, karena posisi Indonesia sangat penting, terutama untuk Amerika. &quot;Dengan situasi politik Indonesia yang sedang diuji seperti ini, Amerika tampaknya berupaya untuk menjaga kepentingan ekonominya di Indonesia,&quot;ujarnya.
&amp;nbsp;
Oleh sebab itu dia meminta kepada Amerika untuk menghormati Indonesia sebagai negara yang berdaulat. &quot;Sebagai mahasiswa, kita tergerak untuk bergerak manakala asing dengan berbagai cara, sudah mulai menunjukkan gelagat mendikte politik dalam negeri Indonesia,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
