<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tim Pembela Merah Putih Temukan 4 Kecurangan Pilpres 2014</title><description>Tim Pembela Merah Putih (TPMP) pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa,  mengaku mendapat laporan dari berbagai daerah tentang berbagai bentuk  kecurangan yang telah merugikan Calon Presiden pasangan nomor urut satu  itu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/07/16/568/1013683/tim-pembela-merah-putih-temukan-4-kecurangan-pilpres-2014</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/07/16/568/1013683/tim-pembela-merah-putih-temukan-4-kecurangan-pilpres-2014"/><item><title>Tim Pembela Merah Putih Temukan 4 Kecurangan Pilpres 2014</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/07/16/568/1013683/tim-pembela-merah-putih-temukan-4-kecurangan-pilpres-2014</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/07/16/568/1013683/tim-pembela-merah-putih-temukan-4-kecurangan-pilpres-2014</guid><pubDate>Rabu 16 Juli 2014 17:21 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/07/16/568/1013683/LwLRi7qtLJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tim Advokasi Pembela Merah Putih siap kawal Prabowo-Hatta (Foto: Awaludin/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/07/16/568/1013683/LwLRi7qtLJ.jpg</image><title>Tim Advokasi Pembela Merah Putih siap kawal Prabowo-Hatta (Foto: Awaludin/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Tim Pembela Merah Putih (TPMP) pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, mengaku mendapat laporan dari berbagai daerah tentang berbagai bentuk kecurangan yang telah merugikan Calon Presiden pasangan nomor urut satu itu.&quot;Ada laporan dari berbagai daerah, secara umum ada 4 pola dugaan kecurangan yang terjadi,&quot; ujar anggota TPMP, Hubiburokhman, Rabu (16/7/2014).Dia pun menuturkan salah satunya, yaitu kasus dugaan politik uang yang terjadi secara terstruktur sistematis dan massif di Kabupaten Bandung, Tangerang, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, dan Bekasi.&quot;Kami menemukan pembagian sembako dan alat peraga Jokowi-JK, dan di Bekasi kami menemukan kasus pembagian amplop berisi uang dan kartu petunjuk pencoblosan Jokowi-JK, kasus-kasus itu sudah secara resmi kami laporkan ke Bawaslu RI dan Panwaslu Kabupaten setempat,&quot; tuturnya.Tak hanya itu, lanjut Habiburokhman, dugaan ketidaknetralan kepala daerah yang merugikan pasangan Prabowo-Hatta.&quot;Di Jawa Tengah ada surat edaran Gubernur kepada lurah, kepala desa, dan aparat desa yang isinya untuk tidak menunjukan sikap berbeda secara politik dengan haluan politik Gubernur yang jelas-jelas kader PDI Perjuangan,&quot; lanjutnya.Dan bentuk kecurangan ketiga, kata dia, perampasan dan perampokan formulir C1 milik pasangan Prabowo-Hatta di Bima, Nusa Tenggara Barat.&quot;Mobil pembawa formulir C1 dirampok orang tak dikenal, dan di Garut rumah penyimpanan form C1 sempat didatangi sejumlah orang yang memaksa meminta form tersebut,&quot; tambahnya.&quot;Terakhir, indikasi adanya mobilisasi pemilih siluman. Di DKI Jakarta saja kami menemukan banyak pemilih non penduduk setempat yang tidak punya form A5 untuk melakukan pencoblosan di lima ribu TPS,&quot; tuturnya.Untuk itu, Habiburokhman sangat menyesalkan pernyataan kubu Jokowi-JK yang mengatakan bila mereka kalah, maka KPU salah dan Pemilu dianggap curang.&quot;Kami harap apapun hasil pemilu presiden ini kedua belah pihak bisa menyikpai dengan bijaksana. Segala bentuk keluhan, protes dan ketidakpuasan harus disalurkan lewat prosedur dan koridor hukum yang berlaku,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Tim Pembela Merah Putih (TPMP) pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, mengaku mendapat laporan dari berbagai daerah tentang berbagai bentuk kecurangan yang telah merugikan Calon Presiden pasangan nomor urut satu itu.&quot;Ada laporan dari berbagai daerah, secara umum ada 4 pola dugaan kecurangan yang terjadi,&quot; ujar anggota TPMP, Hubiburokhman, Rabu (16/7/2014).Dia pun menuturkan salah satunya, yaitu kasus dugaan politik uang yang terjadi secara terstruktur sistematis dan massif di Kabupaten Bandung, Tangerang, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, dan Bekasi.&quot;Kami menemukan pembagian sembako dan alat peraga Jokowi-JK, dan di Bekasi kami menemukan kasus pembagian amplop berisi uang dan kartu petunjuk pencoblosan Jokowi-JK, kasus-kasus itu sudah secara resmi kami laporkan ke Bawaslu RI dan Panwaslu Kabupaten setempat,&quot; tuturnya.Tak hanya itu, lanjut Habiburokhman, dugaan ketidaknetralan kepala daerah yang merugikan pasangan Prabowo-Hatta.&quot;Di Jawa Tengah ada surat edaran Gubernur kepada lurah, kepala desa, dan aparat desa yang isinya untuk tidak menunjukan sikap berbeda secara politik dengan haluan politik Gubernur yang jelas-jelas kader PDI Perjuangan,&quot; lanjutnya.Dan bentuk kecurangan ketiga, kata dia, perampasan dan perampokan formulir C1 milik pasangan Prabowo-Hatta di Bima, Nusa Tenggara Barat.&quot;Mobil pembawa formulir C1 dirampok orang tak dikenal, dan di Garut rumah penyimpanan form C1 sempat didatangi sejumlah orang yang memaksa meminta form tersebut,&quot; tambahnya.&quot;Terakhir, indikasi adanya mobilisasi pemilih siluman. Di DKI Jakarta saja kami menemukan banyak pemilih non penduduk setempat yang tidak punya form A5 untuk melakukan pencoblosan di lima ribu TPS,&quot; tuturnya.Untuk itu, Habiburokhman sangat menyesalkan pernyataan kubu Jokowi-JK yang mengatakan bila mereka kalah, maka KPU salah dan Pemilu dianggap curang.&quot;Kami harap apapun hasil pemilu presiden ini kedua belah pihak bisa menyikpai dengan bijaksana. Segala bentuk keluhan, protes dan ketidakpuasan harus disalurkan lewat prosedur dan koridor hukum yang berlaku,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
