<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>SBY: Indonesia Cetak Uang di Australia, Saya Masih di TNI</title><description>Menurut SBY, saat  Indonesia mencetak uang di Australia pada tahun 1999, saat itu dirinya masih aktif di TNI.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/08/04/339/1019752/sby-indonesia-cetak-uang-di-australia-saya-masih-di-tni</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/08/04/339/1019752/sby-indonesia-cetak-uang-di-australia-saya-masih-di-tni"/><item><title>SBY: Indonesia Cetak Uang di Australia, Saya Masih di TNI</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/08/04/339/1019752/sby-indonesia-cetak-uang-di-australia-saya-masih-di-tni</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/08/04/339/1019752/sby-indonesia-cetak-uang-di-australia-saya-masih-di-tni</guid><pubDate>Senin 04 Agustus 2014 14:44 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/08/04/339/1019752/QiXDf33exC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">SBY: Indonesia Cetak Uang di Australia, Saya Masih di TNI (Foto: Abror Rizki)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/08/04/339/1019752/QiXDf33exC.jpg</image><title>SBY: Indonesia Cetak Uang di Australia, Saya Masih di TNI (Foto: Abror Rizki)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali memberi bantahan terkait informasi yang dikeluarkan situs Wikileaks tentang sinyalemen adanya perintah mencegah penyidikan atas dugaan korupsi sejumlah pejabat di negara Asia.
&amp;nbsp;
&quot;Hal lain yang menjadi perhatian kita di dalam negeri, sudah sempat saya sampaikan yaitu ketika ada isu yang dipicu oleh Wikileaks dan diimplifikasi oleh beberapa media di dalam negeri,&quot; ujar SBY saat membuka rapat terbatas di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (4/8/2014).
&amp;nbsp;
SBY menjelaskan, kepala negara tidak mempunyai wewenang untuk membuat atau memerintahkan mencetak uang di luar negeri. Hal tersebut adalah kewenangan Bank Indonesia.
&amp;nbsp;
&quot;Saya jelaskan percetakan uang adalah sepenuhnya kewenangan, tanggung jawab dan urusan dari BI. Bukan presiden dan bukan pemerintah. Ini isu sensitif,&quot; tegas SBY.
&amp;nbsp;
Menurut SBY, saat  Indonesia mencetak uang di Australia pada tahun 1999, saat itu dirinya masih aktif di TNI. &quot;Kalau ada yang tidak benar pada tahun 1999 itu, saya masih aktif di TNI dan belum jadi presiden. Segalanya bisa diklarifikasi dengan benar. Hukum dan kebenaran harus ditegakkan,&quot; tutup SBY.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali memberi bantahan terkait informasi yang dikeluarkan situs Wikileaks tentang sinyalemen adanya perintah mencegah penyidikan atas dugaan korupsi sejumlah pejabat di negara Asia.
&amp;nbsp;
&quot;Hal lain yang menjadi perhatian kita di dalam negeri, sudah sempat saya sampaikan yaitu ketika ada isu yang dipicu oleh Wikileaks dan diimplifikasi oleh beberapa media di dalam negeri,&quot; ujar SBY saat membuka rapat terbatas di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (4/8/2014).
&amp;nbsp;
SBY menjelaskan, kepala negara tidak mempunyai wewenang untuk membuat atau memerintahkan mencetak uang di luar negeri. Hal tersebut adalah kewenangan Bank Indonesia.
&amp;nbsp;
&quot;Saya jelaskan percetakan uang adalah sepenuhnya kewenangan, tanggung jawab dan urusan dari BI. Bukan presiden dan bukan pemerintah. Ini isu sensitif,&quot; tegas SBY.
&amp;nbsp;
Menurut SBY, saat  Indonesia mencetak uang di Australia pada tahun 1999, saat itu dirinya masih aktif di TNI. &quot;Kalau ada yang tidak benar pada tahun 1999 itu, saya masih aktif di TNI dan belum jadi presiden. Segalanya bisa diklarifikasi dengan benar. Hukum dan kebenaran harus ditegakkan,&quot; tutup SBY.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
