<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Diduga Kapal Feri Bangladesh Terbalik Akibat Cuaca Buruk</title><description>Proses penyelamatan dan penyelidikan terbaliknya Kapal Feri Bangladesh MV Pinak terus dilakukan. Muncul dugaan kapal MV Pinak diyakini terbalik akibat cuaca buruk.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/08/04/413/1019909/diduga-kapal-feri-bangladesh-terbalik-akibat-cuaca-buruk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/08/04/413/1019909/diduga-kapal-feri-bangladesh-terbalik-akibat-cuaca-buruk"/><item><title>Diduga Kapal Feri Bangladesh Terbalik Akibat Cuaca Buruk</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/08/04/413/1019909/diduga-kapal-feri-bangladesh-terbalik-akibat-cuaca-buruk</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/08/04/413/1019909/diduga-kapal-feri-bangladesh-terbalik-akibat-cuaca-buruk</guid><pubDate>Senin 04 Agustus 2014 18:32 WIB</pubDate><dc:creator>Angga Mahaputra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/08/04/413/1019909/jKBycuBgSm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Diduga kapal feri Bangladesh terbalik akibat cuaca buruk (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/08/04/413/1019909/jKBycuBgSm.jpg</image><title>Diduga kapal feri Bangladesh terbalik akibat cuaca buruk (Foto: Reuters)</title></images><description>NEW DELHI - Proses penyelamatan dan penyelidikan terbaliknya Kapal Feri Bangladesh MV Pinak terus dilakukan. Muncul dugaan kapal MV Pinak diyakini terbalik akibat cuaca buruk.&amp;ldquo;Kapal yang mampu menempuh perjalanan dua jam untuk menuju Kota Mawa dikabarkan menghadapi cuaca buruk. Sehingga menyebabkan kapal terbalik karena adanya arus kuat di Sungai Padma,&amp;rdquo; tutur Ketua Otoritas Transportasi Air Bangladesh Samsuddoha Khondaker, seperti dikutip New York Times, Senin (4/8/2014).Saat ini, tim penyelamat menduga 100 penumpang kapal feri Bangladesh telah tewas. Mengingat sejumlah penumpang tersebut sampai saat ini masih belum ditemukan.Kecelakaan seperti ini memang umum terjadi akibat standar keamanan yang sangat buruk. Diprediksi tim penyidik akan menghadapi kesulitan untuk melakukan identifikasi dan juga penyelidikan. Menyusul sebagian besar operator kapal feri di Bangladesh sering tidak menyimpan daftar nama dan data penumpang.Menurut pejabat setempat sebagian penumpang kapal MV Pinak adalah para penumpang yang telah selesai merayakan lebaran di kampung halamannya. Seperti diketahui pekan lalu merupakan hari terakhir dari bulan Ramadhan.(ang)</description><content:encoded>NEW DELHI - Proses penyelamatan dan penyelidikan terbaliknya Kapal Feri Bangladesh MV Pinak terus dilakukan. Muncul dugaan kapal MV Pinak diyakini terbalik akibat cuaca buruk.&amp;ldquo;Kapal yang mampu menempuh perjalanan dua jam untuk menuju Kota Mawa dikabarkan menghadapi cuaca buruk. Sehingga menyebabkan kapal terbalik karena adanya arus kuat di Sungai Padma,&amp;rdquo; tutur Ketua Otoritas Transportasi Air Bangladesh Samsuddoha Khondaker, seperti dikutip New York Times, Senin (4/8/2014).Saat ini, tim penyelamat menduga 100 penumpang kapal feri Bangladesh telah tewas. Mengingat sejumlah penumpang tersebut sampai saat ini masih belum ditemukan.Kecelakaan seperti ini memang umum terjadi akibat standar keamanan yang sangat buruk. Diprediksi tim penyidik akan menghadapi kesulitan untuk melakukan identifikasi dan juga penyelidikan. Menyusul sebagian besar operator kapal feri di Bangladesh sering tidak menyimpan daftar nama dan data penumpang.Menurut pejabat setempat sebagian penumpang kapal MV Pinak adalah para penumpang yang telah selesai merayakan lebaran di kampung halamannya. Seperti diketahui pekan lalu merupakan hari terakhir dari bulan Ramadhan.(ang)</content:encoded></item></channel></rss>
