<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Teken Perpres Muluskan Reklamasi, SBY Sakiti Hati Warga Bali</title><description>Masyarakat Bali mengaku kecewa dengan keputusan Presiden Susilo Bambang  Yudhoyono (SBY) menandatangani Perpres Nomor 51 Tahun 2014.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/08/08/340/1021770/teken-perpres-muluskan-reklamasi-sby-sakiti-hati-warga-bali</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/08/08/340/1021770/teken-perpres-muluskan-reklamasi-sby-sakiti-hati-warga-bali"/><item><title>Teken Perpres Muluskan Reklamasi, SBY Sakiti Hati Warga Bali</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/08/08/340/1021770/teken-perpres-muluskan-reklamasi-sby-sakiti-hati-warga-bali</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/08/08/340/1021770/teken-perpres-muluskan-reklamasi-sby-sakiti-hati-warga-bali</guid><pubDate>Jum'at 08 Agustus 2014 14:41 WIB</pubDate><dc:creator>Rohmat</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/08/08/340/1021770/X6XTIoEPS1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi peta pulau bali</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/08/08/340/1021770/X6XTIoEPS1.jpg</image><title>Ilustrasi peta pulau bali</title></images><description>DENPASAR - Masyarakat Bali mengaku kecewa dengan keputusan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menandatangani Perpres Nomor 51 Tahun 2014. Perpres itu dinilai memuluskan jalan reklamasi Teluk Benoa.Bentuk kekecewaan warga disuarakan dalam aksi demonstrasi yang melibatkan 500 aktivis di depan Kantor Gubernur Bali, Renon, Denpasar, Jumat (8/7/2014). Mereka membentangkan spanduk anti-reklamasi Teluk Benoa dan mengecam sikap SBY karena tidak menggubris aspirasi masyarakat Bali.Tidak hanya itu, massa yang tergabung dalam Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi (ForBALI) juga menggelar pertunjukkan seni dengan tema penolakan reklamasi yang konon seluas 700 hektare.&quot;Keputusan politik Presiden SBY dengan Perpres Nomor 51 Tahun 2014 yang memuluskan jalan untuk rencana reklamasi Teluk Benoa sangat menyakitkan hati rakyat Bali,.&quot; jelas Koordinator forBali Wayan Gendo Suardana.Dengan tidak mengindahkan aspirasi penolakan reklamasi yang berulangkali disuarakan, SBY dinilai meremehkan masyarakat Bali. Apalagi, berdasar kajian ilmiah dari hasil penelitian Conservation International dan LPPM Universitas Udayana menyatakan reklamasi Teluk Benoa jelas tak layak.Massa mengancam jika sampai akhir masa jabatannya berakhir SBY tetap tidak mau mendengar aspirasi mereka, maka tetap akan disuarakan kepada presiden terpilih. &quot;Kami harapkan presiden baru terpilih, bisa mencabut Perpres 51,&quot; tukasnya.&amp;nbsp; Diketahui Perpres Nomor 51 Tahun 2014 tentang Perubahan Perpres Nomor 45 Tahun 2014 tentang Tata Ruang Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan.</description><content:encoded>DENPASAR - Masyarakat Bali mengaku kecewa dengan keputusan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menandatangani Perpres Nomor 51 Tahun 2014. Perpres itu dinilai memuluskan jalan reklamasi Teluk Benoa.Bentuk kekecewaan warga disuarakan dalam aksi demonstrasi yang melibatkan 500 aktivis di depan Kantor Gubernur Bali, Renon, Denpasar, Jumat (8/7/2014). Mereka membentangkan spanduk anti-reklamasi Teluk Benoa dan mengecam sikap SBY karena tidak menggubris aspirasi masyarakat Bali.Tidak hanya itu, massa yang tergabung dalam Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi (ForBALI) juga menggelar pertunjukkan seni dengan tema penolakan reklamasi yang konon seluas 700 hektare.&quot;Keputusan politik Presiden SBY dengan Perpres Nomor 51 Tahun 2014 yang memuluskan jalan untuk rencana reklamasi Teluk Benoa sangat menyakitkan hati rakyat Bali,.&quot; jelas Koordinator forBali Wayan Gendo Suardana.Dengan tidak mengindahkan aspirasi penolakan reklamasi yang berulangkali disuarakan, SBY dinilai meremehkan masyarakat Bali. Apalagi, berdasar kajian ilmiah dari hasil penelitian Conservation International dan LPPM Universitas Udayana menyatakan reklamasi Teluk Benoa jelas tak layak.Massa mengancam jika sampai akhir masa jabatannya berakhir SBY tetap tidak mau mendengar aspirasi mereka, maka tetap akan disuarakan kepada presiden terpilih. &quot;Kami harapkan presiden baru terpilih, bisa mencabut Perpres 51,&quot; tukasnya.&amp;nbsp; Diketahui Perpres Nomor 51 Tahun 2014 tentang Perubahan Perpres Nomor 45 Tahun 2014 tentang Tata Ruang Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan.</content:encoded></item></channel></rss>
