<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Masuk Monas Akan Pakai Tiket Elektronik</title><description>Pengelolaan taman dan tugu Monumen Nasional (Monas) kini terpadu dalam  satu Unit Pengelola (UP) Kawasan Monas. Dengan pengelolaan baru,  sejumlah kebijakan anyar pun segera ditelurkan Kepala UP Kasawan Monas  Rini Hariyani dan jajarannya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/08/12/500/1023176/masuk-monas-akan-pakai-tiket-elektronik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/08/12/500/1023176/masuk-monas-akan-pakai-tiket-elektronik"/><item><title>Masuk Monas Akan Pakai Tiket Elektronik</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/08/12/500/1023176/masuk-monas-akan-pakai-tiket-elektronik</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/08/12/500/1023176/masuk-monas-akan-pakai-tiket-elektronik</guid><pubDate>Selasa 12 Agustus 2014 10:02 WIB</pubDate><dc:creator>Angkasa Yudhistira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/08/12/500/1023176/wMEli0zmdy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pengunjung bermain sepeda di Area Monas (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/08/12/500/1023176/wMEli0zmdy.jpg</image><title>Pengunjung bermain sepeda di Area Monas (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pengelolaan taman dan tugu Monumen Nasional (Monas) kini terpadu dalam satu Unit Pengelola (UP) Kawasan Monas. Dengan pengelolaan baru, sejumlah kebijakan anyar pun segera ditelurkan Kepala UP Kasawan Monas Rini Hariyani dan jajarannya.&quot;Sudah dilantik jadi Kepala Kawasan Monas. Ketemu dengan kepala taman dulu. Say hello. Terus kita menyatukan program beliau. Kita sendiri mulai menata dan membenahi. Kita kan harus ada serah terima, mendata apa-apa yang ada di kawasan,&quot; ujar Rini di Balai Kota Jakarta, Selasa (12/8/2014).Rini berencana membenahi sistem tiket yang beberapa waktu lalu telah menggunakan gelang untuk tiap pengunjung sebagai penanda waktu masuk agar tidak mengantre terlalu panjang.&quot;Kita ingin seperti apa yang disampaikan pak Wagub bahwa kita dengan sistem tiket loket di pagar depan. Monas kan ikon yang berbeda dengan taman terbuka lainnya. Karena hal itu maka kita berupaya dengan adanya sistem tiket yang nantinya dengan sistem computerize, e-ticketing. Jadi pengunjung tidak ada transaksi uang,&quot; terangnya.Untuk merealisasikan hal itu, Rini mengajukan enam titik, di antaranya pintu-pintu yang berada di depan Indosat dari IRTI, Stasiun Gambir, depan Pertamina, Istana, dan depan Museum Nasional.&quot;Semua itu berkaitan dengan anggaran. Kita sih berupaya mudah-mudahan ada perusahaan yang bantu Monas. Untuk bisa menghemat anggaran,&quot; tandasnya. Bila tak ada halangan akan renacananya itu, sistem tersebut dapat dijalankan pada akhir tahun ini.</description><content:encoded>JAKARTA - Pengelolaan taman dan tugu Monumen Nasional (Monas) kini terpadu dalam satu Unit Pengelola (UP) Kawasan Monas. Dengan pengelolaan baru, sejumlah kebijakan anyar pun segera ditelurkan Kepala UP Kasawan Monas Rini Hariyani dan jajarannya.&quot;Sudah dilantik jadi Kepala Kawasan Monas. Ketemu dengan kepala taman dulu. Say hello. Terus kita menyatukan program beliau. Kita sendiri mulai menata dan membenahi. Kita kan harus ada serah terima, mendata apa-apa yang ada di kawasan,&quot; ujar Rini di Balai Kota Jakarta, Selasa (12/8/2014).Rini berencana membenahi sistem tiket yang beberapa waktu lalu telah menggunakan gelang untuk tiap pengunjung sebagai penanda waktu masuk agar tidak mengantre terlalu panjang.&quot;Kita ingin seperti apa yang disampaikan pak Wagub bahwa kita dengan sistem tiket loket di pagar depan. Monas kan ikon yang berbeda dengan taman terbuka lainnya. Karena hal itu maka kita berupaya dengan adanya sistem tiket yang nantinya dengan sistem computerize, e-ticketing. Jadi pengunjung tidak ada transaksi uang,&quot; terangnya.Untuk merealisasikan hal itu, Rini mengajukan enam titik, di antaranya pintu-pintu yang berada di depan Indosat dari IRTI, Stasiun Gambir, depan Pertamina, Istana, dan depan Museum Nasional.&quot;Semua itu berkaitan dengan anggaran. Kita sih berupaya mudah-mudahan ada perusahaan yang bantu Monas. Untuk bisa menghemat anggaran,&quot; tandasnya. Bila tak ada halangan akan renacananya itu, sistem tersebut dapat dijalankan pada akhir tahun ini.</content:encoded></item></channel></rss>
