<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mesin Tik Zaman Belanda Dipakai Membuat Surat Tanah Palsu</title><description> Pemkot Bandung menggandeng Bareskrim Mabes Polri untuk  memberantas para mafia tanah yang sering mengklaim tanah atau lahan  milik pemerintah dengan menggunakan surat-surat palsu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/08/13/526/1023862/mesin-tik-zaman-belanda-dipakai-membuat-surat-tanah-palsu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/08/13/526/1023862/mesin-tik-zaman-belanda-dipakai-membuat-surat-tanah-palsu"/><item><title>Mesin Tik Zaman Belanda Dipakai Membuat Surat Tanah Palsu</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/08/13/526/1023862/mesin-tik-zaman-belanda-dipakai-membuat-surat-tanah-palsu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/08/13/526/1023862/mesin-tik-zaman-belanda-dipakai-membuat-surat-tanah-palsu</guid><pubDate>Rabu 13 Agustus 2014 13:51 WIB</pubDate><dc:creator>Tri Ispranoto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/08/13/526/1023862/OpTB1IPSw7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/08/13/526/1023862/OpTB1IPSw7.jpg</image><title>Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil (foto: Okezone)</title></images><description>BANDUNG - Pemkot Bandung menggandeng Bareskrim Mabes Polri untuk memberantas para mafia tanah yang sering mengklaim tanah atau lahan milik pemerintah dengan menggunakan surat-surat palsu. Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil (RK), mengatakan, banyak cara dilakukan para mafia tanah untuk mengklaim tanah milik pemerintah. Salah satunya memalsukan surat dengan menggunakan alat-alat yang sesuai pada jamannya. &quot;Khusus Bandung, karena sejarahnya dulu Belanda pergi dari Indonesia jadi ada macam-macam variasi dalam peralihannya ke negara. Ada yang diaku sebagai waarisan, ada yang memang pribadi, dan seterusnya,&quot; ucap RK di Balai Kota Bandung, Rabu (13/8/2014). Dari hasil penelusuran, kata RK, di Kota Bandung sangat mudah untuk mengklaim tanah. Pasalnya, alat-alat seperti mesin ketik dan ahli bahasa Belanda &amp;lrm;masih banyak dan sering digunakan untuk membuat surat palsu. &quot;Hasil dari penelusuran di Bandung itu mudah orang mengklaim tanah. Pak Kapolrestabes bilang, di Bandung itu pemalsuannya karena mesin tik zaman Belanda masih ada. Termasuk ngetik-ngetik bahasa Belanda yang jadul-jadul itu bisa,&quot; terangnya. &amp;lrm;RK menilai, akibatnya banyak tanah yang dengan mudah berpindah tangan kepada pihak tidak bertanggung jawab. &quot;Kalau dijumlah-jumlah kerugian bisa sampai triliunan rupiah,&quot; katanya. Lebih lanjut RK mengungkapkan, untuk menyiasati hal itu pihaknya kini telah menyiapkan data base digital yang bisa mengakses data mengenai aset-aset yang ada di Kota Bandung tanpa harus mencari dokumen otentik yang memerlukan ruangan besar. &quot;Sekarang ada 2.200 aset yang jadi milik kita. Dari jumlah itu ada belasan yang terancam dan digugat. Ada sekolah, lapangan olah raga, macam-macam. Rumah Kapolrestabes aja digugat, itu kan enggak lucu,&quot; bebernya. </description><content:encoded>BANDUNG - Pemkot Bandung menggandeng Bareskrim Mabes Polri untuk memberantas para mafia tanah yang sering mengklaim tanah atau lahan milik pemerintah dengan menggunakan surat-surat palsu. Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil (RK), mengatakan, banyak cara dilakukan para mafia tanah untuk mengklaim tanah milik pemerintah. Salah satunya memalsukan surat dengan menggunakan alat-alat yang sesuai pada jamannya. &quot;Khusus Bandung, karena sejarahnya dulu Belanda pergi dari Indonesia jadi ada macam-macam variasi dalam peralihannya ke negara. Ada yang diaku sebagai waarisan, ada yang memang pribadi, dan seterusnya,&quot; ucap RK di Balai Kota Bandung, Rabu (13/8/2014). Dari hasil penelusuran, kata RK, di Kota Bandung sangat mudah untuk mengklaim tanah. Pasalnya, alat-alat seperti mesin ketik dan ahli bahasa Belanda &amp;lrm;masih banyak dan sering digunakan untuk membuat surat palsu. &quot;Hasil dari penelusuran di Bandung itu mudah orang mengklaim tanah. Pak Kapolrestabes bilang, di Bandung itu pemalsuannya karena mesin tik zaman Belanda masih ada. Termasuk ngetik-ngetik bahasa Belanda yang jadul-jadul itu bisa,&quot; terangnya. &amp;lrm;RK menilai, akibatnya banyak tanah yang dengan mudah berpindah tangan kepada pihak tidak bertanggung jawab. &quot;Kalau dijumlah-jumlah kerugian bisa sampai triliunan rupiah,&quot; katanya. Lebih lanjut RK mengungkapkan, untuk menyiasati hal itu pihaknya kini telah menyiapkan data base digital yang bisa mengakses data mengenai aset-aset yang ada di Kota Bandung tanpa harus mencari dokumen otentik yang memerlukan ruangan besar. &quot;Sekarang ada 2.200 aset yang jadi milik kita. Dari jumlah itu ada belasan yang terancam dan digugat. Ada sekolah, lapangan olah raga, macam-macam. Rumah Kapolrestabes aja digugat, itu kan enggak lucu,&quot; bebernya. </content:encoded></item></channel></rss>
