<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Soal Kursi Menteri, PPP: Jangan-Jangan Hanya Angin Surga</title><description>Ketua DPW Partai Persatuan Pembanguan (PPP), Abraham  Lunggana atau dikenal dengan Haji Lulung, turut angkat bicara soal  rencana partainya mempercepat muktamar.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/08/18/568/1026243/soal-kursi-menteri-ppp-jangan-jangan-hanya-angin-surga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/08/18/568/1026243/soal-kursi-menteri-ppp-jangan-jangan-hanya-angin-surga"/><item><title>Soal Kursi Menteri, PPP: Jangan-Jangan Hanya Angin Surga</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/08/18/568/1026243/soal-kursi-menteri-ppp-jangan-jangan-hanya-angin-surga</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/08/18/568/1026243/soal-kursi-menteri-ppp-jangan-jangan-hanya-angin-surga</guid><pubDate>Senin 18 Agustus 2014 17:08 WIB</pubDate><dc:creator>Angkasa Yudhistira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/08/18/568/1026243/eQga5Buznu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/08/18/568/1026243/eQga5Buznu.jpg</image><title>ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Ketua DPW Partai Persatuan Pembanguan (PPP), Abraham  Lunggana atau dikenal dengan Haji Lulung, turut angkat bicara soal  rencana partainya mempercepat muktamar.Ditegaskannya, tidak ada  aturannya menggelar Muktamar 2014. Alasannya, sesuai dengan AD/ART atau  kosntitusi partai, muktamar baru bisa digelar setahun pasca Pemilihan  presiden (Pilpres) 2014.&amp;rsquo;&amp;rsquo;Kalau, mau muktamar sekarang itu sudah  melawan kontitusi. Kita sebagai partai Islam harus tertib dan  menjalankan politik amar makruf nahi mungkar,&amp;rsquo;&amp;rsquo; kata Lulung, di Jakarta  (18/8/2014).Pelaksanaan Muktamar PPP, sambungnya, paling lambat  20 Oktober 2015. Jika ada elite dan tokoh partai ini mendesak percepatan  muktamar, sudah dipastikan dia menginkan posisi menteri di dalam  kabinet pemerintahan Jokowi-JK.Padahal, menurut dia belum tentu  Jokowi-JK yang menang dalam pertarungan Pilpres 2014. Sebab, Mahkamah  Konstitusi (MK) masih melakukan persidangan sengketa Pilpres.&quot;Kalau  pun Jokowi yang jadi (presiden). Belum tentu PPP diberikan kursi  menteri. Jangan-jangan hanya dikasih angin surga (harapan palsu) saja  oleh mantan Wali Kota Solo itu,&amp;rsquo;&amp;rsquo; terangnya.Wakil Ketua DPRD DKI  itu berharap, para elite dan tokoh PPP jangan mengajarkan kader menjadi  pragmatis, yang selalu ingin dekat dengan kekuasaan. Sebab, efeknya  akan buruk di mata umat islam.&amp;nbsp;Terkait posisi PPP saat ini,  Lulung menegaskan masih solid berada di Koalisi Merah Putih untuk  mendukung Prabowo-Hatta. Maka konsekuensi dari putusan MK jika nanti  mengalahkan pasangan Prabowo-Hatta, PPP siap menjadi oposisi.&amp;rsquo;&amp;rsquo;Prinsipnya,  PPP akan menjadi partner penyeimbang menjalankan roda kepemimpinan ke  depan, di dalam atau di luar (pemerintahan) itu tidak soal,&amp;rsquo;&amp;rsquo; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua DPW Partai Persatuan Pembanguan (PPP), Abraham  Lunggana atau dikenal dengan Haji Lulung, turut angkat bicara soal  rencana partainya mempercepat muktamar.Ditegaskannya, tidak ada  aturannya menggelar Muktamar 2014. Alasannya, sesuai dengan AD/ART atau  kosntitusi partai, muktamar baru bisa digelar setahun pasca Pemilihan  presiden (Pilpres) 2014.&amp;rsquo;&amp;rsquo;Kalau, mau muktamar sekarang itu sudah  melawan kontitusi. Kita sebagai partai Islam harus tertib dan  menjalankan politik amar makruf nahi mungkar,&amp;rsquo;&amp;rsquo; kata Lulung, di Jakarta  (18/8/2014).Pelaksanaan Muktamar PPP, sambungnya, paling lambat  20 Oktober 2015. Jika ada elite dan tokoh partai ini mendesak percepatan  muktamar, sudah dipastikan dia menginkan posisi menteri di dalam  kabinet pemerintahan Jokowi-JK.Padahal, menurut dia belum tentu  Jokowi-JK yang menang dalam pertarungan Pilpres 2014. Sebab, Mahkamah  Konstitusi (MK) masih melakukan persidangan sengketa Pilpres.&quot;Kalau  pun Jokowi yang jadi (presiden). Belum tentu PPP diberikan kursi  menteri. Jangan-jangan hanya dikasih angin surga (harapan palsu) saja  oleh mantan Wali Kota Solo itu,&amp;rsquo;&amp;rsquo; terangnya.Wakil Ketua DPRD DKI  itu berharap, para elite dan tokoh PPP jangan mengajarkan kader menjadi  pragmatis, yang selalu ingin dekat dengan kekuasaan. Sebab, efeknya  akan buruk di mata umat islam.&amp;nbsp;Terkait posisi PPP saat ini,  Lulung menegaskan masih solid berada di Koalisi Merah Putih untuk  mendukung Prabowo-Hatta. Maka konsekuensi dari putusan MK jika nanti  mengalahkan pasangan Prabowo-Hatta, PPP siap menjadi oposisi.&amp;rsquo;&amp;rsquo;Prinsipnya,  PPP akan menjadi partner penyeimbang menjalankan roda kepemimpinan ke  depan, di dalam atau di luar (pemerintahan) itu tidak soal,&amp;rsquo;&amp;rsquo; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
