<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PKB Ingin Demokrat Gabung ke Koalisi Jokowi-JK</title><description>Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) merasa tidak berkeberatan jika ada  partai pendukung pengusung capres-cawapres nomor urut 1, yang ingin  bergabung dengan poros koalisi pengusung pasangan Joko Widodo-Jusuf  Kalla (Jokowi-JK).</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/08/19/568/1026966/pkb-ingin-demokrat-gabung-ke-koalisi-jokowi-jk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/08/19/568/1026966/pkb-ingin-demokrat-gabung-ke-koalisi-jokowi-jk"/><item><title>PKB Ingin Demokrat Gabung ke Koalisi Jokowi-JK</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/08/19/568/1026966/pkb-ingin-demokrat-gabung-ke-koalisi-jokowi-jk</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/08/19/568/1026966/pkb-ingin-demokrat-gabung-ke-koalisi-jokowi-jk</guid><pubDate>Selasa 19 Agustus 2014 22:32 WIB</pubDate><dc:creator>Rizka Diputra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/08/19/568/1026966/NkaavYLew1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/08/19/568/1026966/NkaavYLew1.jpg</image><title>ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) merasa tidak berkeberatan jika ada partai pendukung pengusung capres-cawapres nomor urut 1, yang ingin bergabung dengan poros koalisi pengusung pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK). Koalisi pendukung Jokowi-JK justru terbuka terhadap ide-ide maupun gagasan di luar partai demi kemajuan bangsa.&quot;Saya rasa tidak (keberatan). Karena untuk bisa efektif menjalankan program pemerintahan Jokowi JK harus menguasai minimal 51 persen di parlemen,&quot; tutur politisi PKB, Dita Indah Sari dalam keterangannya, di Jakarta, Selasa (19/8/2014)Mengenai syarat khusus bagi para partai politik yang hendak merapat ke koalisi pendukung Jokowi-JK, Dita menyerahkan hal itu sepenuhnya kepada Jokowi-JK.&quot;Nah, kalau itu tergantung penilaian Jokowi-JK. Kalaupun ada syarat-syarat, pasti akan disampaikan dalam pembicaraan-pembicaraan dengan calon sekutu yang bersangkutan nanti, juga dengan parpol-parpol pengusung,&quot; paparnya.Saat disinggung ihwal siapa kira-kira parpol yang cocok untuk ditarik bergabung ke dalam pemerintahan, Dita menyiratkan PKB lebih cenderung kepada Partai Demokrat.&quot;Tergantung bagaimana calon-calon sekutu itu berproses dengan Jokowi-JK. Tetapi kalau merujuk pernyataan Cak Imin beberapa waktu lalu, dari sisi Cak Imin lebih prefer ke Demokrat,&quot; bebernya.&quot;Mungkin karena pengalaman PKB selama ini bekerja sama dengan Demokrat, cukup solid bersama-sama mendukung dan mengawal pemerintah SBY. PKB selama ini adalah sekutu yang loyal. Dan ke depan, kami akan tetap demikian,&quot; tuntasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) merasa tidak berkeberatan jika ada partai pendukung pengusung capres-cawapres nomor urut 1, yang ingin bergabung dengan poros koalisi pengusung pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK). Koalisi pendukung Jokowi-JK justru terbuka terhadap ide-ide maupun gagasan di luar partai demi kemajuan bangsa.&quot;Saya rasa tidak (keberatan). Karena untuk bisa efektif menjalankan program pemerintahan Jokowi JK harus menguasai minimal 51 persen di parlemen,&quot; tutur politisi PKB, Dita Indah Sari dalam keterangannya, di Jakarta, Selasa (19/8/2014)Mengenai syarat khusus bagi para partai politik yang hendak merapat ke koalisi pendukung Jokowi-JK, Dita menyerahkan hal itu sepenuhnya kepada Jokowi-JK.&quot;Nah, kalau itu tergantung penilaian Jokowi-JK. Kalaupun ada syarat-syarat, pasti akan disampaikan dalam pembicaraan-pembicaraan dengan calon sekutu yang bersangkutan nanti, juga dengan parpol-parpol pengusung,&quot; paparnya.Saat disinggung ihwal siapa kira-kira parpol yang cocok untuk ditarik bergabung ke dalam pemerintahan, Dita menyiratkan PKB lebih cenderung kepada Partai Demokrat.&quot;Tergantung bagaimana calon-calon sekutu itu berproses dengan Jokowi-JK. Tetapi kalau merujuk pernyataan Cak Imin beberapa waktu lalu, dari sisi Cak Imin lebih prefer ke Demokrat,&quot; bebernya.&quot;Mungkin karena pengalaman PKB selama ini bekerja sama dengan Demokrat, cukup solid bersama-sama mendukung dan mengawal pemerintah SBY. PKB selama ini adalah sekutu yang loyal. Dan ke depan, kami akan tetap demikian,&quot; tuntasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
