<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Terapis Tunarungu Tercepat di Jombang Kebanjiran Pasien Luar Negeri</title><description>Nama Masudin sebagai terapis tunarungu asal Kabupaten Jombang, Jawa  Timur, kini sudah mendunia. Tak ayal, tempat praktik di rumahnya  kebanjiran pasien asal luar negeri.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/08/21/521/1027882/terapis-tunarungu-tercepat-di-jombang-kebanjiran-pasien-luar-negeri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/08/21/521/1027882/terapis-tunarungu-tercepat-di-jombang-kebanjiran-pasien-luar-negeri"/><item><title>Terapis Tunarungu Tercepat di Jombang Kebanjiran Pasien Luar Negeri</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/08/21/521/1027882/terapis-tunarungu-tercepat-di-jombang-kebanjiran-pasien-luar-negeri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/08/21/521/1027882/terapis-tunarungu-tercepat-di-jombang-kebanjiran-pasien-luar-negeri</guid><pubDate>Kamis 21 Agustus 2014 16:30 WIB</pubDate><dc:creator>Mukhtar Bagus</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/08/21/521/1027882/AtLx7C1m1X.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Masudin saat mengobati pasiennya (Mukhtar Bagus/Sindo TV)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/08/21/521/1027882/AtLx7C1m1X.jpg</image><title>Masudin saat mengobati pasiennya (Mukhtar Bagus/Sindo TV)</title></images><description>JOMBANG - Nama Masudin sebagai terapis tunarungu asal Kabupaten Jombang, Jawa Timur, kini sudah mendunia. Tak ayal, tempat praktik di rumahnya kebanjiran pasien asal luar negeri.Seperti Kamis (21/8/2014) siang, Masudin terlihat sibuk mengobati pasiennya di kediamannya Desa Banyuarang, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.Pasien bule terlihat di antara pasien-pasien lainnya. Iya, pasangan suami istri bernama Deni Rahmat Haryo Suryo (39) dan Mariska (40) warga Oudland 10 Pijnacker Belanda, tengah mengobati putranya bernama Fintan Ms Labrujere (10).Deni merupakan warga Indonesia asal Jakarta yang sudah 11 tahun menikah dan menetap bersama Mariska, istrinya, di Belanda. Keduanya mengaku nekat datang ke Indonesia setelah mengetahui terapi tunarungu Masudin melalui pemberitaan media massa.Selama ini, Fintan Labrujere mengalami gangguan pendengaran pada telinga sebelah kiri dan tidak dapat mendengar sama sekali sejak lahir. Meski sudah bertahun-tahun dibawa berobat ke dokter spesialis dan berbagai rumah sakit di Eropa, namun pendengaran Fintan tak kunjung normal.Fintan pun harus menjalani operasi implan. Meski awalnya sempat ragu dan kurang percaya dengan pengobatan Masudin, namun pasangan ini akhirnya memilih untuk membawa putranya ke Indonesia.Hasilnya, Mariska pun merasa terharu dan sangat senang, karena sekali terapi telinga kiri putranya kini sudah bisa mendengar. Untuk membuktikannya, berkali-kali Marsika menguji pendengaran putranya tersebut dengan memanggil dari jarak dekat hingga jarak jauh dengan cara menutup telinga sebelah kanan.Hasilnya, Fintan kini memang benar-benar sudah bisa mendengar dan Mariska merasa sangat senang.Tak hanya Mariska, sebelumnya tiga Warga Negara Arab Saudi juga datang terapi ke Masudin. Mereka adalah Abdullah (15), Yazid Ibrahim (13), dan Muhammad Ibrahim (5). Ketiga orang itu merupakan putra pasangan suami istri Ibrahim Abdullah(40) dan Munfiroh (39) warga Riyadh, Arab Saudi.Ibrahim mengaku sangat bahagia, karena tiga putranya yang tuli total sejak lahir kini sudah bisa mendengar tanpa alat bantu. Selama ini, untuk berkomunikasi tiga putranya harus menggunakan alat bantu.Sementara itu, Masudin mengaku sejak beberapa bulan terakhir pasiennya memang banyak yang berdatangan dari luar negeri di antaranya dari Malaysia, Singapura, Australia, beberapa negara Arab dan Eropa.Masudin mengaku sangat bersyukur para pasiennya sudah bisa mendengar dan beberapa bulan mendatang akan kembali datang ke Indonesia untuk melakukan kontrol.</description><content:encoded>JOMBANG - Nama Masudin sebagai terapis tunarungu asal Kabupaten Jombang, Jawa Timur, kini sudah mendunia. Tak ayal, tempat praktik di rumahnya kebanjiran pasien asal luar negeri.Seperti Kamis (21/8/2014) siang, Masudin terlihat sibuk mengobati pasiennya di kediamannya Desa Banyuarang, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.Pasien bule terlihat di antara pasien-pasien lainnya. Iya, pasangan suami istri bernama Deni Rahmat Haryo Suryo (39) dan Mariska (40) warga Oudland 10 Pijnacker Belanda, tengah mengobati putranya bernama Fintan Ms Labrujere (10).Deni merupakan warga Indonesia asal Jakarta yang sudah 11 tahun menikah dan menetap bersama Mariska, istrinya, di Belanda. Keduanya mengaku nekat datang ke Indonesia setelah mengetahui terapi tunarungu Masudin melalui pemberitaan media massa.Selama ini, Fintan Labrujere mengalami gangguan pendengaran pada telinga sebelah kiri dan tidak dapat mendengar sama sekali sejak lahir. Meski sudah bertahun-tahun dibawa berobat ke dokter spesialis dan berbagai rumah sakit di Eropa, namun pendengaran Fintan tak kunjung normal.Fintan pun harus menjalani operasi implan. Meski awalnya sempat ragu dan kurang percaya dengan pengobatan Masudin, namun pasangan ini akhirnya memilih untuk membawa putranya ke Indonesia.Hasilnya, Mariska pun merasa terharu dan sangat senang, karena sekali terapi telinga kiri putranya kini sudah bisa mendengar. Untuk membuktikannya, berkali-kali Marsika menguji pendengaran putranya tersebut dengan memanggil dari jarak dekat hingga jarak jauh dengan cara menutup telinga sebelah kanan.Hasilnya, Fintan kini memang benar-benar sudah bisa mendengar dan Mariska merasa sangat senang.Tak hanya Mariska, sebelumnya tiga Warga Negara Arab Saudi juga datang terapi ke Masudin. Mereka adalah Abdullah (15), Yazid Ibrahim (13), dan Muhammad Ibrahim (5). Ketiga orang itu merupakan putra pasangan suami istri Ibrahim Abdullah(40) dan Munfiroh (39) warga Riyadh, Arab Saudi.Ibrahim mengaku sangat bahagia, karena tiga putranya yang tuli total sejak lahir kini sudah bisa mendengar tanpa alat bantu. Selama ini, untuk berkomunikasi tiga putranya harus menggunakan alat bantu.Sementara itu, Masudin mengaku sejak beberapa bulan terakhir pasiennya memang banyak yang berdatangan dari luar negeri di antaranya dari Malaysia, Singapura, Australia, beberapa negara Arab dan Eropa.Masudin mengaku sangat bersyukur para pasiennya sudah bisa mendengar dan beberapa bulan mendatang akan kembali datang ke Indonesia untuk melakukan kontrol.</content:encoded></item></channel></rss>
