<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sering Pakai High Heels Berisiko Gangguan Tulang Belakang</title><description>Sepatu high heels sering digunakan wanita untuk menunjang  penampilan agar terlihat lebih proporsional. Namun sayangnya, penggunaan  sepatu ini punya dampak negatif bagi kesehatan</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/08/29/486/1031464/sering-pakai-high-heels-berisiko-gangguan-tulang-belakang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/08/29/486/1031464/sering-pakai-high-heels-berisiko-gangguan-tulang-belakang"/><item><title>Sering Pakai High Heels Berisiko Gangguan Tulang Belakang</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/08/29/486/1031464/sering-pakai-high-heels-berisiko-gangguan-tulang-belakang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/08/29/486/1031464/sering-pakai-high-heels-berisiko-gangguan-tulang-belakang</guid><pubDate>Jum'at 29 Agustus 2014 11:10 WIB</pubDate><dc:creator>Dinno Baskoro</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/08/29/486/1031464/WKnDeiHr0U.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sering pakai high heels berisiko gangguan tulang belakang (Foto: Modaeyes)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/08/29/486/1031464/WKnDeiHr0U.jpg</image><title>Sering pakai high heels berisiko gangguan tulang belakang (Foto: Modaeyes)</title></images><description>SEPATU high heels sering digunakan wanita untuk menunjang penampilan agar terlihat lebih proporsional. Namun sayangnya, penggunaan sepatu ini punya dampak negatif bagi kesehatan.dr Bernard Lee, seorang Founder of Singapore Pain Care Center mengatakan bahwa memakai sepatu high heels terlalu sering memang tidak dianjurkan. Apalagi, risiko paling besar adalah gangguan tulang belakang.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Yang paling berisiko terkena nyeri pada tulang belakang adalah wanita,&amp;ldquo; ungkapnya di SCBD, Jakarta, belum lama ini.

High heels sendiri bisa memberikan tekanan berlebih pada tulang belakang. Bahkan, dampak buruknya adalah bantalan yang berada di tengah ruas tulang mengalami kondisi terjepit, dan menimbulkan rasa nyeri.
&amp;nbsp;
Kendati demikian, nyeri tersebut bisa diatasi dengan prosedur invasi minimal Dekompresi Disk Percutaneos. Prosedur tersebut merupakan sebuah cara untuk mengurangi tekanan pada tulang belakang.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Dekompresi Disk Percutaneos Adalah prosedur untuk mengurangi tekanan pada disk yang menonjol ditulang belakang yang dapat mengganggu&amp;nbsp; akar syaraf di sekitarnya,&amp;ldquo; tutupnya.
&amp;nbsp;</description><content:encoded>SEPATU high heels sering digunakan wanita untuk menunjang penampilan agar terlihat lebih proporsional. Namun sayangnya, penggunaan sepatu ini punya dampak negatif bagi kesehatan.dr Bernard Lee, seorang Founder of Singapore Pain Care Center mengatakan bahwa memakai sepatu high heels terlalu sering memang tidak dianjurkan. Apalagi, risiko paling besar adalah gangguan tulang belakang.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Yang paling berisiko terkena nyeri pada tulang belakang adalah wanita,&amp;ldquo; ungkapnya di SCBD, Jakarta, belum lama ini.

High heels sendiri bisa memberikan tekanan berlebih pada tulang belakang. Bahkan, dampak buruknya adalah bantalan yang berada di tengah ruas tulang mengalami kondisi terjepit, dan menimbulkan rasa nyeri.
&amp;nbsp;
Kendati demikian, nyeri tersebut bisa diatasi dengan prosedur invasi minimal Dekompresi Disk Percutaneos. Prosedur tersebut merupakan sebuah cara untuk mengurangi tekanan pada tulang belakang.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Dekompresi Disk Percutaneos Adalah prosedur untuk mengurangi tekanan pada disk yang menonjol ditulang belakang yang dapat mengganggu&amp;nbsp; akar syaraf di sekitarnya,&amp;ldquo; tutupnya.
&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
