<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Utang Numpuk, Jokowi Sulit Bangun Indonesia</title><description>Anggota tim penyusunan Kabinet Jokowi-JK, Prof. Sofian Effendi  mengatakan bahwa tantangan pemerintah Jokowi-JK ke depan cukup berat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/08/30/339/1031972/utang-numpuk-jokowi-sulit-bangun-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/08/30/339/1031972/utang-numpuk-jokowi-sulit-bangun-indonesia"/><item><title>Utang Numpuk, Jokowi Sulit Bangun Indonesia</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/08/30/339/1031972/utang-numpuk-jokowi-sulit-bangun-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/08/30/339/1031972/utang-numpuk-jokowi-sulit-bangun-indonesia</guid><pubDate>Sabtu 30 Agustus 2014 14:33 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/08/30/339/1031972/qAjFvUeVGB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi Sulit Bangun Indonesia (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/08/30/339/1031972/qAjFvUeVGB.jpg</image><title>Jokowi Sulit Bangun Indonesia (Foto: Okezone)</title></images><description>SOLO - Anggota tim penyusunan Kabinet Jokowi-JK, Prof. Sofian Effendi mengatakan bahwa tantangan pemerintah Jokowi-JK ke depan cukup berat. Apalagi, dengan anggaran APBN yang minim, di mana sebagian besarnya untuk membayar utang.&quot;Ini pengalaman pahit karena anggaran yang ada itu sebagian besar untuk membayar utang dan kondisi keuangan kita yang ada itu tidak memungkinkan untuk melakukan pembangunan,&quot; katanya pada seminar nasional dan pleno Himpunan Indonesia Untuk Pengembangan Ilmu-Ilmu Sosial (HIPIIS) di UNS Solo, Sabtu (30/8/2014).Sementara itu, disinggung jumlah menteri, Sofian mengatakan tidak akan lebih dari 34 menteri seperti yang ada pada Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).&quot;Jumlah menteri yang akan membantu pemerintahan Jokowi-JK tidak akan lebih dari 34, dan ini sesuai janjinya untuk merampingkan birokrasi,&quot; katanya.Kabinet Pemerintahan Jokowi-JK nantinya akan ada tiga Menko, dan untuk Kementerian pendidikan ada wacana juga berubah yaitu mengenai Pendidikan Tinggi Ilmu Inovasi dan Iptek akan keluar dari Kemnterian Pendidikan dan Kebudayaan.&quot;Untuk Kementerian Pendidikan Tinggi, Inovasi dan Iptek untuk dijadikan kementerian sendiri sudah ada respon. Ini bocoran yang kami sampaikan,&quot; kata Sofian Effendi yang juga Guru Besar Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta.</description><content:encoded>SOLO - Anggota tim penyusunan Kabinet Jokowi-JK, Prof. Sofian Effendi mengatakan bahwa tantangan pemerintah Jokowi-JK ke depan cukup berat. Apalagi, dengan anggaran APBN yang minim, di mana sebagian besarnya untuk membayar utang.&quot;Ini pengalaman pahit karena anggaran yang ada itu sebagian besar untuk membayar utang dan kondisi keuangan kita yang ada itu tidak memungkinkan untuk melakukan pembangunan,&quot; katanya pada seminar nasional dan pleno Himpunan Indonesia Untuk Pengembangan Ilmu-Ilmu Sosial (HIPIIS) di UNS Solo, Sabtu (30/8/2014).Sementara itu, disinggung jumlah menteri, Sofian mengatakan tidak akan lebih dari 34 menteri seperti yang ada pada Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).&quot;Jumlah menteri yang akan membantu pemerintahan Jokowi-JK tidak akan lebih dari 34, dan ini sesuai janjinya untuk merampingkan birokrasi,&quot; katanya.Kabinet Pemerintahan Jokowi-JK nantinya akan ada tiga Menko, dan untuk Kementerian pendidikan ada wacana juga berubah yaitu mengenai Pendidikan Tinggi Ilmu Inovasi dan Iptek akan keluar dari Kemnterian Pendidikan dan Kebudayaan.&quot;Untuk Kementerian Pendidikan Tinggi, Inovasi dan Iptek untuk dijadikan kementerian sendiri sudah ada respon. Ini bocoran yang kami sampaikan,&quot; kata Sofian Effendi yang juga Guru Besar Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta.</content:encoded></item></channel></rss>
