<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kemendikbud Siap Audit FK Abal-Abal</title><description>Kemendikbud siap mengaudit fakultas kedokteran yang tidak memenuhi syarat dan standar kualitas pendidikan kedokteran.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/09/09/373/1036369/kemendikbud-siap-audit-fk-abal-abal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/09/09/373/1036369/kemendikbud-siap-audit-fk-abal-abal"/><item><title>Kemendikbud Siap Audit FK Abal-Abal</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/09/09/373/1036369/kemendikbud-siap-audit-fk-abal-abal</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/09/09/373/1036369/kemendikbud-siap-audit-fk-abal-abal</guid><pubDate>Selasa 09 September 2014 13:22 WIB</pubDate><dc:creator>Rifa Nadia Nurfuadah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/09/09/373/1036369/LSLYS8PdNM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kemendikbud siap mengaudit fakultas kedokteran yang tidak memenuhi syarat dan standar kualitas pendidikan kedokteran. (Ilustrasi: dok. Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/09/09/373/1036369/LSLYS8PdNM.jpg</image><title>Kemendikbud siap mengaudit fakultas kedokteran yang tidak memenuhi syarat dan standar kualitas pendidikan kedokteran. (Ilustrasi: dok. Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Dari 76 fakultas kedokteran (FK) di Indonesia, sebagian besar di antaranya tidak memenuhi standar kualitas pendidikan kedokteran. Minimnya kualitas sekolah calon dokter pun membuat Menteri Kesehatan (Menkes) Nafsiah Mboi berang. Dalam suatu kesempatan belum lama ini, Menkes mendesak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk menutup fakultas kedokteran yang tidak layak tersebut. Dalam istilah Menkes, FK abal-abal. Baca: Dunia Medis Diusik Fakultas Kedokteran Abal-AbalMenanggapi hal itu, Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) Bidang Pendidikan Musliar Kasim menyebut, semua perguruan tinggi seharusnya memiliki satuan pengedali internal (SPI) untuk mengendalikan mutu pendidikan mereka. &quot;Jika perguruan tinggi tidak bisa memberikan kompetensi atau mengelola tidak sesuai ketentuan, maka akreditasi kampus tersebut bisa jelek,&quot;&amp;nbsp; ujar Musliar, ketika ditemui di ruang kerjanya, Selasa (9/9/2014). Musliar mengimbuhkan, pihaknya sangat mengapresiasi laporan dari Menkes. Dia menjamin, semua laporan tentang penyimpangan dalam pendidikan akan ditindaklanjuti. &quot;Masyarakat bisa melapor. Dan kami bisa menurunkan tim audit untuk menelusurinya,&quot; tutur Musliar. Seperti diketahui, Menkes Nafsiah Mboi mengkritisi keberadaan FK yang tidak memperhatikan kualitas pendidikan dan hanya mengejar aspek komersial. Biasanya, FK seperti ini tidak memperhatikan rasio jumlah tenaga pengajar dengan mahasiswa. Mereka juga kerap tidak memiliki fasilitas laboratorium dan rumah sakit pendidikan sebagai penunjang kegiatan perkuliahan.</description><content:encoded>JAKARTA - Dari 76 fakultas kedokteran (FK) di Indonesia, sebagian besar di antaranya tidak memenuhi standar kualitas pendidikan kedokteran. Minimnya kualitas sekolah calon dokter pun membuat Menteri Kesehatan (Menkes) Nafsiah Mboi berang. Dalam suatu kesempatan belum lama ini, Menkes mendesak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk menutup fakultas kedokteran yang tidak layak tersebut. Dalam istilah Menkes, FK abal-abal. Baca: Dunia Medis Diusik Fakultas Kedokteran Abal-AbalMenanggapi hal itu, Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) Bidang Pendidikan Musliar Kasim menyebut, semua perguruan tinggi seharusnya memiliki satuan pengedali internal (SPI) untuk mengendalikan mutu pendidikan mereka. &quot;Jika perguruan tinggi tidak bisa memberikan kompetensi atau mengelola tidak sesuai ketentuan, maka akreditasi kampus tersebut bisa jelek,&quot;&amp;nbsp; ujar Musliar, ketika ditemui di ruang kerjanya, Selasa (9/9/2014). Musliar mengimbuhkan, pihaknya sangat mengapresiasi laporan dari Menkes. Dia menjamin, semua laporan tentang penyimpangan dalam pendidikan akan ditindaklanjuti. &quot;Masyarakat bisa melapor. Dan kami bisa menurunkan tim audit untuk menelusurinya,&quot; tutur Musliar. Seperti diketahui, Menkes Nafsiah Mboi mengkritisi keberadaan FK yang tidak memperhatikan kualitas pendidikan dan hanya mengejar aspek komersial. Biasanya, FK seperti ini tidak memperhatikan rasio jumlah tenaga pengajar dengan mahasiswa. Mereka juga kerap tidak memiliki fasilitas laboratorium dan rumah sakit pendidikan sebagai penunjang kegiatan perkuliahan.</content:encoded></item></channel></rss>
