<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Parlemen Irak Setujui Kabinet Baru</title><description>Parlemen Irak telah menyetujui kabinet baru yang dibentuk oleh Perdana  Menteri Haider al-Abadi, dan menyiapkan program selama empat tahun ke  depan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/09/09/412/1036232/parlemen-irak-setujui-kabinet-baru</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/09/09/412/1036232/parlemen-irak-setujui-kabinet-baru"/><item><title>Parlemen Irak Setujui Kabinet Baru</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/09/09/412/1036232/parlemen-irak-setujui-kabinet-baru</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/09/09/412/1036232/parlemen-irak-setujui-kabinet-baru</guid><pubDate>Selasa 09 September 2014 10:12 WIB</pubDate><dc:creator>Hendra Mujiraharja</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/09/09/412/1036232/l4Orr3pLQC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/09/09/412/1036232/l4Orr3pLQC.jpg</image><title>Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi. (Foto: Reuters)</title></images><description>BAGHDAD &amp;ndash; Parlemen Irak telah menyetujui kabinet baru yang dibentuk oleh Perdana Menteri Haider al-Abadi, dan menyiapkan program selama empat tahun ke depan.
&amp;nbsp;
Salah satu program pemerintah adalah ikut berpartisipasi dalam membuat keputusan yang didukung oleh semua faksi Irak, rekonsiliasi nasional, pembangunan kembali militer, desentralisasi administrasi, nasional dalam pasukan keamanan nasional, kontra teroris, serta menyelesaikansengketa dengan wilayah otonomi Kurdi
&amp;nbsp;
Dari 328 kursi legislatif yang tersedia, ada 289 anggota parlemen yang hadir dalam sesi pemilihan itu. Total ada 177 anggota parlemen yang memilih program tersebut. Demikian seperti dilaporkan CCTV, Selasa (9/9/2014).
&amp;nbsp;
Dalam kesempatan itu, Abadi juga menunjuk Salih al-Mutlak, seorang warga Sunni, Bahaa al-Araji, dari Syiah dan veteran Kurdi, Hoshyar Zebari termasuk dalam kabinet pemerintahan yang baru.
&amp;nbsp;
Para anggota parlemen ikut memilih dalam kabinet bentukan Abadi yang terbagi dalam 24 menteri. Namun, pemilihan kabinet baru ini belum termasuk posisi Menteri Pertahanan dan Menteri Dalam Negeri.
&amp;nbsp;
Abadi belum mengumumkan siapa yang terpilih, dan berjanji akan mengumumkannya dalam waktu satu pekan. Dia membutuhkan negosiasi lebih dengan blok politik untuk nama pengganti dari dua kementerian yang sensitif.
&amp;nbsp;
Abadi memilih Ibrahim al-Jaafari, seorang tokoh terkemuka Syiah, dan mantan perdana menteri, sebagai Menteri Luar Negeri yang baru. Sedangkan Adel Abdul-Mahdi, ditunjuk sebagai Menteri Minyak. Ulama Syiah, Ammar al-Hakim diminta untuk memimpin Dewan Agung Islam, sementara Rowsch Nuri Shaways sebagai Menteri Keuangan.
&amp;nbsp;
Menurut Abadi ada beberapa menteri, yang akan bertugas sementara di posisi itu, tanpa menyebutkan namanya. Namun, dia berjanji akan menunjuk menteri di posisi yang kosong dalam waktu dekat ini.
&amp;nbsp;
Parlemen juga memilih Perdana Menteri Syiah, Nuri al-Maliki, mantan Ketua Sunni Osama al-Nujaifi dan mantan Perdana Menteri Ayad Allawi sebagai wakil presiden dalam Dewan Presidensi, yang dipimpin oleh Presiden Irak Fuad Masoum.
&amp;nbsp;
Selain itu, parlemen juga memilih Humam Hamoudi, seorang politisi syiah sebagai deputi pembicara parlemen, sebuah posisi yang sebelumnya dipegang oleh Abadi.
&amp;nbsp;
Menurut konstitusi Irak, Abadi harus memilih kabinetnya dalam waktu 30 hari setelah terpilih menjadi Perdana Menteri pada 11 Agustus, oleh Presiden Irak, Fuad Masoum. (hmr)</description><content:encoded>BAGHDAD &amp;ndash; Parlemen Irak telah menyetujui kabinet baru yang dibentuk oleh Perdana Menteri Haider al-Abadi, dan menyiapkan program selama empat tahun ke depan.
&amp;nbsp;
Salah satu program pemerintah adalah ikut berpartisipasi dalam membuat keputusan yang didukung oleh semua faksi Irak, rekonsiliasi nasional, pembangunan kembali militer, desentralisasi administrasi, nasional dalam pasukan keamanan nasional, kontra teroris, serta menyelesaikansengketa dengan wilayah otonomi Kurdi
&amp;nbsp;
Dari 328 kursi legislatif yang tersedia, ada 289 anggota parlemen yang hadir dalam sesi pemilihan itu. Total ada 177 anggota parlemen yang memilih program tersebut. Demikian seperti dilaporkan CCTV, Selasa (9/9/2014).
&amp;nbsp;
Dalam kesempatan itu, Abadi juga menunjuk Salih al-Mutlak, seorang warga Sunni, Bahaa al-Araji, dari Syiah dan veteran Kurdi, Hoshyar Zebari termasuk dalam kabinet pemerintahan yang baru.
&amp;nbsp;
Para anggota parlemen ikut memilih dalam kabinet bentukan Abadi yang terbagi dalam 24 menteri. Namun, pemilihan kabinet baru ini belum termasuk posisi Menteri Pertahanan dan Menteri Dalam Negeri.
&amp;nbsp;
Abadi belum mengumumkan siapa yang terpilih, dan berjanji akan mengumumkannya dalam waktu satu pekan. Dia membutuhkan negosiasi lebih dengan blok politik untuk nama pengganti dari dua kementerian yang sensitif.
&amp;nbsp;
Abadi memilih Ibrahim al-Jaafari, seorang tokoh terkemuka Syiah, dan mantan perdana menteri, sebagai Menteri Luar Negeri yang baru. Sedangkan Adel Abdul-Mahdi, ditunjuk sebagai Menteri Minyak. Ulama Syiah, Ammar al-Hakim diminta untuk memimpin Dewan Agung Islam, sementara Rowsch Nuri Shaways sebagai Menteri Keuangan.
&amp;nbsp;
Menurut Abadi ada beberapa menteri, yang akan bertugas sementara di posisi itu, tanpa menyebutkan namanya. Namun, dia berjanji akan menunjuk menteri di posisi yang kosong dalam waktu dekat ini.
&amp;nbsp;
Parlemen juga memilih Perdana Menteri Syiah, Nuri al-Maliki, mantan Ketua Sunni Osama al-Nujaifi dan mantan Perdana Menteri Ayad Allawi sebagai wakil presiden dalam Dewan Presidensi, yang dipimpin oleh Presiden Irak Fuad Masoum.
&amp;nbsp;
Selain itu, parlemen juga memilih Humam Hamoudi, seorang politisi syiah sebagai deputi pembicara parlemen, sebuah posisi yang sebelumnya dipegang oleh Abadi.
&amp;nbsp;
Menurut konstitusi Irak, Abadi harus memilih kabinetnya dalam waktu 30 hari setelah terpilih menjadi Perdana Menteri pada 11 Agustus, oleh Presiden Irak, Fuad Masoum. (hmr)</content:encoded></item></channel></rss>
