<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hubungi PM Irak, Obama Bahas ISIS</title><description>Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama menghubungi Perdana Menteri  Irak, Haider al-Abadi lewat telefon. Obama mendiskusikan komitmen dalam  membantu pemerintahan baru Irak dalam melawan kelompok militan ISIS.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/09/09/412/1036251/hubungi-pm-irak-obama-bahas-isis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/09/09/412/1036251/hubungi-pm-irak-obama-bahas-isis"/><item><title>Hubungi PM Irak, Obama Bahas ISIS</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/09/09/412/1036251/hubungi-pm-irak-obama-bahas-isis</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/09/09/412/1036251/hubungi-pm-irak-obama-bahas-isis</guid><pubDate>Selasa 09 September 2014 10:37 WIB</pubDate><dc:creator>Ahmad Ridwan R</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/09/09/412/1036251/Ia796NLsmj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Amerika Serikat Barack Obama. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/09/09/412/1036251/Ia796NLsmj.jpg</image><title>Presiden Amerika Serikat Barack Obama. (Foto: Reuters)</title></images><description>WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama menghubungi Perdana Menteri Irak, Haider al-Abadi lewat telefon. Obama mendiskusikan komitmen dalam membantu pemerintahan baru Irak dalam melawan kelompok militan ISIS.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Presiden Obama dan Perdana Menteri al-Abadi sepakat terhadap pemerintahan baru Irak mengenai pentingnya mengambil langkah-langkah untuk menampung aspirasi dan keluhan warga,&amp;rdquo; demikian pernyataan Gedung Putih.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Perdana Menteri al-Abadi menyatakan komitmen untuk bekerja dengan semua komunitas di Irak, serta wilayah dan mitra internasional untuk memperkuat kemampuan Irak dalam melawan musuh besama ini,&amp;rdquo; lanjut pernyataan itu, seperti dilaporkan CNN, Selasa (9/9/2014).
&amp;nbsp;
Sementara itu Menteri Luar Negeri, Jhon Kerry memuji kabinet baru yang ditunjuk al-Abadi dan ini dianggap sebagai &amp;ldquo;tonggak utama&amp;rdquo; bagi pemerintahan Irak.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Mengatasi kendala dari perpecahan etnis dan sektarian, parlemen Irak sepakat terhadap pemerintahan baru dan inklusif. Pemerintahan tersebut berpontensi untuk menyatukan semua masyarakat Irak. Menjadikan Irak yang kuat, bersatu dan masa depan Irak yang lebih baik,&amp;rdquo; ungkap Kerry, kepada Wartawan.
&amp;nbsp;
Dia akan melakukan perjalanan ke Timur Tengah, pada hari ini, untuk membangun koalisi dengan para mitra dari seluruh dunia dengan tujuan mengurangi dan mengalahkan kekuatan Negara Islam &amp;ndash; sebutan lain ISIS &amp;ndash;.
&amp;nbsp;
Seperti diberitakan sebelumnya, parlemen Irak telah setuju dengan pemerintahan baru yang dipimpin oleh Abadi, sebagai perdana menteri.
&amp;nbsp;
Abadi, seorang Islam Syiah termasuk anggota mayoritas Syiah di Irak dan minoritas di Kurdi. Kabinetnya saat ini akan berusaha menyatukan kedua kelompok tersebut setelah mengalami kerugian yang menghancurkan di wilayah Irak Utara. (hmr)</description><content:encoded>WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama menghubungi Perdana Menteri Irak, Haider al-Abadi lewat telefon. Obama mendiskusikan komitmen dalam membantu pemerintahan baru Irak dalam melawan kelompok militan ISIS.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Presiden Obama dan Perdana Menteri al-Abadi sepakat terhadap pemerintahan baru Irak mengenai pentingnya mengambil langkah-langkah untuk menampung aspirasi dan keluhan warga,&amp;rdquo; demikian pernyataan Gedung Putih.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Perdana Menteri al-Abadi menyatakan komitmen untuk bekerja dengan semua komunitas di Irak, serta wilayah dan mitra internasional untuk memperkuat kemampuan Irak dalam melawan musuh besama ini,&amp;rdquo; lanjut pernyataan itu, seperti dilaporkan CNN, Selasa (9/9/2014).
&amp;nbsp;
Sementara itu Menteri Luar Negeri, Jhon Kerry memuji kabinet baru yang ditunjuk al-Abadi dan ini dianggap sebagai &amp;ldquo;tonggak utama&amp;rdquo; bagi pemerintahan Irak.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Mengatasi kendala dari perpecahan etnis dan sektarian, parlemen Irak sepakat terhadap pemerintahan baru dan inklusif. Pemerintahan tersebut berpontensi untuk menyatukan semua masyarakat Irak. Menjadikan Irak yang kuat, bersatu dan masa depan Irak yang lebih baik,&amp;rdquo; ungkap Kerry, kepada Wartawan.
&amp;nbsp;
Dia akan melakukan perjalanan ke Timur Tengah, pada hari ini, untuk membangun koalisi dengan para mitra dari seluruh dunia dengan tujuan mengurangi dan mengalahkan kekuatan Negara Islam &amp;ndash; sebutan lain ISIS &amp;ndash;.
&amp;nbsp;
Seperti diberitakan sebelumnya, parlemen Irak telah setuju dengan pemerintahan baru yang dipimpin oleh Abadi, sebagai perdana menteri.
&amp;nbsp;
Abadi, seorang Islam Syiah termasuk anggota mayoritas Syiah di Irak dan minoritas di Kurdi. Kabinetnya saat ini akan berusaha menyatukan kedua kelompok tersebut setelah mengalami kerugian yang menghancurkan di wilayah Irak Utara. (hmr)</content:encoded></item></channel></rss>
