<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penyerang STM Penerbangan Ada Alumni &amp; Siswa DO</title><description>Petugas Kepolisian dari Polres Jakarta Selatan telah mendata 165 pelajar  yang ditangkap usai menyerang SMK 29 Jakarta atau STM Penerbangan. Dari  jumlah tersebut, ternyata tidak semua murni pelajar.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/09/09/500/1036160/penyerang-stm-penerbangan-ada-alumni-siswa-do</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/09/09/500/1036160/penyerang-stm-penerbangan-ada-alumni-siswa-do"/><item><title>Penyerang STM Penerbangan Ada Alumni &amp; Siswa DO</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/09/09/500/1036160/penyerang-stm-penerbangan-ada-alumni-siswa-do</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/09/09/500/1036160/penyerang-stm-penerbangan-ada-alumni-siswa-do</guid><pubDate>Selasa 09 September 2014 02:36 WIB</pubDate><dc:creator>Isnaini</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/09/09/500/1036160/lBuJca4hZu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">tawuran, ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/09/09/500/1036160/lBuJca4hZu.jpg</image><title>tawuran, ilustrasi</title></images><description>JAKARTA - Petugas Kepolisian dari Polres Jakarta Selatan telah mendata 165 pelajar yang ditangkap usai menyerang SMK 29 Jakarta atau STM Penerbangan. Dari jumlah tersebut, ternyata tidak semua murni pelajar.&amp;ldquo;Lima alumni dan sembilan veteran alias Drop Out (DO),&quot; ujar Kanit Binmas Polsek Kebayoran Baru Komisaris Eko Mulyadi, Senin (8/9/2014).Salah seorang alumni Sekolah Rahayu Mulya, Dwi Cahyo (28), mengelak ikut melakukan aksi penyerangan sekolah. Ia berdalih saat kejadian dirinya kebetulan berada di lokasi untuk menyebar bunga sebagai peringatan atas kematian temannya dalam tawuran tiga tahun lalu.Cahyo juga mengaku, tidak mengetahui pemilik dari dua senjata tajam yang telah diamankan petugas saat memeriksa ratusan siswa tersebut.&quot;Saya dan teman-teman mau nyekar ke Ciledug. Soal senjata tajam itu, saya nggak tahu punya siapa,&quot; kilahnya.Sebelumnya, seratusan siswa dari enam sekolah di Jakarta Timur melakukan penyerangan ke STM Penerbangan. Satu orang terluka akibat penyerangan tersebut dan harus mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Fatmawati.Penyerangan siswa dari SMK Rahayu Mulya, SMK Dharma Surya, SMK Budi Warman, SMK Tri Sastra, SMK 52, dan SMK Supopindo Cibubur itu juga menghancurkan 30 sepeda motor, kaca sekolahan dipecahkan, dan replikan pesawat yang terpampang di depan sekolah dirusak.</description><content:encoded>JAKARTA - Petugas Kepolisian dari Polres Jakarta Selatan telah mendata 165 pelajar yang ditangkap usai menyerang SMK 29 Jakarta atau STM Penerbangan. Dari jumlah tersebut, ternyata tidak semua murni pelajar.&amp;ldquo;Lima alumni dan sembilan veteran alias Drop Out (DO),&quot; ujar Kanit Binmas Polsek Kebayoran Baru Komisaris Eko Mulyadi, Senin (8/9/2014).Salah seorang alumni Sekolah Rahayu Mulya, Dwi Cahyo (28), mengelak ikut melakukan aksi penyerangan sekolah. Ia berdalih saat kejadian dirinya kebetulan berada di lokasi untuk menyebar bunga sebagai peringatan atas kematian temannya dalam tawuran tiga tahun lalu.Cahyo juga mengaku, tidak mengetahui pemilik dari dua senjata tajam yang telah diamankan petugas saat memeriksa ratusan siswa tersebut.&quot;Saya dan teman-teman mau nyekar ke Ciledug. Soal senjata tajam itu, saya nggak tahu punya siapa,&quot; kilahnya.Sebelumnya, seratusan siswa dari enam sekolah di Jakarta Timur melakukan penyerangan ke STM Penerbangan. Satu orang terluka akibat penyerangan tersebut dan harus mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Fatmawati.Penyerangan siswa dari SMK Rahayu Mulya, SMK Dharma Surya, SMK Budi Warman, SMK Tri Sastra, SMK 52, dan SMK Supopindo Cibubur itu juga menghancurkan 30 sepeda motor, kaca sekolahan dipecahkan, dan replikan pesawat yang terpampang di depan sekolah dirusak.</content:encoded></item></channel></rss>
