<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gubernur Aher Mengaku Pernah Dicaci Maki di Twitter</title><description>Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher), ternyata juga pernah  dicaci maki di akun Twitter-nya. Bahkan dia dicaci dengan kata-kata  kasar.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/09/09/526/1036417/gubernur-aher-mengaku-pernah-dicaci-maki-di-twitter</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/09/09/526/1036417/gubernur-aher-mengaku-pernah-dicaci-maki-di-twitter"/><item><title>Gubernur Aher Mengaku Pernah Dicaci Maki di Twitter</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/09/09/526/1036417/gubernur-aher-mengaku-pernah-dicaci-maki-di-twitter</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/09/09/526/1036417/gubernur-aher-mengaku-pernah-dicaci-maki-di-twitter</guid><pubDate>Selasa 09 September 2014 14:29 WIB</pubDate><dc:creator>Oris Riswan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/09/09/526/1036417/oplkajRA5E.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ahmad Heryawan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/09/09/526/1036417/oplkajRA5E.jpg</image><title>Ahmad Heryawan (Foto: Okezone)</title></images><description>BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher), ternyata juga pernah dicaci maki di akun Twitter-nya. Bahkan dia dicaci dengan kata-kata kasar.&amp;nbsp;Meski begitu, Aher tidak reaktif. Dia lebih memilih menasehati orang yang menyerangnya. Itu pun tidak semua makian diladeninya. Aher mengaku sempat terbersit untuk melaporkan orang yang mencacimakinya, namun akhirnya diurungkan karena dia menilai kritik memang harus diterima.&amp;ldquo;Dinasehati saja meskipun agak sulit menasehatinya. Kalau menyentuh pribadi sih saya abaikan,&amp;rdquo; ujar Aher di Gedung Sate, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (9/9/2014).Namun, lanjut dia, jika kicauan tersebut sudah menyentuh harga diri pemerintah dan masyarakat secara umum, dia menegaskan perlu ditindaklanjuti. &quot;Saya kira perlu ada semacam sanksi sosial, bahkan sanksi hukum,&quot; tegasnya.Aher lalu mengingatkan pentingnya sopan santun dalam bersosialisasi, termasuk di media sosial.&amp;ldquo;Jangan sampai sopan santun hilang. Ingat ya bahasa menunjukkan jatidiri bangsa,&amp;rdquo; jelasnya.Sementara itu di tengah iklim demokrasi, kritik boleh diungkapkan siapa pun kepada pemimpinnya. Tapi lagi-lagi, kritik harus bersifat membangun, bukan untuk menghina.&amp;ldquo;Mari kita nikmati suasana demokratis terbuka untuk mengkritisi siapa saja. Tapi etika tetap menjadi (bagian) kehidupan ciri khas kita. Akhlak dan moral kita harus dipertahankan,&amp;rdquo; tandasnya.</description><content:encoded>BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher), ternyata juga pernah dicaci maki di akun Twitter-nya. Bahkan dia dicaci dengan kata-kata kasar.&amp;nbsp;Meski begitu, Aher tidak reaktif. Dia lebih memilih menasehati orang yang menyerangnya. Itu pun tidak semua makian diladeninya. Aher mengaku sempat terbersit untuk melaporkan orang yang mencacimakinya, namun akhirnya diurungkan karena dia menilai kritik memang harus diterima.&amp;ldquo;Dinasehati saja meskipun agak sulit menasehatinya. Kalau menyentuh pribadi sih saya abaikan,&amp;rdquo; ujar Aher di Gedung Sate, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (9/9/2014).Namun, lanjut dia, jika kicauan tersebut sudah menyentuh harga diri pemerintah dan masyarakat secara umum, dia menegaskan perlu ditindaklanjuti. &quot;Saya kira perlu ada semacam sanksi sosial, bahkan sanksi hukum,&quot; tegasnya.Aher lalu mengingatkan pentingnya sopan santun dalam bersosialisasi, termasuk di media sosial.&amp;ldquo;Jangan sampai sopan santun hilang. Ingat ya bahasa menunjukkan jatidiri bangsa,&amp;rdquo; jelasnya.Sementara itu di tengah iklim demokrasi, kritik boleh diungkapkan siapa pun kepada pemimpinnya. Tapi lagi-lagi, kritik harus bersifat membangun, bukan untuk menghina.&amp;ldquo;Mari kita nikmati suasana demokratis terbuka untuk mengkritisi siapa saja. Tapi etika tetap menjadi (bagian) kehidupan ciri khas kita. Akhlak dan moral kita harus dipertahankan,&amp;rdquo; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
