<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Temui Eks PM Inggris, SBY Bahas ISIS</title><description>Dalam pertemuan dengan eks Perdana Menteri Inggris, Tony Blair, Presiden  Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) turut membahas soal ISIS. Pertemuan ini  dilakukan ketika Blair berkesempatan mengunjungi Jakarta.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/09/11/411/1037716/temui-eks-pm-inggris-sby-bahas-isis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/09/11/411/1037716/temui-eks-pm-inggris-sby-bahas-isis"/><item><title>Temui Eks PM Inggris, SBY Bahas ISIS</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/09/11/411/1037716/temui-eks-pm-inggris-sby-bahas-isis</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/09/11/411/1037716/temui-eks-pm-inggris-sby-bahas-isis</guid><pubDate>Kamis 11 September 2014 17:31 WIB</pubDate><dc:creator>Andreas Gerry Tuwo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/09/11/411/1037716/YgBdxkOoIj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Temui Eks PM Inggris, SBY Bahas ISIS (Foto:Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/09/11/411/1037716/YgBdxkOoIj.jpg</image><title>Temui Eks PM Inggris, SBY Bahas ISIS (Foto:Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Dalam pertemuan dengan eks Perdana Menteri Inggris, Tony Blair, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) turut membahas soal ISIS. Pertemuan ini dilakukan ketika Blair berkesempatan mengunjungi Jakarta.&amp;nbsp;&quot;Dalam kunjungan pertama tahun 2006, saya mengingat Anda berbicara pentingnya merangkul Islam dan Barat serta bekerja sama mengatasi radikalisme,&quot; sebut SBY seperti dikutip dari laman setkab, Kamis (11/9/2014).&amp;nbsp;Menurut Juru Bicara Kepresidanan&amp;nbsp; Teuku Faizasyah pada pertemuan tadi, Tony menginginkan mendengarkan pandangan SBY atas masalah Timur Tengah. Tidak cuma itu sejumlah masalah lain seperti&amp;nbsp; perkembangan Syria dan konstelasi perkembangan di kawasan Eropa Timur juga dibahas.&amp;nbsp;&quot;Mantan PM Tony Blair sebenarnya ingin melihat kerjasama antar agama dan mereka punya pondasi antara agama dengan Darunajah Indonesia dan satu sekolah Katolik di Inggris,&quot; katanya&amp;nbsp;Hubungan bilateral Inggris dan Indonesia sudah terjalin sejak 1949. Relasi ini semakin kuat saat Blair pertama kali mengunjungi SBY dan sepakat membentuk Forum the establishment of a regular Indonesia-UK Partnership , yang akan diketuai oleh Menteri Luar Negeri, untuk mempromosikan dialog strategis mengenai bilateral, isu-isu multilateral dan global.</description><content:encoded>JAKARTA - Dalam pertemuan dengan eks Perdana Menteri Inggris, Tony Blair, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) turut membahas soal ISIS. Pertemuan ini dilakukan ketika Blair berkesempatan mengunjungi Jakarta.&amp;nbsp;&quot;Dalam kunjungan pertama tahun 2006, saya mengingat Anda berbicara pentingnya merangkul Islam dan Barat serta bekerja sama mengatasi radikalisme,&quot; sebut SBY seperti dikutip dari laman setkab, Kamis (11/9/2014).&amp;nbsp;Menurut Juru Bicara Kepresidanan&amp;nbsp; Teuku Faizasyah pada pertemuan tadi, Tony menginginkan mendengarkan pandangan SBY atas masalah Timur Tengah. Tidak cuma itu sejumlah masalah lain seperti&amp;nbsp; perkembangan Syria dan konstelasi perkembangan di kawasan Eropa Timur juga dibahas.&amp;nbsp;&quot;Mantan PM Tony Blair sebenarnya ingin melihat kerjasama antar agama dan mereka punya pondasi antara agama dengan Darunajah Indonesia dan satu sekolah Katolik di Inggris,&quot; katanya&amp;nbsp;Hubungan bilateral Inggris dan Indonesia sudah terjalin sejak 1949. Relasi ini semakin kuat saat Blair pertama kali mengunjungi SBY dan sepakat membentuk Forum the establishment of a regular Indonesia-UK Partnership , yang akan diketuai oleh Menteri Luar Negeri, untuk mempromosikan dialog strategis mengenai bilateral, isu-isu multilateral dan global.</content:encoded></item></channel></rss>
