<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penemuan Batu Bebentuk Kepala Singa Hebohkan Warga</title><description>Penemuan sebuah batu berbentuk kepala singa menghebohkan warga di Desa Bingin Jungut, Kecamatan Muara Kelingi, Kabupaten Musirawas,  Sumatera Selatan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/09/12/340/1037914/penemuan-batu-bebentuk-kepala-singa-hebohkan-warga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/09/12/340/1037914/penemuan-batu-bebentuk-kepala-singa-hebohkan-warga"/><item><title>Penemuan Batu Bebentuk Kepala Singa Hebohkan Warga</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/09/12/340/1037914/penemuan-batu-bebentuk-kepala-singa-hebohkan-warga</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/09/12/340/1037914/penemuan-batu-bebentuk-kepala-singa-hebohkan-warga</guid><pubDate>Jum'at 12 September 2014 05:12 WIB</pubDate><dc:creator>Era Neizma Wedya</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/09/12/340/1037914/XgQlfqCItV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Batu berbentuk kepala singa (Dok: Era Neizma W/Sindo TV)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/09/12/340/1037914/XgQlfqCItV.jpg</image><title>Batu berbentuk kepala singa (Dok: Era Neizma W/Sindo TV)</title></images><description>MUSIRAWAS - Penemuan sebuah batu berbentuk kepala singa menghebohkan warga Dusun 4, Desa Bingin Jungut, Kecamatan Muara Kelingi, Kabupaten Musirawas, Sumatera Selatan.
&amp;nbsp;
Ornamen berbentuk kepala singa itu pertama kali ditemukan seorang warga bernama Sutarman. Batu itu terpendam di lahan milik Hamim (68).
&amp;nbsp;
Patung berukuran panjang 70 sentimeter dan lebar 16 sentimeter tersebut ditemukan tak jauh dari Sungai Musi pada Senin 10 September 2014 sekira pukul 10.00 WIB.
&amp;nbsp;
Setelah menemukan benda tersebut, Sutarman mengajak keluarga Hamim menyisir lokasi sekitar karena curiga ada benda serupa lainnya. Namun pencarian nihil.
&amp;nbsp;
Sutarman, Kamis 11 September 2014, mengatakan, dirinya sudah menghubungi Dinas Kebudayaan Musirawas untuk melakukan penelitian lebih lanjut.
&amp;nbsp;
Sementara itu, Hamim menerangkan, tanah tempat patung ditemukan tersebut baru dibelinya pada 2003. Lahan seluas hampir 1 hektare itu kini dijadikan usaha jual beli tanah timbunan. Soal penemuan benda purbakala, kata Hamim, ini baru pertama kali terjadi.
&amp;nbsp;
Dia pun mempersilakan kepada pemerintah daerah atau pihak balai arkeologi untuk melakukan ekskavasi. &amp;ldquo;Saya persilakan demi membangun desa dan untuk mengetahui lokasi ditemukannya benda cagar budaya. Belum ada niatan untuk menjual kembali,&amp;rdquo; ungkapnya
&amp;nbsp;
Sementara itu lokasi penemuan batu berkepala singa itu menjadi perhatian warga.  Bahkan ada warga yang masih berusaha mencari benda purbakala lainnya di lokasi.
&amp;nbsp;
Deki, tetangga Hamim, mengatakan, dia bersama lima rekannya turun ke lapangan. Pencariannya membuahkan hasil, sebuah batu ukir ditemukannya. Namun dia belum bisa memastikan apakah batu itu bagian dari benda purbakala.
&amp;nbsp;
Sementara itu, Mantab, seorang tokoh masyarakat setempat, mengungkapkan, malam hari sebelum penemuan itu, keponakanya bermimpi memberikan air minum kepada seorang lelaki di lokasi yang sama dengan penemuan benda tersebut.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Dalam mimpi itu, keponakan saya bertemu dua laki-laki yang kehausan. Setelah diberikan minum, tiba-tiba dua orang laki-laki itu berubah menjadi harimau. Saya meyakini bahwa harimau itu penunggu lokasi benda yang ditemukan,&amp;rdquo;ungkapnya
&amp;nbsp;
Karena itu, dia bersama tokoh masyarakat dan pemilik tanah mengadakan ritual selamatan.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Ritual selamatan ini kami memotong ayam dan membuat nasi dari santan. Tujuannya untuk meminta selamat saja. Mudah-mudahan desa ini ke depannya baik-baik saja,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;nbsp;
Mantan menambahkan, desa tempatnya tinggal sejak lama dijuluki Tebing Candi. Warga menduga lokasi galian tanah tempat benda tersebut ditemukan dulunya dulu merupakan candi.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Menurut cerita, pada abad VII lalu, agama Hindu membuat candi di wilayah ini. Kalau dilihat dari letak adanya sungai dan di dataran tinggi, kemungkinan memang ada. Tapi hal diperlukan penelitian,&amp;rdquo; cetusnya.</description><content:encoded>MUSIRAWAS - Penemuan sebuah batu berbentuk kepala singa menghebohkan warga Dusun 4, Desa Bingin Jungut, Kecamatan Muara Kelingi, Kabupaten Musirawas, Sumatera Selatan.
&amp;nbsp;
Ornamen berbentuk kepala singa itu pertama kali ditemukan seorang warga bernama Sutarman. Batu itu terpendam di lahan milik Hamim (68).
&amp;nbsp;
Patung berukuran panjang 70 sentimeter dan lebar 16 sentimeter tersebut ditemukan tak jauh dari Sungai Musi pada Senin 10 September 2014 sekira pukul 10.00 WIB.
&amp;nbsp;
Setelah menemukan benda tersebut, Sutarman mengajak keluarga Hamim menyisir lokasi sekitar karena curiga ada benda serupa lainnya. Namun pencarian nihil.
&amp;nbsp;
Sutarman, Kamis 11 September 2014, mengatakan, dirinya sudah menghubungi Dinas Kebudayaan Musirawas untuk melakukan penelitian lebih lanjut.
&amp;nbsp;
Sementara itu, Hamim menerangkan, tanah tempat patung ditemukan tersebut baru dibelinya pada 2003. Lahan seluas hampir 1 hektare itu kini dijadikan usaha jual beli tanah timbunan. Soal penemuan benda purbakala, kata Hamim, ini baru pertama kali terjadi.
&amp;nbsp;
Dia pun mempersilakan kepada pemerintah daerah atau pihak balai arkeologi untuk melakukan ekskavasi. &amp;ldquo;Saya persilakan demi membangun desa dan untuk mengetahui lokasi ditemukannya benda cagar budaya. Belum ada niatan untuk menjual kembali,&amp;rdquo; ungkapnya
&amp;nbsp;
Sementara itu lokasi penemuan batu berkepala singa itu menjadi perhatian warga.  Bahkan ada warga yang masih berusaha mencari benda purbakala lainnya di lokasi.
&amp;nbsp;
Deki, tetangga Hamim, mengatakan, dia bersama lima rekannya turun ke lapangan. Pencariannya membuahkan hasil, sebuah batu ukir ditemukannya. Namun dia belum bisa memastikan apakah batu itu bagian dari benda purbakala.
&amp;nbsp;
Sementara itu, Mantab, seorang tokoh masyarakat setempat, mengungkapkan, malam hari sebelum penemuan itu, keponakanya bermimpi memberikan air minum kepada seorang lelaki di lokasi yang sama dengan penemuan benda tersebut.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Dalam mimpi itu, keponakan saya bertemu dua laki-laki yang kehausan. Setelah diberikan minum, tiba-tiba dua orang laki-laki itu berubah menjadi harimau. Saya meyakini bahwa harimau itu penunggu lokasi benda yang ditemukan,&amp;rdquo;ungkapnya
&amp;nbsp;
Karena itu, dia bersama tokoh masyarakat dan pemilik tanah mengadakan ritual selamatan.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Ritual selamatan ini kami memotong ayam dan membuat nasi dari santan. Tujuannya untuk meminta selamat saja. Mudah-mudahan desa ini ke depannya baik-baik saja,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;nbsp;
Mantan menambahkan, desa tempatnya tinggal sejak lama dijuluki Tebing Candi. Warga menduga lokasi galian tanah tempat benda tersebut ditemukan dulunya dulu merupakan candi.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Menurut cerita, pada abad VII lalu, agama Hindu membuat candi di wilayah ini. Kalau dilihat dari letak adanya sungai dan di dataran tinggi, kemungkinan memang ada. Tapi hal diperlukan penelitian,&amp;rdquo; cetusnya.</content:encoded></item></channel></rss>
