<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kehabisan Bensin, Pencuri Mobil Tinggalkan Hasil Kejahatan</title><description>Sebuah mobil pikap Mitshubihi L 300 hasil dari aksi kejahatan ditemukan  dalam kondisi mogok di area persawahan Desa/Kecamatan Selopuro,  Kabupaten Blitar.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/09/13/521/1038478/kehabisan-bensin-pencuri-mobil-tinggalkan-hasil-kejahatan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/09/13/521/1038478/kehabisan-bensin-pencuri-mobil-tinggalkan-hasil-kejahatan"/><item><title>Kehabisan Bensin, Pencuri Mobil Tinggalkan Hasil Kejahatan</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/09/13/521/1038478/kehabisan-bensin-pencuri-mobil-tinggalkan-hasil-kejahatan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/09/13/521/1038478/kehabisan-bensin-pencuri-mobil-tinggalkan-hasil-kejahatan</guid><pubDate>Sabtu 13 September 2014 02:47 WIB</pubDate><dc:creator>Solichan Arif</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/09/13/521/1038478/pxQlRkU6xt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/09/13/521/1038478/pxQlRkU6xt.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)</title></images><description>BLITAR - Sebuah mobil pikap Mitshubihi L 300 hasil dari aksi kejahatan ditemukan dalam kondisi mogok di area persawahan Desa/Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar. Diduga karena kehabisan bahan bakar (bensin), pelaku sengaja meninggalkannya.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Menurut keterangan Kanit Reskrim Polsek Garum, Inspektur Dua Burhan, kendaraan roda empat tersebut milik Zamroni, 38 warga Kelurahan Bence, Kecamatan Garum.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Setelah dicek, korban membenarkan kalau roda empat tersebut miliknya yang belum lama hilang. Dan tangki bensinya memang dalam keadaan kosong,&amp;ldquo; ujarnya kepada wartawan, Jumat (12/9/2014).
&amp;nbsp;
Beberapa jam sebelum adanya laporan penemuan tersebut, Zamroni mengadu ke kepolisian setempat telah menjadi korban kejahatan. Roda empat miliknya yang biasa diparkir di depan rumahnya lenyap.
&amp;nbsp;
Diduga aksi kejahatan tersebut berlangsung dini hari. &amp;ldquo;Kemungkinan pelaku sudah lama mengincar kendaraan korban. Sebab dalam keseharian, korban hanya memarkir kendaraan di depan rumah,&amp;ldquo; terang Burhan.
&amp;nbsp;
Jarak antara wilayah Garum dengan TKP di Selopuro cukup jauh. Diduga pelaku tidak menyadari bahwa mobil yang biasa dipakai pemiliknya untuk keperluan srabutan itu dalam kondisi bahan bakar yang menipis. Karenanya begitu ngadat, mereka tidak berani mengambil resio, dan memilih meninggalkannya.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Meskipun kendaraan korban telah kembali bukan berarti penyidikan berhenti. Kita tetap mengembangkan penyidikan untuk memburu pelaku kejahatan tersebut,&amp;ldquo; pungkasnya.</description><content:encoded>BLITAR - Sebuah mobil pikap Mitshubihi L 300 hasil dari aksi kejahatan ditemukan dalam kondisi mogok di area persawahan Desa/Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar. Diduga karena kehabisan bahan bakar (bensin), pelaku sengaja meninggalkannya.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Menurut keterangan Kanit Reskrim Polsek Garum, Inspektur Dua Burhan, kendaraan roda empat tersebut milik Zamroni, 38 warga Kelurahan Bence, Kecamatan Garum.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Setelah dicek, korban membenarkan kalau roda empat tersebut miliknya yang belum lama hilang. Dan tangki bensinya memang dalam keadaan kosong,&amp;ldquo; ujarnya kepada wartawan, Jumat (12/9/2014).
&amp;nbsp;
Beberapa jam sebelum adanya laporan penemuan tersebut, Zamroni mengadu ke kepolisian setempat telah menjadi korban kejahatan. Roda empat miliknya yang biasa diparkir di depan rumahnya lenyap.
&amp;nbsp;
Diduga aksi kejahatan tersebut berlangsung dini hari. &amp;ldquo;Kemungkinan pelaku sudah lama mengincar kendaraan korban. Sebab dalam keseharian, korban hanya memarkir kendaraan di depan rumah,&amp;ldquo; terang Burhan.
&amp;nbsp;
Jarak antara wilayah Garum dengan TKP di Selopuro cukup jauh. Diduga pelaku tidak menyadari bahwa mobil yang biasa dipakai pemiliknya untuk keperluan srabutan itu dalam kondisi bahan bakar yang menipis. Karenanya begitu ngadat, mereka tidak berani mengambil resio, dan memilih meninggalkannya.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Meskipun kendaraan korban telah kembali bukan berarti penyidikan berhenti. Kita tetap mengembangkan penyidikan untuk memburu pelaku kejahatan tersebut,&amp;ldquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
