<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dosen Dipolisikan karena Diduga Aniaya Wanita</title><description>Diduga melakukan penganiayaan terhadap seorang wanita, dosen tetap  Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Institut Pertanian Bogor (IPB), Idwan  Sudirman dilaporkan ke Polsek Dramaga. Ia dilaporkan atas tindakan  perbuatan tidak menyenangkan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/09/15/501/1039249/dosen-dipolisikan-karena-diduga-aniaya-wanita</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/09/15/501/1039249/dosen-dipolisikan-karena-diduga-aniaya-wanita"/><item><title>Dosen Dipolisikan karena Diduga Aniaya Wanita</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/09/15/501/1039249/dosen-dipolisikan-karena-diduga-aniaya-wanita</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/09/15/501/1039249/dosen-dipolisikan-karena-diduga-aniaya-wanita</guid><pubDate>Senin 15 September 2014 13:57 WIB</pubDate><dc:creator>Yudhi Maulana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/09/15/501/1039249/Ehh8KlQJEN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/09/15/501/1039249/Ehh8KlQJEN.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)</title></images><description>BOGOR - Diduga melakukan penganiayaan terhadap seorang wanita, dosen tetap Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Institut Pertanian Bogor (IPB), Idwan Sudirman dilaporkan ke Polsek Dramaga. Ia dilaporkan atas tindakan perbuatan tidak menyenangkan.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Korban bernama Wiwin Agustina (38), diduga telah mengalami tindakan penganiayaan pada Kamis (11/9/2014) di ruang FKH IPB. Ia menceritakan, kejadian dugaan penganiayaan berawal dari mobilnya yang telah diserempet mobil Idwan di Jalan Raya menuju Dramaga. Saat ingin meminta pertanggungjawaban, Idwan malah pergi.
&amp;nbsp;
&quot;Makanya saya langsung datangi ke kantornya di IPB. Saya awalnya memang ingin berbicara baik-baik supaya dia (Idwan) mau tanggung jawab dan memperbaiki mobil saya yang lecet,&quot; jelasnya saat ditemui wartawan, Senin (15/9/2014).
&amp;nbsp;
Lanjutnya, saat bertemu dengan Idwan dan berusaha berbicara baik-baik, ia malah dimaki-maki dan dibentak Idwan. Sikap arogan Idwan semakin menjadi saat dirinya ingin memfoto Idwan.
&amp;nbsp;
&quot;Saat saya ingin memfoto ia (Idwan), saya malah pengen ditampar. Untung aja ditahan sama satpam yang mengantar saya,&quot; tutur wanita yang juga sering bermain di film layar lebar ini.
&amp;nbsp;
Menurutnya dosen tersebut malah bilang tidak akan mengganti rugi dan tak ingin mengeluarkan uang sepeserpun untuk membetulkan mobilnya. Bahkan Idwan juga menantang dirinya jika mau menempuh jalur hukum.
&amp;nbsp;
Lalu, masih dalam kondisi naik pitam, Idwan berusaha mengusirnya dan menutup pintu ruangan. &quot;Saya memaksa masuk karena urusan belum selesai. Saya sempet dorong-dorongan pintu, dan akhirnya ia melepaskan dorongan sehingga rusuk saya kena filling kabinet dan perut saya kena pegangan pintu,&quot; ungkapnya.
&amp;nbsp;
Lantas, keesokan harinya ia merasakan sakit di bagian rusuk dan perutnya. Ia pun segera melapor kejadian tersebut ke  Polsek Dramaga dan telah melakukan visum.
&quot;Dari hasil visum memang ada semacam lecet di perut, dan kalo di pegang bagian rusuknya masih sakit,&quot; ungkap wanita yang juga dipanggil Ayu Kencono ini.
&amp;nbsp;
Sementara itu, Kepala Kantor Hukum Promosi dan Humas IP,B Ir Yatri Indah Kusumastuti membenarkan bahwa yang bersangkutan dosen mengajar di FKH IPB.
&amp;nbsp;
&quot;Iya saya sudah tahu, benar dia (pelaku) dosen tetap di FKH IPB. Saya tahunya itu masalah pribadi, ternyata malah berlanjut ke kepolisian,&quot; katanya saat dikonfirmasi melalui telepon seluler.
&amp;nbsp;
Pihaknya mengaku ironis dengan peristiwa tersebut. Seharusnya masalah tersebut bisa diselesaikan secara kekeluargaan dan tidak perlu berujung ke proses hukum.
&amp;nbsp;
Kapolsek Dramaga, AKP Syaifudin Gayo, menjelaskan hingga saat ini proses hukumnya masih berlangsung. &quot;Hari ini kami sudah mengirimkan surat pemanggilan kepada terlapor untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi. Batas pemanggilan hingga 2 hari kedepan, rencana Rabu mungkin ia datangnya,&quot; ungkapnya.
&amp;nbsp;
Lanjutnya, laporan yang telah ia terima dari pelapor adalah laporan perbuatan tidak menyenangkan. &quot;Dari informasi yang saya dapat sementara memang tidak ada penganiayaan. Namun nanti kejadian sebenarnya akan terungkap di pemeriksaan,&quot; ungkapnya.
&amp;nbsp;
Pihaknya juga telah memintai keterangan saksi korban dan juga dua petugas keamanan kampus sebagai saksi.</description><content:encoded>BOGOR - Diduga melakukan penganiayaan terhadap seorang wanita, dosen tetap Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Institut Pertanian Bogor (IPB), Idwan Sudirman dilaporkan ke Polsek Dramaga. Ia dilaporkan atas tindakan perbuatan tidak menyenangkan.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Korban bernama Wiwin Agustina (38), diduga telah mengalami tindakan penganiayaan pada Kamis (11/9/2014) di ruang FKH IPB. Ia menceritakan, kejadian dugaan penganiayaan berawal dari mobilnya yang telah diserempet mobil Idwan di Jalan Raya menuju Dramaga. Saat ingin meminta pertanggungjawaban, Idwan malah pergi.
&amp;nbsp;
&quot;Makanya saya langsung datangi ke kantornya di IPB. Saya awalnya memang ingin berbicara baik-baik supaya dia (Idwan) mau tanggung jawab dan memperbaiki mobil saya yang lecet,&quot; jelasnya saat ditemui wartawan, Senin (15/9/2014).
&amp;nbsp;
Lanjutnya, saat bertemu dengan Idwan dan berusaha berbicara baik-baik, ia malah dimaki-maki dan dibentak Idwan. Sikap arogan Idwan semakin menjadi saat dirinya ingin memfoto Idwan.
&amp;nbsp;
&quot;Saat saya ingin memfoto ia (Idwan), saya malah pengen ditampar. Untung aja ditahan sama satpam yang mengantar saya,&quot; tutur wanita yang juga sering bermain di film layar lebar ini.
&amp;nbsp;
Menurutnya dosen tersebut malah bilang tidak akan mengganti rugi dan tak ingin mengeluarkan uang sepeserpun untuk membetulkan mobilnya. Bahkan Idwan juga menantang dirinya jika mau menempuh jalur hukum.
&amp;nbsp;
Lalu, masih dalam kondisi naik pitam, Idwan berusaha mengusirnya dan menutup pintu ruangan. &quot;Saya memaksa masuk karena urusan belum selesai. Saya sempet dorong-dorongan pintu, dan akhirnya ia melepaskan dorongan sehingga rusuk saya kena filling kabinet dan perut saya kena pegangan pintu,&quot; ungkapnya.
&amp;nbsp;
Lantas, keesokan harinya ia merasakan sakit di bagian rusuk dan perutnya. Ia pun segera melapor kejadian tersebut ke  Polsek Dramaga dan telah melakukan visum.
&quot;Dari hasil visum memang ada semacam lecet di perut, dan kalo di pegang bagian rusuknya masih sakit,&quot; ungkap wanita yang juga dipanggil Ayu Kencono ini.
&amp;nbsp;
Sementara itu, Kepala Kantor Hukum Promosi dan Humas IP,B Ir Yatri Indah Kusumastuti membenarkan bahwa yang bersangkutan dosen mengajar di FKH IPB.
&amp;nbsp;
&quot;Iya saya sudah tahu, benar dia (pelaku) dosen tetap di FKH IPB. Saya tahunya itu masalah pribadi, ternyata malah berlanjut ke kepolisian,&quot; katanya saat dikonfirmasi melalui telepon seluler.
&amp;nbsp;
Pihaknya mengaku ironis dengan peristiwa tersebut. Seharusnya masalah tersebut bisa diselesaikan secara kekeluargaan dan tidak perlu berujung ke proses hukum.
&amp;nbsp;
Kapolsek Dramaga, AKP Syaifudin Gayo, menjelaskan hingga saat ini proses hukumnya masih berlangsung. &quot;Hari ini kami sudah mengirimkan surat pemanggilan kepada terlapor untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi. Batas pemanggilan hingga 2 hari kedepan, rencana Rabu mungkin ia datangnya,&quot; ungkapnya.
&amp;nbsp;
Lanjutnya, laporan yang telah ia terima dari pelapor adalah laporan perbuatan tidak menyenangkan. &quot;Dari informasi yang saya dapat sementara memang tidak ada penganiayaan. Namun nanti kejadian sebenarnya akan terungkap di pemeriksaan,&quot; ungkapnya.
&amp;nbsp;
Pihaknya juga telah memintai keterangan saksi korban dan juga dua petugas keamanan kampus sebagai saksi.</content:encoded></item></channel></rss>
