<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Usulkan Nara, Gerindra: Ahok Enggak Tahu Aturan!</title><description>Ketua DPP Partai Gerindra, Desmond Junaedi Mahesa sinis  mendengar Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menggadang-gadang sosok  Nachrowi Ramli sebagai calon wakil gubernur DKI Jakarta.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/09/16/500/1039863/usulkan-nara-gerindra-ahok-enggak-tahu-aturan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/09/16/500/1039863/usulkan-nara-gerindra-ahok-enggak-tahu-aturan"/><item><title>Usulkan Nara, Gerindra: Ahok Enggak Tahu Aturan!</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/09/16/500/1039863/usulkan-nara-gerindra-ahok-enggak-tahu-aturan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/09/16/500/1039863/usulkan-nara-gerindra-ahok-enggak-tahu-aturan</guid><pubDate>Selasa 16 September 2014 14:59 WIB</pubDate><dc:creator>Arief Setyadi </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/09/16/500/1039863/1k4KQklL5O.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/09/16/500/1039863/1k4KQklL5O.jpg</image><title>Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Ketua DPP Partai Gerindra, Desmond Junaedi Mahesa sinis  mendengar Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menggadang-gadang sosok  Nachrowi Ramli sebagai calon wakil gubernur DKI Jakarta.Desmond  bahkan mengolok-olok Ahok tidak mengerti aturan. Sebab, mantan Bupati  Belitung Timur kerap ingin berbuat semaunya, salah satunya dengan  menunjuk sendiri calon wakilnya. &quot;Ahok enggak ngerti aturan. Kalau sama  Ahok apa aja iya, kalau dia ngerti aturan enggak ngomong gitu,&quot; katanya  di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (16/9/2014).Apalagi,  sambung Desmond, sikap Ahok ini juga ditentang Partai Demokrasi  Indonesia Perjuangan (PDIP) yang sebelumnya bersama Gerindra mendukung  dia bersama Joko Widodo (Jokowi) sebagai gubernur dan wakil gubernur DKI  Jakarta. Ini cukup merefleksikan bahwa Ahok menyalahi aturan.&quot;Cuma kalau orang yang tahu aturan kan tahu diri,&quot; tukasnya.Desmond  menambahkan, harusnya mekanisme yang bisa dilakukan yakni antara PDIP  dan Gerindra mesti menentukan nama calonnya, itu pun harus   dikomunikasikan di antara keduanya. Kemudian, bila dari nama yang  dikompromikan ini tidak ada titik temu baru mencari calon alternatif.&quot;Upaya  awal harus kita jalani dulu, agar kompak. Siapa yang menginisiasi  kebersamaan ini. Setelah itu baru kalau enggak ketemu kita akan mencari  kader,&quot; tuturnya. &quot;Kita lihat dulu, hal sederhana tapi jangan  memaksakan. Kita cari yang terbaik. Lentur dan luwes. Yang mana yang  paling meyakinkan untuk mendampingi Ahok,&quot; tambahnya.Seperti  diketahui, Ahok menggadang-gadang Nachrowi Ramli sebagai calon wakil  gubernur DKI Jakarta, setelah dirinya nanti otomatis menjadi Gubernur  DKI menggantikan Joko Widodo (Jokowi) yang resmi dilantik menjadi  Presiden RI.</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua DPP Partai Gerindra, Desmond Junaedi Mahesa sinis  mendengar Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menggadang-gadang sosok  Nachrowi Ramli sebagai calon wakil gubernur DKI Jakarta.Desmond  bahkan mengolok-olok Ahok tidak mengerti aturan. Sebab, mantan Bupati  Belitung Timur kerap ingin berbuat semaunya, salah satunya dengan  menunjuk sendiri calon wakilnya. &quot;Ahok enggak ngerti aturan. Kalau sama  Ahok apa aja iya, kalau dia ngerti aturan enggak ngomong gitu,&quot; katanya  di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (16/9/2014).Apalagi,  sambung Desmond, sikap Ahok ini juga ditentang Partai Demokrasi  Indonesia Perjuangan (PDIP) yang sebelumnya bersama Gerindra mendukung  dia bersama Joko Widodo (Jokowi) sebagai gubernur dan wakil gubernur DKI  Jakarta. Ini cukup merefleksikan bahwa Ahok menyalahi aturan.&quot;Cuma kalau orang yang tahu aturan kan tahu diri,&quot; tukasnya.Desmond  menambahkan, harusnya mekanisme yang bisa dilakukan yakni antara PDIP  dan Gerindra mesti menentukan nama calonnya, itu pun harus   dikomunikasikan di antara keduanya. Kemudian, bila dari nama yang  dikompromikan ini tidak ada titik temu baru mencari calon alternatif.&quot;Upaya  awal harus kita jalani dulu, agar kompak. Siapa yang menginisiasi  kebersamaan ini. Setelah itu baru kalau enggak ketemu kita akan mencari  kader,&quot; tuturnya. &quot;Kita lihat dulu, hal sederhana tapi jangan  memaksakan. Kita cari yang terbaik. Lentur dan luwes. Yang mana yang  paling meyakinkan untuk mendampingi Ahok,&quot; tambahnya.Seperti  diketahui, Ahok menggadang-gadang Nachrowi Ramli sebagai calon wakil  gubernur DKI Jakarta, setelah dirinya nanti otomatis menjadi Gubernur  DKI menggantikan Joko Widodo (Jokowi) yang resmi dilantik menjadi  Presiden RI.</content:encoded></item></channel></rss>
