<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gunung Slamet Berdentum Keras, Hujan Pasir Landa Banyumas</title><description>Gunung Slamet kembali meletus setelah empat hari &quot;istirahat&quot;. Suara dentuman gunung yang berdiri di lima kabupaten itu terdengar hingga radius belasan kilometer.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/09/17/513/1040318/gunung-slamet-berdentum-keras-hujan-pasir-landa-banyumas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/09/17/513/1040318/gunung-slamet-berdentum-keras-hujan-pasir-landa-banyumas"/><item><title>Gunung Slamet Berdentum Keras, Hujan Pasir Landa Banyumas</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/09/17/513/1040318/gunung-slamet-berdentum-keras-hujan-pasir-landa-banyumas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/09/17/513/1040318/gunung-slamet-berdentum-keras-hujan-pasir-landa-banyumas</guid><pubDate>Rabu 17 September 2014 12:44 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/09/17/513/1040318/TxokrUH3r0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gunung Slamet kembali meletus (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/09/17/513/1040318/TxokrUH3r0.jpg</image><title>Gunung Slamet kembali meletus (Foto: Antara)</title></images><description>PURWOKERTO - Setelah &amp;ldquo;istirahat&amp;rdquo; selama empat hari, Gunung Slamet kembali mengalami erupsi, Rabu (17/9/2014). Dentuman keras terdengar hingga radius belasan kilometer disertai hujan abu.Kepala Badan Geologi, Surono, mengatakan, letusan pertama Gunung Slamet hari ini terjadi pada pukul 10.37 WIB.&quot;Telah terjadi erupsi atau letusan Gunung Slamet pada pukul 10.37 WIB dengan tinggi letusan 1.000 meter dari puncak. Letusan berikutnya 10.47 WIB,&amp;rdquo; kata Surono. Dia kembali mengingatkan kepada warga untuk tidak beraktivitas di radius empat kilometer dari kawah.&amp;ldquo;Di luar radius tersebut, masyarakat aman dan dapat beraktivitas seperti biasa,&amp;rdquo; tutur mantan Kepala PVMBG itu.Sementara itu, warga Dusun IV Desa Limpakuwus, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, sempat panik saat letusan terjadi.&amp;ldquo;Suara letusannya sangat keras. Bahkan, getarannya cukup kuat,&amp;rdquo; tutur Kepala Dusun IV Wasirun.Warga Desa Melung, Kecamatan Kedungbanteng, Banyumas, Budi Satrio, mengatakan, suara letusan terdengar berulang kali.&amp;ldquo;Bahkan, setelah letusan kedua, terjadi hujan pasir tapi cuma sebentar dua hingga tiga menit. Suara pasir yang berjatuhan di atap sangat keras,&amp;rdquo; ungkapnya.</description><content:encoded>PURWOKERTO - Setelah &amp;ldquo;istirahat&amp;rdquo; selama empat hari, Gunung Slamet kembali mengalami erupsi, Rabu (17/9/2014). Dentuman keras terdengar hingga radius belasan kilometer disertai hujan abu.Kepala Badan Geologi, Surono, mengatakan, letusan pertama Gunung Slamet hari ini terjadi pada pukul 10.37 WIB.&quot;Telah terjadi erupsi atau letusan Gunung Slamet pada pukul 10.37 WIB dengan tinggi letusan 1.000 meter dari puncak. Letusan berikutnya 10.47 WIB,&amp;rdquo; kata Surono. Dia kembali mengingatkan kepada warga untuk tidak beraktivitas di radius empat kilometer dari kawah.&amp;ldquo;Di luar radius tersebut, masyarakat aman dan dapat beraktivitas seperti biasa,&amp;rdquo; tutur mantan Kepala PVMBG itu.Sementara itu, warga Dusun IV Desa Limpakuwus, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, sempat panik saat letusan terjadi.&amp;ldquo;Suara letusannya sangat keras. Bahkan, getarannya cukup kuat,&amp;rdquo; tutur Kepala Dusun IV Wasirun.Warga Desa Melung, Kecamatan Kedungbanteng, Banyumas, Budi Satrio, mengatakan, suara letusan terdengar berulang kali.&amp;ldquo;Bahkan, setelah letusan kedua, terjadi hujan pasir tapi cuma sebentar dua hingga tiga menit. Suara pasir yang berjatuhan di atap sangat keras,&amp;rdquo; ungkapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
