<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>&quot;Makam Wali Berhala&quot;, Kemenag Jatim: Itu Hanya Salah Tulis</title><description>Kakanwil Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Timur, Mahfud Shodar,  menegaskanm tulisan makam wali adalah berhala di buku Sejarah Kebudayaan  Islam (SKI) merupakan salah ketik oleh tim penyusun. </description><link>https://news.okezone.com/read/2014/09/17/519/1040490/makam-wali-berhala-kemenag-jatim-itu-hanya-salah-tulis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/09/17/519/1040490/makam-wali-berhala-kemenag-jatim-itu-hanya-salah-tulis"/><item><title>&quot;Makam Wali Berhala&quot;, Kemenag Jatim: Itu Hanya Salah Tulis</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/09/17/519/1040490/makam-wali-berhala-kemenag-jatim-itu-hanya-salah-tulis</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/09/17/519/1040490/makam-wali-berhala-kemenag-jatim-itu-hanya-salah-tulis</guid><pubDate>Rabu 17 September 2014 17:04 WIB</pubDate><dc:creator>Nurul Arifin</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>SURABAYA - Kakanwil Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Timur, Mahfud Shodar, menegaskanm tulisan makam wali adalah berhala di buku Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) merupakan salah ketik oleh tim penyusun. &quot;Kemungkinan itu hanya salah tulis atau salah input saja,&quot; kata Mahfudz saat dikonfirmasi Okezone, Rabu (17/9/2014). Pihaknya sudah turun langsung ke sekolah-sekolah setelah tulisan tersebut menuai protes dari masyarakat. Langkah selanjutnya melakukan revisi atau jika perlu menarik buku tersebut dari peredaran. &quot;Tidak ada masalah buku itu direvisi sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Memang, ketika buku itu mencantumkan bahwa makam wali adalah berhala menuai protes dari sejumlah kalangan,&quot; katanya.Mahfudz juga mengakui munculnya tulisan tersebut dapat memicu perpecahan di kalangan umat. Terlebih lagi, masyarakat Indonesia masih kental dengan tradisi ziarah ke makam-makam wali dan juga makam-makam orangtua. Dia beranggapan ziarah ke makam wali bukan sebagai kesalahan. &quot;Ziarah itu ada dasar Hadist-nya kok. Islam membolehkan,&quot; terangnya.Mahfudz juga menepis bahwa munculnya tulisan tersebut karena tim penyusun disusupi oleh paham Wahabi. &quot;Saya lebih husnuzon saja. Ini lebih pada salah cetak atau input,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>SURABAYA - Kakanwil Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Timur, Mahfud Shodar, menegaskanm tulisan makam wali adalah berhala di buku Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) merupakan salah ketik oleh tim penyusun. &quot;Kemungkinan itu hanya salah tulis atau salah input saja,&quot; kata Mahfudz saat dikonfirmasi Okezone, Rabu (17/9/2014). Pihaknya sudah turun langsung ke sekolah-sekolah setelah tulisan tersebut menuai protes dari masyarakat. Langkah selanjutnya melakukan revisi atau jika perlu menarik buku tersebut dari peredaran. &quot;Tidak ada masalah buku itu direvisi sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Memang, ketika buku itu mencantumkan bahwa makam wali adalah berhala menuai protes dari sejumlah kalangan,&quot; katanya.Mahfudz juga mengakui munculnya tulisan tersebut dapat memicu perpecahan di kalangan umat. Terlebih lagi, masyarakat Indonesia masih kental dengan tradisi ziarah ke makam-makam wali dan juga makam-makam orangtua. Dia beranggapan ziarah ke makam wali bukan sebagai kesalahan. &quot;Ziarah itu ada dasar Hadist-nya kok. Islam membolehkan,&quot; terangnya.Mahfudz juga menepis bahwa munculnya tulisan tersebut karena tim penyusun disusupi oleh paham Wahabi. &quot;Saya lebih husnuzon saja. Ini lebih pada salah cetak atau input,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
