<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Situs Gunung Padang Bisa Diakui UNESCO, asal...</title><description>Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya Serang yakin suatu saat Situs Gunung Padang di Cianjur bisa diakui UNESCO sebagai warisan dunia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/09/17/527/1040348/situs-gunung-padang-bisa-diakui-unesco-asal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/09/17/527/1040348/situs-gunung-padang-bisa-diakui-unesco-asal"/><item><title>Situs Gunung Padang Bisa Diakui UNESCO, asal...</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/09/17/527/1040348/situs-gunung-padang-bisa-diakui-unesco-asal</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/09/17/527/1040348/situs-gunung-padang-bisa-diakui-unesco-asal</guid><pubDate>Rabu 17 September 2014 13:20 WIB</pubDate><dc:creator>Rachmad Faisal Harahap</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/09/17/527/1040348/TyxfYrFe0o.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Situs Gunung Padang (Rachmad Faisal/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/09/17/527/1040348/TyxfYrFe0o.jpg</image><title>Situs Gunung Padang (Rachmad Faisal/Okezone)</title></images><description>CIANJUR - Situs Gunung Padang di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, kaya dengan sejarah peradaban zaman batu. Karena itu, tidak mustahil suatu saat UNESCO mengakuinya sebagai warisan dunia.Namun, mendapatkan pengakuan seperti itu tidak mudah. Situs Gunung Padang harus memenuhi persyaratan internasional terlebih dahulu. Saat ini, situs purbakala di Indonesia yang diakui UNESCO baru Candi Borobudur.Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Serang, Yusuf Budi Ariyanto, mengatakan, berdasarkan penelitian para ahli arkeologi, Gunung Padang merupakan salah satu situs megalitikum besar di dunia.&amp;ldquo;Akan kami cari data-data yang konkret. Sebab, sangat mungkin dan sangat besar situs itu masuk pengakuan UNESCO,&amp;rdquo; ujar Yusuf, Rabu (17/9/2014).Dia melanjutkan, sebenarnya keberadaan Situs Gunung Padang sudah ditetapkan oleh undang-undang pada 1977. Namun dikukuhkan lagi dengan Undang-Undang Cagar Budaya Nomor 11 Tahun 2010.Hak pengelolaan, kata Yusuf, ada di semua pihak, seperti Pemprov Jabar, Pemkab Cianjur, Balai Pelestarian Cagar Budaya, dan lainnya.&amp;ldquo;BPCB hanya bertugas melestarikan, melindungi, dan memelihara cagar budaya,&quot; imbuhnya.Saat ini ada sembilan juru pelihara dan konservator yang menangani Situs Gunung Padang. Sementara untuk ekskavasi dilakukan oleh tim nasional.&quot;Kami berupaya menyiapkan Situs Gunung Padang tahun ini melalui pembangunan drainase di sekeliling situs, penguatan supaya tidak erosi, dan pembuatan jalan. Diperkirakan pengerjaannya dua bulan,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>CIANJUR - Situs Gunung Padang di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, kaya dengan sejarah peradaban zaman batu. Karena itu, tidak mustahil suatu saat UNESCO mengakuinya sebagai warisan dunia.Namun, mendapatkan pengakuan seperti itu tidak mudah. Situs Gunung Padang harus memenuhi persyaratan internasional terlebih dahulu. Saat ini, situs purbakala di Indonesia yang diakui UNESCO baru Candi Borobudur.Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Serang, Yusuf Budi Ariyanto, mengatakan, berdasarkan penelitian para ahli arkeologi, Gunung Padang merupakan salah satu situs megalitikum besar di dunia.&amp;ldquo;Akan kami cari data-data yang konkret. Sebab, sangat mungkin dan sangat besar situs itu masuk pengakuan UNESCO,&amp;rdquo; ujar Yusuf, Rabu (17/9/2014).Dia melanjutkan, sebenarnya keberadaan Situs Gunung Padang sudah ditetapkan oleh undang-undang pada 1977. Namun dikukuhkan lagi dengan Undang-Undang Cagar Budaya Nomor 11 Tahun 2010.Hak pengelolaan, kata Yusuf, ada di semua pihak, seperti Pemprov Jabar, Pemkab Cianjur, Balai Pelestarian Cagar Budaya, dan lainnya.&amp;ldquo;BPCB hanya bertugas melestarikan, melindungi, dan memelihara cagar budaya,&quot; imbuhnya.Saat ini ada sembilan juru pelihara dan konservator yang menangani Situs Gunung Padang. Sementara untuk ekskavasi dilakukan oleh tim nasional.&quot;Kami berupaya menyiapkan Situs Gunung Padang tahun ini melalui pembangunan drainase di sekeliling situs, penguatan supaya tidak erosi, dan pembuatan jalan. Diperkirakan pengerjaannya dua bulan,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
